Ini Desa Paling Dingin di Dunia, Bisa Bekukan Air Mata di Pipi
Jika Anda mencari tempat berpenghuni tetap dengan suhu terendah di dunia, maka Oymyakon di Siberia, Rusia, adalah jawabannya.

Bumi, planet tempat tinggal manusia memiliki bentang alam yang luar biasa beragam. Dari hutan hujan yang rimbun, gurun yang tandus, sampai gunung yang menjulang hingga lautan yang luas.
Namun, tahukah Anda ada tempat-tempat di Bumi yang suhunya begitu ekstrem hingga sulit untuk dihuni manusia? Salah satunya adalah tempat paling dingin di dunia.
Jika Anda ingin merasakan dinginnya suhu ekstrem, pergilah jauh ke selatan, ke benua yang benar-benar membeku Antartika. Benua ini bukan hanya tempat terdingin di dunia, tetapi juga yang terkering dan paling berangin. Bahkan, Antartika memiliki elevasi rata-rata tertinggi dibandingkan semua benua lainnya.
Terletak hampir seluruhnya di selatan Lingkar Antartika, Antartika mencakup Kutub Selatan dan dikelilingi oleh Samudra Selatan yang ganas. Sekitar 98 persen wilayahnya tertutup oleh es yang ketebalannya hampir mencapai satu mil.
Dengan curah hujan tahunan yang hanya sekitar 8 inci, benua ini secara teknis dikategorikan sebagai gurun. Mungkin sulit dipercaya, tetapi gurun es ini adalah salah satu tempat paling keras di planet kita.
Suhu di Antartika bisa mencapai angka yang tak terbayangkan. Pada 21 Juli 1983, suhu terdingin yang pernah tercatat di Bumi terjadi di Stasiun Vostok, Rusia, dengan suhu -89,2°C. Untuk memberi gambaran betapa ekstremnya suhu ini, angka tersebut lebih dingin 20°F dibandingkan titik mencairnya es kering.
Di musim dingin, suhu rata-rata bisa turun hingga -112°F, sementara di musim panas, terutama di dekat pantai, suhu bisa mencapai hampir 60°F.
Desa Terdingin tapi Berpenghuni
Namun, Antartika bukan satu-satunya tempat yang terkenal dengan suhu dinginnya. Jika Anda mencari tempat berpenghuni tetap dengan suhu terendah di dunia, maka Oymyakon di Siberia, Rusia, adalah jawabannya.
Melansir dari Mishpacha Magazine, Oymyakon memiliki suhu rata-rata tahunan hanya -16°C. Pada bulan Januari, suhu rata-rata turun drastis hingga -46°C. Bahkan, suhu terendah yang pernah tercatat di sana adalah -71,2°C, yang cukup dingin untuk membekukan air mata di pipi Anda.
Kehidupan di Oymyakon sangatlah unik. Sekitar 500 orang tinggal di desa ini dan menghadapi tantangan luar biasa setiap harinya. Kendaraan harus terus menyala agar mesinnya tidak membeku, baterai ponsel mati dalam hitungan menit jika dibiarkan di luar, dan benda logam bisa membuat kulit menempel dan terkelupas jika disentuh tanpa perlindungan. Bahkan, kacamata tidak bisa dipakai di luar ruangan karena bisa membeku dan menempel di wajah.
Akses menuju Oymyakon juga tidak mudah. Tidak ada penerbangan langsung ke desa ini. Para pelancong harus terbang ke kota yang berjarak 500 mil (900 km) jauhnya, kemudian melakukan perjalanan darat yang panjang melalui jalan berbatu dan berkerikil khas Siberia. Dengan kondisi seperti ini, tidak heran jika Oymyakon dijuluki sebagai "Kutub Dingin" dunia.
Tradisi Unik di Desa
Menariknya, meskipun hidup dalam kondisi ekstrem, penduduk Oymyakon tetap memiliki tradisi yang unik. Setiap akhir musim dingin, desa ini mengadakan "Festival Kutub Dingin," di mana berbagai kegiatan khas Siberia seperti balapan rusa kutub, perlombaan kereta luncur anjing, hingga patung es dipamerkan.
Meskipun tantangan hidup di Oymyakon sangat besar, masyarakatnya tetap menjalani kehidupan dengan penuh semangat.
Namun, tidak selamanya Oymyakon tertutup oleh es dan salju. Ketika musim panas tiba, suhu di desa ini bisa berubah drastis. Dari suhu ekstrem yang membekukan, temperatur bisa naik hingga 21°C, bahkan sesekali mencapai 32°C. Salju mencair, tanaman mulai tumbuh, dan serangga bermunculan di daerah yang biasanya membeku ini.
Meski begitu, musim panas di Oymyakon berlangsung sangat singkat, dan penduduk setempat sering kali mengeluh tentang cuaca yang terlalu hangat.