Kalijodo, dari bisnis esek-esek hingga parkir beromzet ratusan juta
Harga yang dipatok perjam untuk kencan bersama PSK di sana berkisar dari Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu.
Kalijodo merupakan salah satu tempat hiburan malam di Jakarta yang muncul sejak tahun 1960-an. Luasnya sekitar 1,6 hektare dengan lima RW dan sembilan RT yang dihuni 1.340 kepala keluarga.
Jumlah penduduknya mencapai 3.052 jiwa. Sekitar 58 kafe belum termasuk salon dan warung nasi berdiri di dalam kawasan Kalijodo.
Ratusan orang menggantungkan hidupnya di Kalijodo. Sebanyak 445 orang merupakan pekerja seks komersial (PSK), 250 orang di antaranya tidak tetap dan hanya datang pada malam hari. Harga yang dipatok perjam untuk kencan bersama PSK di sana berkisar dari Rp 70 ribu hingga Rp 200 ribu.
"Harganya sih macam-macam, tergantung. Ada yang muda, ada yang tua. Kalau yang muda sih lebih mahal gitu mba. Bisa Rp 200 ribuanlah," ujar seorang perempuan dengan taburan bedak di pipinya yang enggan menyebutkan namanya saat duduk di kawasan Kalijodo, Jakarta, Selasa (16/2).
Botol minuman beralkohol jenis bir juga tertata rapi di beberapa warung di kawasan Kalijodo. Bir tersebut juga ambil andil terkait jumlah keuntungan tempat hiburan malam yang berada di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini.
Terkait hal ini Abdul Azis alias Daeng Aziz yang disebut-sebut sebagai pemasok utama bir di kawasan Kalijodo enggan menyebutkan berapa omzet yang disebut-sebut mencapai miliaran rupiah itu.
"Wah, ini berat banget saya jawabnya yah. Kalau memang ada yang bilang bahwa saya ini pemasok minuman, lalu mendapatkan omzet setiap malam. Artinya, kita berbicara tentang apa yang namanya, kita bicara ini sesuai dengan prinsip hakiki. Itu kalau ada yang menyebut seperti itu, boleh-boleh saja. Tapi kalau untuk membenarkan, jangan dulu. Saya yang lebih tahu," ujar Daeng Azis di Kalijodo, Selasa (16/2).
Menurut data dari Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pekerja yang menjajakan makanan dan minuman di wilayah Kalijodo mencapai 500 orang. Dalam satu malam omzet setiap warung makanan bisa mencapai di atas Rp 1 juta.
"Untungnya mah lebih dari Rp 500 ribu neng sehari. Sejutaan. Kalau Rp 500 ribu doang mah mending kerja di kampung," ujar Lela di depan warungnya depan Kalijodo.
Dari penghasilannya tersebut, Lela bisa menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dan membeli sebuah mobil. Seorang penjual kosmetik, Ita juga menceritakan penghasilan yang ia dapatkan mencapai tujuh juta rupiah perbulan. Dengan mengkreditkan lipstik, bedak, pengharum badan dan peralatan riasan wanita lainnya dia berkeliling kawasan Kalijodo. Lebih dari 50 PSK membeli kosmetik darinya.
"Mereka belinya ke saya, enak soalnya enggak perlu keluar (kawasan Kalijodo) karena saya yang datangin mereka," ujar Ita yang saat itu memakai kaos merah dipadu celana panjang jeans di Kalijodo.
Tak hanya itu, omzet dari perpakiran di Kalijodo juga fantastis. Salah satu penjaga parkir Teuku Abdul yang kerap disapa Pak Uban oleh warga Kalijodo mengatakan bahwa uang dari hasil parkir yang berada di dekat perbatasan wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara mencapai puluhan juta rupiah permalam.
Bahkan, saat malam tahun baru, omzet parkir di kawasan tersebut bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Satu motor Rp 5.000 kalau mobil Rp 30.000. Kalau tahun baru kemarin tuh kita pasang harga tinggi. Satu motor Rp 10.000 nah mobil bisa Rp 50.000," ujar pria asal Aceh tersebut.
Diketahui, setiap harinya lahan parkir ini dipenuhi hingga 70 motor dan 20 mobil.