7 Negara dengan Udara Paling Bersih di Dunia, Ada Indonesia?
Inilah tujuh negara yang memenuhi standar kualitas udara yang baik menurut WHO.

Udara yang bersih adalah kebutuhan dasar bagi setiap individu di seluruh dunia, namun tingkat polusi terus meningkat secara signifikan hingga mencapai kondisi yang berbahaya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara terdiri dari campuran yang kompleks antara partikel padat, cair, dan gas.
Berbagai sumber dapat menyebabkan polusi udara, termasuk emisi dari industri, asap kendaraan, pembakaran sampah, gas rumah kaca, debu dari gurun, dan lainnya. Saat ini, teknologi telah tersedia untuk membantu Anda memantau kualitas udara di berbagai lokasi. Dengan informasi ini, Anda dapat lebih waspada dan mengambil tindakan untuk melindungi diri dari efek negatif polusi udara. Meskipun banyak negara berjuang melawan masalah ini, ada beberapa negara yang berhasil mempertahankan kualitas udara yang bersih dan sehat.
Berdasarkan informasi dari WHO, terdapat tujuh negara yang menonjol karena kualitas udara terbaik di dunia. Negara-negara ini telah menerapkan berbagai kebijakan serta teknologi untuk menurunkan emisi polutan dan menjaga kebersihan lingkungan. Mengetahui negara-negara dengan kualitas udara terbaik dapat memberikan inspirasi bagi negara lain untuk meningkatkan upaya dalam memerangi polusi udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi penduduknya, berikut ulasannya Kamis (3/10).
Standar Kualitas Udara dari WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merumuskan pedoman mengenai kualitas udara (AQG) guna membantu negara-negara di seluruh dunia mencapai target yang ditetapkan, baik di tingkat nasional, regional, maupun kota, dalam usaha meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengurangan polusi udara. Dengan menyadari bahwa udara bersih merupakan kebutuhan fundamental bagi manusia, WHO mengambil tindakan untuk menangani masalah polusi udara yang semakin parah.
Polusi udara menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan, berpotensi menyebabkan penyakit tidak menular (NCDs) seperti serangan jantung dan stroke. Berdasarkan data dari WHO, sekitar 7 juta kematian dini terjadi akibat dampak polusi udara, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Selain itu, jutaan orang lainnya juga terpapar risiko penyakit akibat polusi yang dihirup. WHO secara rutin mengumpulkan bukti ilmiah tentang pengaruh polusi udara terhadap kesehatan dan memantau perkembangan kualitas udara di berbagai negara. Pedoman yang disusun oleh WHO didasarkan pada kajian literatur yang sistematis, bertujuan untuk menjadi acuan bagi seluruh negara di dunia demi terciptanya udara yang bersih dan masyarakat yang sehat.
Negara dengan Udara Terbersih

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa partikel-partikel halus dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan dan selanjutnya menyebar ke dalam aliran darah, yang pada gilirannya dapat memengaruhi seluruh organ tubuh. Paparan terhadap partikel-partikel ini berpotensi menyebabkan berbagai penyakit pada sistem kardiovaskular dan pernapasan, termasuk stroke dan kanker paru-paru.
Pedoman kualitas udara dibuat untuk diterapkan di berbagai kondisi di seluruh dunia dan juga bertujuan untuk mendukung adanya regulasi yang jelas mengenai pengelolaan kualitas udara. Kualitas udara yang baik memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk kesehatan. Ada berbagai cara untuk mengurangi polusi udara, seperti penerapan regulasi yang jelas terkait sektor transportasi, energi, pengelolaan limbah, dan pertanian. Berdasarkan laporan dari euronews.com, terdapat tujuh negara yang telah memenuhi pedoman kualitas udara yang ditetapkan oleh WHO:
- Australia
- Estonia
- Finlandia
- Grenada
- Islandia
- Mauritius
- Selandia Baru