Cara Cegah Komplikasi Influenza pada Anak yang Penting Diketahui
Influenza atau flu pada anak bisa serius; kenali gejalanya, kapan harus ke dokter, dan cara mencegahnya agar si kecil tetap sehat.

Influenza atau yang lebih dikenal sebagai flu merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan anak, meliputi hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Meskipun seringkali dianggap ringan dan sembuh dalam waktu singkat, influenza pada anak dapat berkembang menjadi kondisi serius.
Terutama, pada bayi dan anak dengan riwayat penyakit tertentu. Artikel ini akan membahas gejala, kapan harus segera membawa anak ke dokter, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Gejala Influenza Anak
Gejala influenza pada anak bervariasi, Salah satunya demam tinggi hingga batuk dan pilek. Demam tinggi yang bisa mencapai 39,4°C hingga 40,5°C merupakan salah satu tanda utama. Pada bayi di bawah 3 bulan, demam di atas 39°C, dan pada anak di atas 3 bulan, demam di atas 40°C, perlu diwaspadai.
Gejala lainnya meliputi nyeri tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk (kering atau berdahak), kelelahan, pilek atau hidung tersumbat, muntah dan diare (khususnya pada anak kecil), mata merah dan berair, kehilangan nafsu makan, hingga napas pendek dan bibir membiru.
Kejang juga dapat terjadi akibat demam yang sangat tinggi. Penanganan influenza pada anak umumnya bersifat suportif atau bertujuan meredakan gejala. Istirahat cukup, banyak minum cairan (ASI untuk bayi, air putih, atau jus buah), dan obat penurun demam sangat penting.
Obat untuk meredakan batuk dan pilek juga dapat diberikan sesuai anjuran dokter. Vaksinasi influenza tahunan direkomendasikan untuk anak usia 6 bulan ke atas sebagai langkah pencegahan terbaik.
Selain itu, menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan orang sakit, dan menjaga kesehatan umum anak juga sangat penting.

Kapan Harus Segera ke Dokter?
Orang tua perlu waspada dan segera membawa anak ke dokter jika menunjukkan gejala-gejala berikut:
- Demam tinggi yang berlangsung lebih dari 38°C
- Kejang demam, kesulitan bernapas, napas cepat atau mengi, muntah dan diare hebat yang menyebabkan dehidrasi
- Perubahan perilaku signifikan (seperti lesu berlebihan atau rewel yang tidak biasa)
- Bibir membiru, gejala memburuk atau tidak membaik setelah beberapa hari, dan bayi di bawah 6 bulan yang menunjukkan gejala influenza.
Perawatan medis yang tepat waktu sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Perlu diingat bahwa gejala influenza mirip dengan pilek biasa. Namun, influenza biasanya muncul lebih cepat dan lebih parah.
Influenza sering disertai demam tinggi, nyeri otot signifikan, dan kelelahan ekstrem. Pilek biasanya berkembang secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan. Meskipun pengobatan umumnya suportif, komplikasi influenza pada anak dapat terjadi dan memerlukan penanganan medis segera.
Komplikasi tersebut dapat meliputi pneumonia (infeksi paru-paru), bronkitis (peradangan saluran udara), dehidrasi akibat muntah dan diare, dan ensefalitis (peradangan otak).
Pada kasus yang jarang, influenza dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak dengan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya seperti asma atau penyakit jantung.

Mengatasi Komplikasi Influenza pada Anak
Penanganan komplikasi influenza pada anak bergantung pada jenis dan tingkat keparahan komplikasi. Pneumonia mungkin memerlukan pengobatan antibiotik, sementara dehidrasi membutuhkan pemberian cairan intravena.
Pengobatan suportif seperti istirahat, cairan, dan obat penurun demam tetap penting. Pemantauan ketat oleh dokter sangat penting untuk memastikan komplikasi tertangani dengan baik dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Pencegahan tetap menjadi kunci utama. Vaksinasi influenza tahunan, menjaga kebersihan, dan menghindari kontak dengan individu yang sakit sangat efektif dalam mengurangi risiko infeksi dan komplikasi. Dengan kewaspadaan dan penanganan yang tepat, kita dapat melindungi anak-anak kita dari dampak serius influenza.
Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kesehatan anak Anda, selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis profesional untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat. Kesimpulannya, influenza pada anak dapat menimbulkan berbagai gejala dan komplikasi serius.
Penting untuk mengenali tanda-tanda bahaya, segera mencari pertolongan medis jika diperlukan, dan melakukan pencegahan yang tepat untuk melindungi kesehatan si kecil.