Bisakah Kondisi Stunting Dikoreksi Usai Bayi Lahir?
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, stunting memang bisa "dikoreksi" setelah seorang anak dilahirkan. Namun, waktu untuk memperbaiki kualitas anak tidaklah banyak.
Salah satu masalah kesehatan yang bisa dialami dan berbahaya bagi anak adalah stunting. Hal ini perlu menjadi perhatian penting baik ketika anak tengah dikandung maupun setelah dia lahir.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, stunting memang bisa "dikoreksi" setelah seorang anak dilahirkan. Namun, waktu untuk memperbaiki kualitas anak tidaklah banyak.
-
Kenapa stunting berbahaya bagi anak? Melansir dari halodoc, para orang tua jangan menyepelekan stunting pada anak. Tahukah kalian, kondisi ini mampu memberikan dampak buruk pada kesehatan tubuh anak. Mulai dari terjadi gangguan pertumbuhan, penurunan fungsi perkembangan saraf dan kognitif hingga risiko peningkatkan penyakit kronis ketika anak beranjak dewasa.
-
Kenapa stunting berpengaruh buruk untuk anak? Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitif dan kemampuan belajar mereka di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting melalui asupan makanan yang tepat menjadi sangat penting.
-
Kapan stunting bisa terlihat pada anak? Gejala stunting pada anak-anak biasanya dapat terlihat saat mereka berusia 2 tahun, namun sering kali gejala ini tidak disadari atau disalahartikan sebagai perawakan pendek yang normal.
-
Bagaimana cara mencegah stunting pada anak? Untuk mencegah stunting, penting untuk memberikan asupan gizi yang seimbang kepada anak sejak dini, menyediakan akses ke layanan kesehatan yang baik, memberikan pendidikan serta pemahaman yang benar kepada orangtua tentang pentingnya perawatan anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi pertumbuhan mereka.
-
Mengapa penting untuk mencegah stunting pada anak? Ketika dewasa anak stunting akan mengalami central obes Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dokter Hasto, melawat ke Aceh. Hasto berbagi strategi penanganan stunting dan intervensi yang dilakukan tepat sasaran kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh.
"Kesempatan mengkoreksi anak kita agar tidak jadi stunting hanya 1000 hari kehidupan, itu pun sudah dimulai pada saat menstruasi terakhir sebelum hamil," kata Hasto beberapa waktu lalu.
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan itu menambahkan, kehamilan umumnya memakan waktu 270 hari. Setelah anak dilahirkan, hanya tersisa waktu 730 hari untuk mengatasi stunting yang dialaminya.
"Begitu anak kita lahir stunting, maka kita punya kesempatan cuma 730 hari sampai usia 2 tahun," Hasto menambahkan.
Usai Dilahirkan Anak Belum Bebas dari Ancaman Stunting
Namun, Hasto mengungkapkan bahwa yang menjadi masalah adalah apabila seorang anak dilahirkan dalam keadaan sehat, tetapi mengalami stunting di kemudian hari sebelum berusia dua tahun.
"Repotnya kalau lahir tidak stunting sampai umur setahun, tetapi makan tidak karuan, sakit-sakitan, akhirnya stunting. Umur 1,5 tahun menjadi stunting," kata mantan Bupati Kulon Progo ini.
"Dalam waktu enam bulan mungkin sulit sekali untuk mengoreksi agar tidak stunting. Bisa sih bisa, tetapi mengejarnya harus luar biasa," kata Hasto.
Hasto mengatakan, apabila sudah lewat dua bulan namun anak sudah terlanjur mengalami stunting, yang bisa dilakukan orangtua adalah tetap memberikannya nutrisi dan pendidikan yang baik.
"Dikasih makan yang baik, dididik yang baik biar jadi anak yang produktif. Namun untuk kecerdasannya harap maklum kalau seandainya di bawah rata-rata. Terus kalau sudah berusia 45 tahun, disuruh diet biar tidak mudah kena penyakit jantung, stroke, sama kencing manis," tandasnya.
Reporter: Giovani Dio Prasasti
Sumber: Liputan6.com