Dukung Program SRG, BRI Telah Salurkan Pembiayaan Rp 190 Miliar
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengatakan siap mendukung pembiayaan dalam sistem resi gudang yang dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan. Menurutnya, dukungan pembiayaan itu merupakan komitmen dalam pengembangan ekonomi masyarakat khususnya di sektor 20 komoditas yang masuk dalam SRG.
Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sunarso mengatakan siap mendukung pembiayaan dalam sistem resi gudang yang dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan. Menurutnya, dukungan pembiayaan itu merupakan komitmen dalam pengembangan ekonomi masyarakat khususnya di sektor 20 komoditas yang masuk dalam SRG.
"BRI tentu sangat mendukung SRG. Dukungan ini telah dilakukan dalam gudang-gudang SRG di berbagai daerah," ujar Sunarso ditulis Senin (9/8).
-
Kenapa Bank BRI membantu UMKM Jambu Kristal Tanwiedjie di Purworejo? Bank BRI banyak membantu masyarakat agar bisa terus bertahan dan meningkatkan perekonomian petani jambu kristal.
-
Bagaimana The Banker menilai kinerja BRI? Dalam situs resminya The Banker melakukan pemeringkatan Top 1000 World Banks 2023 mengacu pada pencapaian kinerja keuangan pada 2022. Adapun aspek penilaian diantaranya terdiri dari sisi balance sheet, income statement, dan capital adequacy.
-
Bagaimana cara Bank BRI membantu UMKM Jambu Kristal Tanwiedjie di Purworejo selain bantuan permodalan? Bank BRI membantu petani jambu kristal di sini dengan menghadirkan layanan digital dan pelatihan pengolahan jambu kristal.
-
Apa yang menjadi fokus utama bantuan dari Bank BRI di Desa BRILian Munggangsari? Potensi pertanian jambu kristal yang dilakukan oleh warga Desa Munggangsari terus berkembang dengan bantuan berbagai program yang ditawarkan Bank BRI.
-
Siapa yang mendapatkan manfaat dari bantuan Bank BRI di Desa Munggangsari? “Penerima manfaat dari BRI untuk desa ini sangat banyak. Mulai pemberian modal untuk petani jambu, pemasaran secara digital, BRI Menanam, CSR mesin keripik, pameran dan beasiswa anak prestasi,”
-
Apa bantuan utama yang diberikan Bank BRI kepada UMKM Jambu Kristal Tanwiedjie di Purworejo? Dengan adanya bantuan dari Bank BRI, masyarakat Desa Munggangsari bisa terus mengembangkan usahanya.
Komitmen BRI ini disambut baik oleh Kementerian Perdagangan. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan kehadiran BRI penting dalam membangun ekosistem bisnis SRG.
Nilai investasi pembiayaan oleh BRI yang terkait dengan SRG telah mencapai Rp 190 miliar saat ini. Diharapkan nilai ini terus meningkat seiring dengan meluasnya jangkauan bisnis SRG. Kemendag sendiri sangat berharap kerja sama dengan pemangku kepentingan terus ditingkatkan.
Menurut keduanya penting agar ekosistem bisnis SRG terus dikembangkan agar semua pihak bisa mengambil manfaat yang berkesinambungan. Dengan demikian kepastian usaha di sektor SRG bisa terus dikembangkan.
BRI adalah salah satu perbankan milik negara yang sudah dikenal lama berfokus pada pengembangan ekonomi rakyat. Jaringannya tersebar hingga ke desa-desa sehingga memungkinkan daya jangkau yang sangat luas terhadap aktifitas ekonomi masyarakat.
20 Komoditas Telah Masuk Sistem SRG
Kemendag sendiri melakukan berbagai terobosan melalui sistem resi gudang yang didesain untuk menjadi sistem penopang dalam perdagangan. Ada 20 komoditas yang sudah bisa masuk SRG antara lain beras, kopi, jagung hingga kopra.
Ke depan diharapkan ini bisa menjadi alternatif utama bagi pelaku usaha, baik produsen, petani maupun pengelola gudang dan logistik dalam perdagangan. Dengan begitu diharapkan manfaatnya merata dan bisa membentuk sebuah kondisi yang menjamin kepastian usaha baik dari sektor produksi, transportasi dan logistik.
"Pihak inti yang menjadi pelaku SRG sebenarnya adalah pelaku bisnis itu sendiri dengan fasilitator dari Pemerintah Daerah. Hal ini karena Pemerintah Pusat telah menyerahkan kepengurusan SRG ke Daerah. Karena itu Daerah harus terus didorong agar meningkatkan kemampuan pengelolaan SRG ini," jelas Jerry.
Ada beberapa SRG yang telah menemukan pola sinergi dan operasi yang cukup mapan dan berhasil, antara lain SRG di Kabupaten Wonogiri. SRG ini berhasil membina produsen dan pelaku usaha di sektor beras dengan membentuk ekosistem bisnis terpadu dari sektor hulu hingga hilir.
Di sektor hulu, petani menghasilkan produk yang berkualitas baik dan memenuhi permintaan pasar. Di sektor hilir, ada upaya serius dalam menjaga kualitas pasca panen, pengemasan hingga jaringan pemasaran.
Model-model SRG seperti di Wonogiri inilah yang ingin dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan. Komoditas yang tengah naik daun seperti kopi dan porang diharapkan bisa dikemas dan difasilitasi dengan model itu. Oleh karena itu, Bappebti akan meningkatkan kinerja dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya.
(mdk/bim)