FOTO: Potret Pilu Warga Palestina Rela Berdesakan Demi Makanan, Gencatan Senjata Jadi Harapan Akhiri Kelaparan
Salah satu klausul utama dalam kesepakatan gencatan senjata adalah mengharuskan Israel mengizinkan masuk 600 truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setiap hari.

Sejumlah warga, termasuk anak-anak, tampak memadati lokasi pembagian makanan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada Kamis (16/1/2025). Mereka rela berdesakan dan mengantre berjam-jam dengan membawa wadah untuk mendapatkan makanan.
Gencatan senjata yang disepakati Israel dan Hamas pun menjadi harapan baru warga Palestina di Jalur Gaza untuk mengakhiri krisis pangan ini. Rencananya, gencatan senjata tersebut akan diberlakukan mulai Minggu (19/1/2025).
Salah satu klausul utama dalam kesepakatan gencatan senjata adalah mengharuskan Israel mengizinkan masuk 600 truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setiap hari selama gencatan senjata. Sebanyak 50 truk di antaranya membawa bahan bakar, dengan 300 truk dialokasikan untuk Gaza utara.
Rentetan serangan brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina, sejak 7 Oktober 2023, telah menciptakan berbagai krisis kemanusiaan yang semakin memburuk setiap harinya. Tak hanya kehilangan tempat tinggal, warga Palestina kini hidup dalam bencana kelaparan.
Banyak pengungsi harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan saat bantuan kemanusiaan datang. Mereka rela mengantre berjam-jam di bawah terik matahari, berdesakan dengan sesama pengungsi, demi memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Blokade bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Israel telah memperparah kondisi di Gaza. Pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat terbatas, membuat penderitaan warga semakin dalam.
Kondisi ini tidak hanya menyebabkan malnutrisi, tetapi juga meningkatkan risiko wabah penyakit akibat kurangnya sanitasi dan air bersih.

Sejumlah warga, termasuk anak-anak, tampak berdesakan di lokasi pembagian makanan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada Kamis (16/1/2025). Mereka rela berdesakan dan mengantre berjam-jam dengan membawa wadah untuk mendapatkan makanan. (Eyad Baba/AFP)

Rentetan serangan brutal Israel di Jalur Gaza, Palestina, sejak 7 Oktober 2023, telah menciptakan berbagai krisis kemanusiaan yang semakin memburuk setiap harinya. Tak hanya kehilangan tempat tinggal, warga Palestina kini hidup dalam bencana kelaparan. (Eyad Baba/AFP)

Banyak pengungsi harus berjuang keras untuk mendapatkan makanan saat bantuan kemanusiaan datang. Mereka rela mengantre berjam-jam di bawah terik matahari, berdesakan dengan sesama pengungsi, demi memenuhi kebutuhan dasar mereka. (Eyad Baba/AFP)

Blokade bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Israel telah memperparah kondisi di Gaza. Pasokan makanan, air bersih, dan obat-obatan sangat terbatas, membuat penderitaan warga semakin dalam. (Eyad Baba/AFP)

Kondisi ini tidak hanya menyebabkan malnutrisi, tetapi juga meningkatkan risiko wabah penyakit akibat kurangnya sanitasi dan air bersih. (Eyad Baba/AFP)

Gencatan senjata yang disepakati Israel dan Hamas menjadi harapan baru warga Palestina di Jalur Gaza untuk mengakhiri krisis ini. Rencananya, gencatan senjata tersebut akan diberlakukan mulai Minggu (19/1/2025). (Eyad Baba/AFP)

Salah satu klausul utama dalam kesepakatan gencatan senjata adalah mengharuskan Israel mengizinkan masuk 600 truk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setiap hari selama gencatan senjata, 50 di antaranya membawa bahan bakar, dengan 300 truk dialokasikan untuk Gaza utara. (Eyad Baba/AFP)