Curhat Kapolda soal Penembak Pengacara di Bone Belum Ditangkap Padahal 50 Orang Sudah Diperiksa
Padahal penyelidikan kasus ini sudah satu bulan lamanya.

Pelaku penembakan terhadap seorang pengacara bernama Rudy S Gani (49) masih menjadi tanda tanya meski kejadiannya sudah sebulan lalu. Kepolisian Resor Bone dan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan masih belum berhasil mengungkap sosok pelaku penembakan.
Kepala Kepolisian Daerah Sulsel Inspektur Jenderal Yudhiawan Wibisono mengatakan kasus penembakan terhadap pengacara Rudy S Gani masih dalam proses penyelidikan.
"Masih proses penyelidikan lebih lanjut. Doakan kasus ini segera terungkap," ujarnya singkat di Mapolrestabes Makassar, Selasa (11/2).
Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel Komisaris Besar Jamaluddin Farti mengakui ada kendala penyelidikan dalam kasus penembakan Rudy S Gani. Meski demikian, pihaknya masih memaksimalkan penyelidikan.
"Tadi Anev (analisis dan evaluasi) terakhir dengan Bapak Kapolda. Memang belum (terungkap) dan sabar," kata dia.
Jamaluddin mengungapkan salah satu kendala penyelidikan yakni adanya keterangan salah satu saksi yang berubah-ubah. Ia menyebut setidak sudah 50-an saksi sudah diperiksa.
"Keterangan dari saksi juga kan agak berubah-ubah. Itu juga menjadi salah satu kendala. Tapi kita dalami satu per satu, kita cek apakah alibinya betul atau tidak, sehingga kita butuh waktu," ucapnya.
Sekadar diketahui, Istri pengacara Rudy S Gani (49), Maryam telah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih delapan jam di Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Usai pemeriksaan, Maryam mencurigai tiga orang terduga pelaku penembakan terhadap suaminya.
Maryam mengaku dalam pemeriksaan tersebut dirinya menyerahkan bukti percakapan di facebook antara suaminya dengan orang yang diduga sebagai pelaku. Maryam mengaku dalam percakapan tersebut ada unsur pengancaman terhadap suaminya.
"(Barang bukti) Mungkin tadi itu ada handphone. Terus ada percakapan (antara Rudy dengan yang dicurigai pelaku penembakan)," sebutnya.
Maryam mengaku merasa lega setelah diperiksa oleh penyidik. Ia bersyukur ada banyak pengacara dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang turut mendampingi.
"Alhamdulillah tidak tertekan, karena ada beliau-beliau yang mendampingi," ujarnya.
Maryam berharap setelah pemeriksaan terhadap dirinya, kepolisian bisa menangkap pelaku penembakan terhadap suaminya. Ia percaya kepada polisi bisa mengungkap kasus ini.
"Insya Allah saya yakin (pelaku penembakan terungkap). Saya serahkan ke polisi dan mereka (Peradi Sulsel) yang membantu," ucapnya.