Publik Harus Dukung Langkah Pemerintah Bersih-Bersih BUMN
Presiden tidak hanya menargetkan 'raja-raja kecil', tetapi juga 'raja besar'.

Direktur Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan korupsi di tubuh PT Pertamina Patra Niaga yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp193,7 triliun per tahun.
Kasus ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk dari PT Pertamina Patra Niaga dan pengusaha swasta, salah satunya Muhammad Kerry Andrianto Riza.
"Pengungkapan kasus ini menunjukkan betapa seriusnya permasalahan korupsi di sektor energi kita. Namun, di sisi lain, ini juga menjadi momentum bagi kita untuk optimis terhadap langkah-langkah tegas yang diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo dalam memberantas korupsi," ujar Jajat.
Jajat menekankan, Presiden Prabowo telah membuktikan komitmennya dalam menindak tegas para pelaku korupsi, tanpa pandang bulu.
"Presiden tidak hanya menargetkan 'raja-raja kecil', tetapi juga 'raja besar' yang selama ini mungkin dianggap untouchable. Ini adalah bukti nyata bahwa di bawah kepemimpinannya, hukum benar-benar ditegakkan," tambahnya.
BUMN Harus Bersih dan Profesional
Lebih lanjut, Jajat menyampaikan keyakinannya bahwa masa depan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia akan semakin cerah di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.
"Dengan adanya tindakan tegas seperti ini, BUMN kita akan semakin bersih dan profesional, sehingga kepercayaan masyarakat luas terhadap institusi negara akan meningkat," tuturnya.
Sebagai penutup, Jajat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.
"Ini adalah perjuangan kita bersama. Mari kita kawal dan dukung langkah-langkah pemerintah demi Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.