8 Risiko Hamil di Usia Tua yang Wajib Diketahui, Sebabkan Tekanan Darah Tinggi
Hamil di usia tua (di atas 35 tahun), memiliki beberapa risiko terkait kesehatan ibu dan janin yang wajib diketahui.

Hamil di usia tua (di atas 35 tahun), memiliki beberapa risiko terkait kesehatan ibu dan janin yang wajib diketahui.

8 Risiko Hamil di Usia Tua yang Wajib Diketahui, Sebabkan Tekanan Darah Tinggi

Kehamilan bagi setiap wanita memiliki tantangannya masing-masing. Tak terkecuali bagi para wanita yang hamil di usia tua.
Seorang wanita termasuk dalam kategori hamil di usia tua apabila ia hamil pada usia 35 tahun ke atas.
Tak ada yang salah dengan hamil di usia tua. Namun, Anda patut memperhatikan beberapa risikonya sebab wanita yang hamil di usia tua berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan selama mengandung.
Dilansir dari Mayo Clinic, berikut beberapa risiko hamil di usia tua yang penting untuk Anda ketahui dan diskusikan dengan dokter:


Potensi Keguguran Lebih Tinggi
Risiko hamil di usia tua yang paling utama adalah Anda memiliki potensi untuk keguguran yang lebih tinggi dibanding hamil pada usia 20-an. Risiko keguguran dan lahir mati meningkat seiring bertambahnya usia karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya atau karena kondisi kromosom pada bayi. Penelitian menunjukkan hal ini mungkin disebabkan oleh penurunan kualitas telur pada dan risiko kondisi kronis yang lebih tinggi.

Hamil Kembar
Risiko hamil di usia tua yang kedua adalah hamil bayi kembar. Meski tak dapat dikatakan sebagai risiko yang negatif sepenuhnya, namun ini adalah hal yang wajib disadari oleh calon orang tua. Peluang memiliki anak kembar meningkat seiring bertambahnya usia. Ini karena perubahan hormonal dapat menyebabkan pelepasan lebih dari satu sel telur pada saat yang bersamaan. Selain itu, teknologi reproduksi berbantuan, seperti fertilisasi in vitro, juga dapat berperan.

Terkena Diabetes Gestasional
Risiko diabetes gestasional meningkat pada orang yang hamil di usia tua. Diabetes tipe ini hanya terjadi pada wanita hamil, dan harus ditangani dengan mempertahankan kontrol gula darah yang ketat melalui diet, aktivitas fisik, dan obat. Jika tidak diobati, dapat menyebabkan bayi tumbuh lebih besar dari rata-rata, meningkatkan risiko cedera selama persalinan.

Sebabkan Tekanan Darah Tinggi
Penelitian menunjukkan tekanan darah tinggi yang berkembang selama kehamilan lebih sering terjadi pada wanita yang hamil di usia tua. Jika Anda mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan, Anda perlu mengunjungi penyedia layanan kesehatan lebih sering. Juga, Anda mungkin disarankan untuk melahirkan sebelum tanggal jatuh tempo untuk menghindari komplikasi.

Bayi Lahir Prematur
Risiko hamil di usia tua yang berikutnya adalah Anda kemungkinan akan melahirkan bayi secara prematur. Kasus kelahiran prematur pada wanita yang hamil di usia tua lebih besar terjadinya. Dan mereka juga melahirkan bayi dengan berat lahir yang rendah. Bayi prematur seringkali memiliki masalah medis yang rumit.

Peluang Operasi Caesar Meningkat
Wanita yang hamil di usia tua memiliki peluang untuk menjalani operasi caesar yang lebih tinggi dibanding mereka yang hamil di usia 20-an. Setelah usia 35 tahun, ada risiko komplikasi terkait kehamilan yang lebih tinggi adalah faktor yang menjadi penyebab banyaknya persalinan caesar.

Risiko Cacat Genetik
Risiko cacat genetik akan lebih tinggi menyerang bayi yang dilahirkan dari ibu yang hamil pada usia tua. Bayi yang lahir dari ibu yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi kromosom tertentu atau cacat bawaan lahir seperti Down Syndrome, penyakit jantung bawaan, polidaktili, hingga bibir sumbing.

Sulit Hamil
Menunda kehamilan hingga di usia pertengahan 30-an dapat membuat Anda lebih sulit hamil. Wanita dilahirkan dengan jumlah sel telur yang terbatas. Saat Anda mencapai usia pertengahan hingga akhir 30-an, jumlah dan kualitas telur menurun. Selain itu, seiring bertambahnya usia, sel telur tidak akan mudah dibuahi dibanding saat Anda masih muda.