Dulu Penumpang Pesawat Boleh Merokok di Dalam Kabin, Begini Sejarahnya Hingga Akhirnya Dilarang Keras
Larangan merokok di pesawat kini menjadi norma di seluruh dunia, dan perjalanan menuju kebijakan ini sangat menarik untuk ditelusuri.

Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan seorang penumpang kelas bisnis Garuda Indonesia kedapatan menggunakan rokok elektrik di dalam pesawat, viral di media sosial. Kejadian tersebut terjadi pada penerbangan GA 1904 rute Jakarta - Medan (Kualanamu).
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap penumpang yang melanggar aturan tersebut.
"Adapun penumpang bersangkutan setibanya di Bandara Kualanamu langsung dijemput oleh Tim Avsec untuk pelaksanaan prosedur investigasi lebih lanjut," kata Wamildan dalam keterangannya, Sabtu (29/3).
Di masa lalu, merokok di dalam pesawat adalah hal yang umum dan diterima. Banyak maskapai penerbangan bahkan menyediakan area khusus merokok bagi penumpangnya. Namun, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya kesehatan dan keselamatan, praktik ini telah mengalami perubahan signifikan.
Larangan merokok di pesawat kini menjadi norma di seluruh dunia, dan perjalanan menuju kebijakan ini sangat menarik untuk ditelusuri.
Sejak sebelum tahun 1990-an, merokok di pesawat diperbolehkan, bahkan di beberapa penerbangan internasional. Dalam periode ini, penumpang dapat menikmati kebiasaan merokok mereka selama penerbangan tanpa merasa tertekan.
Namun, dengan meningkatnya laporan tentang dampak negatif dari asap rokok, terutama dalam ruang tertutup seperti pesawat, mulai ada dorongan untuk mengubah kebijakan ini.
Larangan merokok pertama kali diusulkan secara resmi di Amerika Serikat pada tahun 1989, yang hanya berlaku untuk penerbangan domestik dengan durasi kurang dari enam jam. Langkah ini menjadi awal dari perubahan besar dalam industri penerbangan, di mana maskapai lain di seluruh dunia mulai mengikuti jejak tersebut.
Delta Air Lines mencatat sejarah sebagai maskapai pertama yang melarang merokok di semua penerbangannya pada tahun 1995, diikuti oleh British Airways pada tahun 1998.
Awal Larangan Merokok di Pesawat
Perubahan kebijakan merokok di pesawat bukanlah hal yang instan. Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, semakin banyak maskapai yang mulai menerapkan larangan merokok. Sebagai contoh, pada tahun 1990, maskapai penerbangan di Kanada juga mulai melarang merokok dalam penerbangan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap keselamatan dan kesehatan penumpang semakin meningkat.
Tahun 1997 menjadi titik penting ketika Uni Eropa memberlakukan larangan merokok di semua penerbangan di wilayahnya. Langkah ini diikuti oleh Amerika Serikat yang pada tahun 2000 mengimplementasikan larangan merokok di semua penerbangan domestik dan internasional.
Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk penumpang, tetapi juga untuk awak kabin, yang sebelumnya terpapar asap rokok secara terus-menerus.
Alasan di Balik Larangan Merokok
Ada beberapa faktor yang mendorong larangan merokok di pesawat. Salah satunya adalah bahaya kebakaran yang disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Insiden kebakaran pesawat akibat merokok menjadi salah satu pemicu utama larangan ini.
Selain itu, asap rokok dapat meningkatkan risiko kebakaran di dalam pesawat, yang tentu saja sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan.
Masalah kesehatan juga menjadi alasan penting di balik larangan ini. Asap rokok dapat menyebabkan iritasi pada mata dan tenggorokan penumpang, serta meningkatkan risiko kanker paru-paru, terutama bagi para pramugari yang terpapar asap rokok secara terus-menerus selama bertugas. Dalam konteks ini, larangan merokok di pesawat adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan semua orang yang berada di dalam pesawat.
Selain itu, tekanan publik dari berbagai pihak, termasuk asosiasi pramugari dan organisasi kesehatan, turut mendorong pemerintah dan maskapai penerbangan untuk melarang merokok di pesawat. Kesadaran masyarakat akan bahaya merokok semakin meningkat, dan hal ini mendorong perubahan kebijakan yang lebih ketat.
Perubahan Standar Global
Meskipun merokok di pesawat pernah menjadi hal yang umum, larangannya kini telah menjadi standar global. Banyak negara di seluruh dunia telah mengadopsi kebijakan larangan merokok di pesawat, demi keselamatan dan kesehatan penumpang serta awak kabin. Perubahan ini mencerminkan peningkatan kesadaran akan bahaya merokok dan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih aman dan sehat.
Larangan ini juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi penumpang yang tidak merokok, sehingga mereka dapat merasa lebih nyaman selama penerbangan. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan industri penerbangan dapat terus berinovasi untuk menciptakan pengalaman terbang yang lebih baik bagi semua penumpang.
Dengan demikian, perjalanan menuju larangan merokok di pesawat merupakan contoh nyata bagaimana perubahan kebijakan dapat terjadi seiring dengan perkembangan kesadaran masyarakat. Kebijakan ini tidak hanya mengedepankan keselamatan, tetapi juga kesehatan penumpang dan awak kabin, yang menjadi prioritas utama dalam industri penerbangan modern.