Kloter I jemaah haji asal Embarkasi Makassar tiba di Tanah Air
Empat orang jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci melalui embarkasi Hasanuddin Makassar dipastikan meninggal dunia. Masing-masing dua jemaah haji berasal dari Sulsel, satu dari Gorontalo dan satu lagi dari Maluku Utara.
Empat orang jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci melalui embarkasi Hasanuddin Makassar dipastikan meninggal dunia. Masing-masing dua jemaah haji berasal dari Sulsel, satu dari Gorontalo dan satu lagi dari Maluku Utara.
Dua orang yang dari Sulsel masing-masing berasal dari Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Takalar. Keduanya adalah jemaah dari Kelompok Terbang (Kloter) 5 dan kloter 8.
Adapun yang tiba hari ini, Minggu, (18/9) di Makassar adalah kloter 1 berasal dari dua daerah yakni Kota Makassar dan Kabupaten Soppeng. Jumlahnya 450 orang diikuti 5 orang pendamping yang totalnya 455 orang. Jumlah mereka utuh, semua tiba dengan selamat di Makassar.
"Laporan resmi dari Siskohat (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) ada empat orang jemaah kita dari embarkasi Hasanuddin Makassar yang meninggal dunia. Terakhir informasinya ada satu lagi yang meninggal dunia dari Kabupaten Sinjai namun laporan resminya kami belum terima. Adapun hari ini adalah pemulangan kloter 1. Jumlahnya 455 termasuk pendampingnya, mereka pulang dengan jumlah utuh," kata Kepala Kantor Kemenag Sulsel yang juga ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/debarkasi Makassar, Abdul Wahid Tahir kepada awak media usai melepas jamaah haji kloter pertama ke pemerintah daerah masing-masing asal para jemaah di aula 2 Asrama Haji Sudiang, Minggu, (18/9).
Saat memasuki pintu aula 2, para jemaah haji harus melalui thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh di atas 38 derajat celcius untuk mengantisipasi masuknya penyakit zika, mers dan penyakit berbahaya lainnya yang berasal dari luar negeri. Dan hasilnya, ada beberapa jemaah yang terdeteksi miliki suhu tubuh tinggi.
Abdul Wahid Tahir menjelaskan, meski ada yang ditemukan suhu tubuh tinggi tapi belum ada laporan jika diantaranya itu ada yang dikarenakan terinfeksi penyakit berbahaya.
"Suhu tubuh tinggi bermacam-macam penyebabnya. Bisa saja karena yang bersangkutan begitu semangat untuk kembali ke keluarganya atau juga karena baru beradaptasi lagi dengan udara di sini. Jadi belum ada laporan soal indikasi penyakit berbahaya itu. Masih karena panas biasa jadi mereka langsung diberikan pengobatan standar," jelas Abdul Wahid Tahir.
Ratusan jamaah haji asal Kota Makassar dan Kabupaten Soppeng ini setelah tiba di Makassar, tidak lagi diinapkan di asrama haji melainkan langsung ke daerah asalnya masing-masing malam ini dan ada juga yang besok subuh. Selanjutnya PPIH embarkasi/debarkasi Hasanuddin Makassar akan sibuk lagi mengurus kedatangan jemaah haji dari kloter 2 yang rencananya Senin, (19/9) besok sore.