China sedang Bangun Teleskop Luar Angkasa yang Bisa Menyaingi James Webb Space Telescope
China Space Station Telescope (CSST) akan diluncurkan pada 2026 dengan kemampuan optik canggih, siap memetakan alam semesta dan mengungkap misteri kosmologi.

China sedang membangun teleskop luar angkasa baru yang diprediksi akan menjadi saingan utama observatorium terbaik dunia, termasuk James Webb Space Telescope (JWST).
Mengutip LiveScience, Minggu (23/2), dikenal sebagai China Space Station Telescope (CSST) atau Xuntian yang berarti "mengamati langit" dalam bahasa Mandarin, teleskop ini tidak hanya sekuat JWST, tetapi juga dapat diperbaiki dan ditingkatkan dari orbit.
Spesifikasi dan Jadwal Peluncuran CSST
CSST dijadwalkan meluncur paling cepat pada 2026. Dengan cermin utama berdiameter 2 meter—sedikit lebih kecil dari cermin Hubble—CSST memiliki keunggulan dalam bidang pandang, yakni 300 kali lebih luas daripada Hubble. Observasinya akan mencakup spektrum cahaya dari ultraviolet hingga inframerah dekat.
Mengungkap Misteri Kosmologi
Dengan kemampuannya, CSST akan mengerjakan berbagai misi penting, seperti:
- Memetakan Lensa Gravitasi Lemah:
Cahaya dari galaksi jauh dibelokkan oleh kelengkungan ruang-waktu akibat massa galaksi lain. Dengan memetakan ratusan ribu galaksi, CSST akan membantu memahami distribusi materi gelap, komponen misterius yang tidak dapat dilihat langsung.
- Menganalisis Klaster dan Void:
CSST akan mempelajari sifat klaster galaksi dan ruang kosong di antaranya, yang dipengaruhi oleh energi gelap, zat yang diyakini mempercepat ekspansi alam semesta.
- Mencari Supernova dan Mengukur Osilasi Akustik Baryon:
Supernova berfungsi sebagai patokan jarak di alam semesta, sedangkan osilasi akustik baryon adalah sisa dari masa awal alam semesta yang membantu memahami evolusi kosmos.
Keunggulan Unik CSST
Berbeda dengan teleskop luar angkasa lain, CSST akan berbagi orbit dengan Stasiun Luar Angkasa Tiangong milik China. Orbit ini memungkinkan teleskop untuk diperbaiki, diganti modul instrumen, dan ditingkatkan, yang memperpanjang masa operasinya hingga puluhan tahun ke depan.
"Kemampuan untuk memperbarui CSST di orbit memberi keunggulan besar dibandingkan teleskop lain yang memiliki masa pakai terbatas," ujar para ilmuwan dari China National Space Administration.
Dengan demikian, peluncuran CSST akan menandai era baru eksplorasi luar angkasa China. Dengan keunggulan teknologi dan kemampuan perawatan di orbit, CSST diharapkan akan memberikan data kosmologi yang berharga selama beberapa dekade ke depan, sekaligus memperkuat posisi China sebagai kekuatan utama dalam penelitian luar angkasa global.