Potret Puluhan Bangkai Pesawat Menumpuk di Lahan Kosong Bogor, Dijual Rp800 Juta/Unit
Puluhan bangkai pesawat menumpuk di sebuah lahan kosong yang terletak di Jalan Raya Bogor-Jakarta KM 45, Kampung Jampang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Puluhan bangkai pesawat menumpuk di sebuah lahan kosong yang terletak di Jalan Raya Bogor-Jakarta KM 45, Kampung Jampang, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di lokasi yang dikelilingi pagar tembok dan besi itu tersimpan berbagai tipe pesawat, mulai dari Boeing sampai ATR. Pesawat-pesawat tersebut tidak semuanya utuh, ada beberapa di antaranya hanya berbentuk puing-puing.
-
Apa yang terjadi pada sapi Presiden Jokowi di Blora? Tampak sapi tersebut mengamuk saat akan disembelih Dalam video yang diunggah akun YouTube Liputan6, tampak saat akan disembelih, muka sapi itu ditutup dengan sebuah kain. Diketahui, sapi tersebut mengamuk saat warga berupaya menjatuhkannya untuk kemudian disembelih.
-
Apa nama surat kabar pertama yang terbit di Jogja? Melalui sebuah unggahan pada 9 Mei 2024, akun Instagram @sejarahjogya menampilkan dua surat kabar yang pertama kali terbit di Jogja. Koran satu bernama “Mataram Courant” dan satunya lagi bernama “Bintang Mataram”.
-
Kenapa berita hoaks ini beredar? Beredar sebuah tangkapan layar judul berita yang berisi Menteri Amerika Serikat menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bodoh usai Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 diserang hacker beredar di media sosial.
-
Siapa yang memperkenalkan asinan Bogor? Mengutip Youtube Trans7 Official, kehadiran asinan di Bogor sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Ketika itu makanan ini dikenalkan oleh seorang Kapiten Tionghoa bernama Tan Goan Piaw.
-
Kenapa Bogor disebut Kota Hujan? Karena jumlah milimeter air yang tercurah berada di atas angka 2.000, maka bisa dipastikan jika intensitas air hujan bisa terus turun sepanjang tahun. Ini yang membuat Bogor masih diselingi kondisi hujan saat musim kemarau karena jumlah kandungan air di awan yang tinggi.
-
Apa yang keluar dari sumur di Bogor? Beredar di media sosial semburan gas bercampur air di lahan belakang bangunan kontrakan, Kampung Leuwi Kotok, Desa Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/10).
Dikutip dari instagram @infojawabarat Kamis (6/1), bangkai pesawat itu bisa direparasi dan dijual kembali untuk keperluan properti maupun tempat hiburan seperti restoran dan yang lainnya. Berikut potretnya:
Dijual Rp800 Juta
©2022 YouTube Kang Yana/Merdeka.com
Sopian, penjaga lahan, mengatakan bahwa pesawat yang tersimpan itu kerap diburu. Salah satu pesawat sudah pernah dipesan oleh pengusaha restoran di Bali untuk keperluan properti.
Ia mengatakan, untuk jenis pesawat rusak dan belum direparasi dijual dengan harga Rp800 juta. Sedangkan untuk yang sudah siap dan rapi bisa dihargai oleh pengelola sekitar Rp1 sampai Rp2 miliar.
Berdasarkan informasi, puluhan bangkai pesawat itu didatangkan dari berbagai daerah yang diangkut menggunakan truk kontainer.
Sudah Ada Sejak Dua Tahun Terakhir
©2022 YouTube Kang Yana/Merdeka.com
Diki, warga setempat, mengatakan bahwa lokasi tersebut sudah dijadikan sebagai tempat penampungan bangkai pesawat sejak tahun 2019 lalu. Walau demikian ia kurang mengetahui persis latar belakang pemilik, serta tujuan penyimpanan di lokasi itu.
"Kalau detailnya saya kurang begitu tahu, tapi yang jelas lahan itu memang digunakan untuk menyimpan bangkai pesawat yang sudah tidak terpakai lagi," ucap Diki, dilansir dari dream.co.id.
Dia melanjutkan, area tersebut memang tertutup, sehingga banyak masyarakat melintas yang tidak mengetahui keberadaan bekas-bekas pesawat di sana.
Penjelasan Sekretaris Desa
©2022 Merdeka.com
Sekretaris Desa Pondok Udik, Imam Hermawan membenarkan jika salah satu lahan kosong di wilayahnya digunakan untuk menyimpan sisa pesawat yang terbengkalai. Dari catatannya, lokasi tersebut saat ini dijadikan sebagai gudang sejak 2019 lalu
"Sudah berjalan sekitar dua tahun lalu sejak 2019," katanya.
Terkait legalitas lahan, pemilik sudah mengantongi perizinan. Dan, pihak desa juga sudah berkoordinasi dengan pemilik. Kendati demikian, Imam berharap agar gudang tersebut bisa memberikan dampak positif serta manfaat bagi Desa Pondok Udik di Kecamatan Kemang.
"Selama tidak menyalahi aturan dan tertib administrasi tidak apa," imbuhnya.