Gara-gara Kalah Main Game Call of Duty, Pria Tua Ini Cekik Seorang Remaja
Pria Inggris berusia 46 tahun menyerang bocah 13 tahun setelah karakter Call of Duty-nya terbunuh. Aksi itu membuatnya diadili dan menyesal.

Kejadian ini terjadi pada 2011. Seorang pria asal Plymouth, Inggris, berusia 46 tahun dan ayah dari tiga anak, mengakui di pengadilan bahwa ia menyerang seorang remaja setelah karakter gim Call of Duty miliknya terbunuh saat bermain secara daring.
Mengutip NBCNews, Minggu (23/3), Mark Bradford kehilangan kendali emosinya ketika karakter yang ia mainkan dalam gim Call of Duty: Black Ops ditembak mati oleh seorang bocah 13 tahun. Tidak hanya karena karakternya dikalahkan, tetapi juga karena sang bocah dikabarkan melontarkan ejekan lewat mikrofon saat bermain bersama.
Mengetahui alamat tempat tinggal remaja tersebut, Bradford langsung mendatangi rumah korban. Ia kemudian menyerang dan mencekik leher bocah itu dengan kedua tangannya. Beruntung, ibu korban yang melihat kejadian itu segera melerai dan menyelamatkan anaknya.
Meski korban hanya mengalami luka ringan berupa goresan, insiden ini menyisakan trauma. Ibu dari bocah tersebut mengungkapkan kekesalannya.
"Ini sangat memalukan. Seorang pria dewasa menyerang anak yang tak berdaya hanya karena kalah main game. Kalau tak tahan kalah dari anak kecil, seharusnya dia tak usah main," katanya kepada The Mirror.
Di hadapan pengadilan, Bradford mengaku menyesal. "Saya tidak berniat menyakitinya. Saya hanya kehilangan kendali. Saya sudah minta maaf langsung padanya. Cederanya tidak parah, tapi saya benar-benar menyesal," ujar Bradford.
Pengacara Bradford, Tracey Baker, mengatakan kliennya tidak merencanakan serangan itu dan hanya "kehilangan kontrol sejenak".
Sementara itu, ia telah dibebaskan dengan jaminan. Kasus ini memicu kembali perdebatan soal dampak emosi yang bisa timbul dari gim daring dan pentingnya kontrol diri bagi para pemain dewasa, terutama saat bermain dengan anak-anak di ruang virtual terbuka.