Diluncurkan Hari Ini, Ketahui Fakta dan Tujuan Pembentukan Danantara
Presiden Prabowo Subianto luncurkan Danantara, lembaga investasi baru yang akan mengelola aset BUMN senilai Rp 15.000 triliun.

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Danantara sebuah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara pada hari ini, (24/2). Lembaga ini ditugaskan untuk mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang nilainya mencapai Rp15.000 triliun.
Tujuan utama pembentukan Danantara adalah untuk mengoptimalkan pengelolaan aset-aset tersebut guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi, inklusif, dan berkualitas.
Peluncuran Danantara menandai langkah signifikan dalam upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas aset negara. Danantara diharapkan mampu menjadi katalis percepatan pembangunan ekonomi Indonesia.

Lembaga ini diproyeksikan akan berperan penting dalam menarik investasi asing dan mendorong transformasi ekonomi nasional menuju era yang lebih modern dan kompetitif.
Kehadiran Danantara juga diharapkan mampu meminimalisir risiko kerugian dan memaksimalkan keuntungan dari pengelolaan aset BUMN. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci keberhasilan Danantara.
Oleh karena itu, lembaga ini melibatkan pengawasan ketat dari berbagai instansi pemerintah, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Makna dan Tujuan Nama
Nama Danantara berasal dari singkatan Daya Anagata Nusantara. Presiden Prabowo menjelaskan, bahwa 'Daya melambangkan kekuatan, Anagata melambangkan masa depan, dan Nusantara sebagai cerminan Tanah Air Indonesia,'
Hal itu disampaikan Prabowo dalam konferensi pers yang diadakan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/2/2025). Nama ini diharapkan mampu mencerminkan harapan agar Danantara dapat menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia di masa yang akan datang.
Tujuan utama dari Danantara adalah untuk mengelola investasi negara dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Ini mencakup investasi di sejumlah sektor strategis seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, serta industri hilir.
Dengan demikian, Danantara diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak. Dengan melakukan investasi di sektor-sektor strategis, Danantara diharapkan dapat mendorong diversifikasi ekonomi Indonesia.
Misi dan Tujuan Danantara: Transformasi Ekonomi Indonesia
Tujuan utama Danantara adalah mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN senilai Rp 15.000 triliun untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini akan dicapai melalui berbagai strategi investasi yang akan dijalankan oleh Danantara.
Danantara akan berfungsi sebagai super holding bagi BUMN serta sebagai sarana investasi pemerintah. Pembentukan Danantara diatur dalam undang-undang baru mengenai BUMN yang telah disahkan pada 5 Februari 2025.
Dalam hal ini, Danantara akan berperan sebagai eksekutor, yang berbeda dengan peran Kementerian BUMN yang berfungsi sebagai regulator. Meskipun demikian, Kementerian BUMN tetap ada dan memiliki tanggung jawab sebagai pengawas serta regulator untuk BUMN.
Sebagai eksekutor, Danantara bertugas untuk mengelola dividen yang diperoleh dari BUMN dan mengalokasikannya untuk berbagai investasi. Sebelumnya, dividen BUMN diserahkan kepada Kementerian Keuangan dan dimasukkan ke dalam APBN.

Dengan adanya Danantara, proses pengelolaan dividen ini menjadi lebih efisien dan terarah. Hal ini merupakan langkah signifikan dalam pengelolaan keuangan negara serta BUMN, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional yang lebih baik.
Peran Danantara sebagai super holding BUMN dan kendaraan investasi pemerintah menunjukkan bahwa tugas yang diemban sangat besar dan kompleks. Keberhasilan Danantara sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara Danantara, Kementerian BUMN, serta kementerian terkait lainnya.
Kepemimpinan dan Struktur Organisasi Danantara
Danantara dipimpin oleh dewan direksi dan dewan pengawas yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengalaman di bidang ekonomi dan investasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, ditunjuk sebagai CEO.
Posisi COO diemban oleh Dony Oskaria, yang juga Wakil Menteri BUMN dan Wakil Komisaris Utama PT Pertamina. Sementara itu, Pandu Sjahrir, seorang investor di sektor teknologi dan eksekutif di Toba Bara Sejahtera, ditunjuk sebagai CIO.
Dewan pengawas Danantara dipimpin oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua, dan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua. Keterlibatan lembaga-lembaga lain diharapkan dapat memastikan pengelolaan aset BUMN berlangsung transparan dan akuntabel, serta bebas dari praktik korupsi dan penyimpangan lainnya.

Struktur organisasi yang kuat dan pengawasan yang ketat ini menjadi kunci keberhasilan Danantara dalam mencapai tujuannya.
Komposisi dewan direksi dan dewan pengawas yang terdiri dari para profesional berpengalaman di bidangnya menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjalankan Danantara secara profesional dan akuntabel.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor baik domestik maupun internasional terhadap pengelolaan aset negara. Dengan latar belakang dan pengalaman para pemimpinnya, Danantara diharapkan mampu menjalankan misinya untuk mendorong investasi dan transformasi ekonomi Indonesia.