Pagarnya Bambu, Begini Kondisi Rumah AKP Lusiyanto Polisi Gugur Ditembak TNI Jauh dari Mewah
Potret sederhana rumah AKP (Anm) Lusiyanto, salah satu polisi yang gugur dalam tugasnya di Lampung.

Peristiwa penembakan yang menewaskan tiga anggota polisi saat melakukan penggerebekan lokasi judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, meninggalkan duka mendalam bagi satuan Korps Bhayangkara.
Kapolsek Negara Batin AKP (Anm) Lusiyanto menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut. Sosoknya pun langsung ramai jadi sorotan. Semasa hidup, ia dikenal sebagai orang yang sangat sederhana.
Melalui unggahan di Instagram @polisi_palembang, membagikan video merekam potret kondisi rumah mendiang Lusiyanto yang bisa dibilang cukup jauh dari kata mewah. Terlihat kediaman sang Kapolsek berada di dalam gang sempit yang hanya bisa dilewati oleh sepeda motor.

Salah satu anggota Polda Lampung dalam video menunjukkan potret tempat tinggal Lusiyanto yang masih menggunakan bambu sebagai pagar. Dia kemudian mengaku tak kuasa menahan haru ketika masuk ke rumah rekan sejawatnya yang telah gugur itu.
"Jadi ini kondisinya seperti ini lewat gang kecil seperti ini. Ini adalah rumah beliau penampilannya seperti ini dengan kondisi amat sangat sederhana. Pagarnya bambu, dindingnya plester, ya inilah kondisi rumah sederhananya beliau AKP Lusiyanto" ungkap polisi dalam video.
Dalam video, ditunjukkan juga potret kondisi bagian dalam rumah. Terdapat foto-foto mendiang AKP Lusiyanto dipajang di dinding. Namun selebihnya seluruh ruangan dan perabotan yang ada juga tetap sederhana.

Dikenal Sosok Sederhana dan Jujur
Belum lama ini, pemilik akun Instagram @sakurakecah dalam unggahan @gegana_id juga sempat berbagi kisah perjuangan hidup Lusiyanto. Dalam komentarnya, pemilik akun tersebut mengaku sebagai tetangga dekat dari korban.
Dia mengungkapkan, almarhum merupakan sosok polisi yang sederhana. Meski memiliki pangkat dan jabatan, Lusiyanto disebut tak pernah neko-neko. Bahkan dalam satu kesempatan terungkap, Lusiyanto pernah diberi uang suap dari para pengusaha namun ditolaknya secara mentah-mentah.
“Kapolsek AKP Lusianto deket rumahku. Dimakamkan di kampung orang tuanya, Belitang. Wong orak aneh-aneh Kapolseknya. Dikasih uang dari pengusaha-pengusaha aja gak pernah terima, makanya beliau jadi kapolsek,” tulis akun @sakurakecah dalam kolom komentar.

Meski punya jabatan sebagai Kapolsek, Lusiayanto disebut tetap menjalani hidup dengan harta benda seadanya. Bahkan, tetangga dari almarhum menyebut jika Lusiyanto tergolong masih hidup dengan kesulitan.
Tetangga mengungkap jika almarhum bahkan rela menjual sawah hasil warisan demi membeli mobil tua untuk menunjang ketugasannya sebagai pimpinan Polsek Negara Batin.
"Masih susah hidupnya. Dulu dinas Tanggamus pakai motor mio bodol, baru punya mobil Terios tua dari hasil jual warisan sawah," terangnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan terhadap tiga personelnya yang gugur dengan memberikan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi.
Kronologi Kejadian
AKP Anumerta Lusiyanto bersama dua anggota polisi lainnya gugur dalam tugas saat menggrebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Senin (17/3) sore sekitar pukul 16.50 WIB.
Awalnya, Polsek Negara Batin menerima informasi mengenai aktivitas judi sabung ayam di Kampung Karang Manik. Setelah penyelidikan awal, lalu diterjunkan 17 personel untuk melakukan penggerebekan di lokasi
Lusiyanto selaku Kapolsek Negara Batin memimpin langsung operasi tersebut. Saat tim kepolisian tiba di arena sabung ayam, tiba-tiba mereka diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan tiga personel tewas.
Dua anggota TNI terduga penembak personel Polsek Negara Batin telah ditangkap. Terhadap keduanya juga telah dilakukan penahanan untuk memudahkan proses pemeriksaan.