Persaingan Memanas, Apple Berikan Diskon iPhone di China di Tengah Kebangkitan Huawei
Pengiriman ponsel pintar Apple turun 6 persen dari tahun-ke-tahun di China.

Apple menawarkan diskon besar-besaran untuk iPhone kelas atas dan produk lainnya. Diskon ini berlaku pada perayaan libur panjang Imlek 2025.
Melansir CNBC.com, Senin (27/1), raksasa teknologi asal AS tersebut itu memberi pelanggan diskon 500 yuan China atau USD 68,50 untuk iPhone 16 Pro atau iPhone 16 Pro Max. Potongan Diskon tersebut setara Rp1,1 juta dengan asumsi kurs Rp16.210 per USD.
Semetara untuk iPhone 16 atau iPhone 16 Plus diskon diberikan sekitar 400 yuan. Penawaran itu juga mencakup diskon untuk iPhone 14 dan iPhone 15.
Tawaran diskon besar-besaran ini mengherankan pasar di China. Sebab, selama ini Apple menolak menawarkan diskon melalui saluran ritelnya sendiri.
Sebaliknya, pengecer pihak ketiga akan menawarkan penawaran pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Namun, seiring meningkatnya persaingan, Apple lebih cenderung mengumumkan penawaran musiman tahun lalu.
Sikap royal Apple ini di tak lepas dari kian ketatnya persaingan yang ketat di salah satu pasar terpentingnya, yakni China. Terutama ditopang oleh kebangkitan Huawei.
Tercatat, kinerja sejumlah perusahaan domestik China seperti Huawei dan merek domestik lainnya kian moncer.
Bahkan, pengiriman ponsel pintar Apple turun 6 persen dari tahun-ke-tahun di China daratan pada kuartal ketiga tahun 2024, menurut Canalys. Pangsa pasar perusahaan juga merosot menjadi 14 persen dari 16 persen tahun sebelumnya.
Sementara itu, pengiriman Huawei melonjak 24 persen dari tahun ke tahun. Menurut data Canalys, sementara pangsa pasar perusahaan mencapai 16 persen dari 13 persen tahun sebelumnya.
Huawei, yang pernah menjadi pemain ponsel pintar nomor satu di dunia sebelum sanksi AS melumpuhkan bisnis ponselnya, telah secara agresif meluncurkan perangkat baru sejak paruh kedua tahun 2023. Perangkat ini berisi chip yang menurut banyak orang akan sulit diproduksi karena pembatasan AS terhadap Huawei.
Tahun lalu, perusahaan teknologi China tersebut meluncurkan ponsel lipat tiga pertama dalam upaya untuk memamerkan kemampuan teknologinya.