Ini penjelasan lengkap kenapa air & garam di baskom tak bikin hujan
Merdeka.com - Pesan berantai berisi ajakan melawan asap dengan menaruh baskom isi air dan garam masih terus tersebar di dunia maya. Pesan tersebut mengajak warga di seluruh Indonesia untuk meletakkannya secara serentak pada hari ini sekitar pukul 11.00 WIB.
"Makin banyak uap air di udara semakin mempercepat kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara. Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di udara," demikian isi pesan yang diterima merdeka.com, Kamis (22/10).
Kepala Pusdatin dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan informasi yang disampaikan dalam pesan tersebut hoax dan menyesatkan. Tak hanya itu, pesan itu juga telah mencatut nama BMKG.
-
Bagaimana cuaca panas ekstrem memicu kebakaran hutan? Cuaca panas ekstrem dapat memicu percikan apik di area hutan, kemudian semakin menyebar dan menyebabkan kebarakan dalam skala besar.
-
Gimana cara minta hujan? Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meminta hujan. Salah satunya bahkan disebut sebagai sunnah saat kekeringan.
-
Bagaimana cara meminta hujan? Doa minta hujan juga disebut dengan doa istiqa. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca sebanyak mungkin saat musim kemarau, di mana intensitas hujan semakin berkurang bahkan tidak ada hujan sama sekali.
-
Kenapa hujan terjadi? Ilmuwan kini meyakini meningkatnya kelembapan di Bumi dipicu oleh sebuah letusan gunung api besar dan setelah itu hujan pun turun selama jutaan tahun.
-
Mengapa hujan terjadi? Hujan biasanya terbentuk ketika uap air naik ke atmosfer, mendingin, dan kemudian berkondensasi menjadi tetes air. Tetes-tetes air ini kemudian bergabung membentuk awan, dan akhirnya jatuh ke bumi sebagai hujan.
"Berita 'baskomisasi' itu adalah HOAX atau tidak benar. Berita serupa juga pernah beredar luas pada September lalu dengan wadah ember dan baskom. BMKG telah menyampaikan berita itu menyesatkan karena mengatasnamakan BMKG," ujar Sutopo dalam siaran persnya di Jakarta.
Sutopo menambahkan, ajakan untuk membuat uap air dalam baskom demi membantu turunnya hujan tidak masuk akan. Apalagi, penguapan air laut dan samudera di sekitar Indonesia tak bisa membantu memproduksi kondensasi atmosfer dan membentuk awan.
"Apalagi cuma dengan luasan dari baskom," ucapnya singkat.
Saat ini, kondisi perairan laut, cuaca dan atmosfer di Indonesia dalam keadaan kering. Ditambah ada siklon tropis di Filipina yang menarik massa uap air di wilayah Indonesia dan menyebabkan awan-awan tidak terbentuk, termasuk partikel asap yang melayang di atmosfer juga menyerap uap air sehingga awan tidak terbentuk.
"Jika pun ada awan sifatnya mandul, tidak menghasilkan hujan," katanya.
Atas penjelasan tersebut, Sutopo meminta agar masyarakat tidak turut menyebarkan informasi tersebut baik melalui media sosial maupun pesan berantai.
"Sekali lagi, berita itu tidak benar. Mohon jangan disebarluaskan karena membodohi masyarakat. Justru sebarluaskan berita agar jangan membakar hutan dan lahan lagi."
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Cuaca yang tidak menentu sering menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan yang akan melangsungkan acara pernikahan.
Baca SelengkapnyaHujan buatan dapat berdampak buruk bagi lingkungan.
Baca SelengkapnyaMitos hujan panas sering kali dihubungkan dengan pertanda-pertanda mistis atau perubahan cuaca yang signifikan.
Baca SelengkapnyaAnggapan bahwa air hujan dapat menyebabkan penyakit sebenarnya hanyalah sebuah mitos. Sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan hujan bisa bikin sakit.
Baca SelengkapnyaPenting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan di musim hujan.
Baca SelengkapnyaHujan merupakan sebuah rahmat Allah, namun juga bisa menjadi musibah.
Baca SelengkapnyaTeknologi modifikasi cuaca (TMC) di Sumatera Selatan yang dilakukan sejak 8 Agustus 2023 berjalan tak optimal.
Baca SelengkapnyaHujan dapat mendatangkan berkah dan bahaya atau malapetaka.
Baca SelengkapnyaMerdeka.com merangkum informasi tentang doa ketika hujan yang diamalkan oleh Rasulullah.
Baca SelengkapnyaDoa minta hujan sangat dianjurkan di musim kemarau.
Baca SelengkapnyaBMKG telah melakukan TMC pada 19-20 Agustus 2023 untuk melakukan modifikasi cuaca.
Baca Selengkapnya