Prabowo Beri Peran Swasta Bangun Infrastruktur, AHY: Harus Efisien, Tidak Boleh Ada Kebocoran
Menurut AHY, kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta merupakan hal yang penting dan saling melengkapi.

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (Menko AHY) rapat koordinasi bersama OJK pada Kamis, 9 Januari 2025. (Foto: Istimewa)
(©@ 2025 merdeka.com)Prabowo Beri Peran Swasta Bangun Infrastruktur, AHY: Harus Efisien, Tidak Boleh Ada KebocoranMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan akan memberi peran lebih besar kepada sektor swasta dalam proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.
Menurut AHY, kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan sektor swasta merupakan hal yang penting dan saling melengkapi dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang efisien dan tepat sasaran.
"Yang jelas kita ingin kerja sama yang baik, berbagi peran. Antara BUMN dengan swasta, semuanya memiliki peran yang penting. Tetapi peran atau sektor swasta yang semakin baik, semakin maju, ini juga sangat dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur ke depan," kata AHY saat ditemui usai menghadiri acara Perayaan Natal Bersama Kemenko Infra, di Jakarta, Jumat (17/1).
Agus menegaskan bahwa proyek infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar memerlukan kerja sama yang baik antara BUMN dan swasta, dengan pembagian peran yang jelas.
"Kita ingin proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, apalagi infrastruktur yang besar di sana-sini. Ini membutuhkan pengerjaan atau proyek-proyek yang benar-benar bisa tepat sasaran. Harus efisien, tidak boleh ada kebocoran," jelasnya.
Pendekatan Terintegrasi
AHY mengatakan meskipun sektor swasta berperan penting, pendekatan yang terintegrasi dan menyeluruh sangat dibutuhkan agar proyek-proyek besar tersebut dapat terlaksana dengan optimal. Infrastruktur yang besar dan kompleks, jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan pemborosan dan hasil yang tidak maksimal.
"Pendekatannya memang harus menyeluruh, terintegrasi. Karena kalau tidak bisa jadi, infrastruktur yang besar tadi anggarannya, begitu jadi tidak terlalu optimal karena tidak terintegrasi," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengaku punya alasan tersendiri memberikan kepercayaan besar terhadap swasta. Menurutnya, perusahaan swasta lebih memiliki sikap efisiensi dan berpengalaman.
"Swasta lebih efisien, swasta lebih inovatif, swasta lebih pengalaman, saudara sekalian," kata Prabowo
Presiden Prabowo turut membeberkan potensi infrastruktur yang akan diserahakan perusahaan swasta. Mulai dari pembangunan pelabuhan, jalan tol, hingga bandara.
"Saya serahkan swasta silakan bergerak semuanya," pungkas Prabowo.