Dibuat dengan Bahan Paling Langka, To'ak Jadi Coklat Paling Berharga di Dunia
To’ak dinilai sebagai coklat paling berharga di dunia. Yuk, simak fakta-fakta tentang coklat To’ak!

Yuk, simak fakta-fakta tentang cokelat To'ak!

Dibuat dengan Bahan Paling Langka, To'ak Jadi Coklat Paling Berharga di Dunia
Mulai dari es krim yang mengandung truffle hingga sandwich berlapis emas, dunia ini penuh dengan manisan atau cemilan yang beragam dan mahal. Meskipun sebagian besar merupakan kreasi yang memang dirancang untuk menarik perhatian, sedikit diantaranya juga ada yang mencoba menambahkan bahan-bahan yang sangat mahal ke dalam produk manisan atau camilan. Merk coklat asal Ekuador, To'ak, mengklaim bahwa produknya termasuk di antara sedikit produk tersebut.
Dibuat dari kakao Nasional langka yang dipanen hanya dari 14 perkebunan di lembah Piedra de Plata, Ekuador, cokelat To'ak tidak diragukan lagi sebagai cokelat paling berharga di dunia.

To’ak Sebagai Cokelat Termahal di Dunia
To’ak dikenal sebagai produk coklat paling mahal di dunia karena bahan utamanya yang cukup langka. Meskipun penilaian tentang harga penawaran paling mahal tersebut benar-benar dapat dibenarkan atau tidak tetap bergantung pada konsumen.
Namun secara teknis hal itu memang benar, karena coklat batangan To’ak berukuran kecil dapat dijual dengan harga hingga $490 (Rp.7.958.286) per batang dengan berat 50 gram. Perusahaan percaya bahwa hanya dengan mengacu pada kualitas, produk yang sama mahalnya tidak akan dapat menceritakan keseluruhan kisah yang sama dengan To'ak.

Alasan yang membuat To’ak Begitu Istimewa
Jadi, apa yang sebenarnya membuat To'ak begitu istimewa sehingga orang bahkan rela menghabiskan ratusan dollar hanya untuk membeli sebatang coklat kecil? Bukan hanya satu hal, melainkan terdapat kumpulan faktor yang melatarbelakanginya.
Pertama-tama, perusahaan ini hanya menggunakan kakao nasional terbaik, varietas kakao kuno yang diklasifikasikan sebagai tumbuhan punah pada tahun 2009. Beruntungnya, orang-orang di belakang To'ak dapat menemukan beberapa kebun kakao tertua di dunia, tepatnya di Lembah Piedra de Plata. Beberapa di antaranya kemudian dikonfirmasi melalui analisis DNA sebagai 100% kakao nasional.

Eksperimen To’ak
To'ak telah bereksperimen dengan sejumlah teknik penuaan, yakni dengan memasukkan coklat tersebut ke dalam berbagai jenis tong, seperti tong bekas cognac, bekas wiski, atau dalam wadah kayu Ekuador, dengan berbagai periode waktu. Coklat To’ak dapat disimpan dalam wadah-wadah tersebut selama beberapa bulan bahkan hingga delapan tahun.
Perusahaan To’ak juga mencampur coklatnya dengan senyawa aromatik seperti lada Kampot Kamboja, kayu Palo Santo di Ekuador, atau jeruk Galapagos. Perusahaan To’ak masih terus bereksperimen dengan cara-cara baru untuk meningkatkan cita rasa coklatnya.