Unik! Perusahaan di China Tawarkan Layanan 'Pura-Pura Kerja' Untuk Pengangguran
Layanan ini dirancang untuk membantu orang-orang menyembunyikan status pengangguran mereka dari keluarga.

Perusahaan-perusahaan di China kini menghadirkan layanan unik berupa ‘pura-pura bekerja’ yang menawarkan pengalaman seperti pegawai kantoran sungguhan, lengkap dengan ruang kerja dan makan siang.
Dengan tarif hanya 30 yuan atau sekitar Rp67 ribu per hari, layanan ini dirancang untuk membantu orang-orang menyembunyikan status pengangguran mereka dari keluarga.
Melansir dari China Morning Post, di provinsi Hebei, Tiongkok utara, seorang warganet membagikan video tentang sebuah ruang kantor, mengiklankannya sebagai solusi bijaksana bagi orang-orang yang malu karena menjadi pengangguran.
“Dengan 29,9 yuan per hari, Anda dapat 'bekerja' di sini dari pukul 10 pagi hingga 5 sore, termasuk makan siang,” kata mereka dikutip Minggu (19/1).
Pengguna internet anonim lainnya mempromosikan layanan serupa, dengan mengenakan biaya 50 yuan (US$7) bagi klien untuk berpose sebagai ‘bos’ di kursi kulit dan mengambil foto untuk meyakinkan keluarga mereka.
“Banyak perusahaan besar yang memberhentikan pekerjanya. Saya punya kantor cadangan dan berpikir ini bisa memberi para pengangguran tempat untuk tinggal dan bersosialisasi,” tulis orang tersebut.
Dia mengatakan, meskipun sudah ada permintaan keterangan, namun belum ada yang mendatangi kantornya.
Tren Ini Kurangi Tekanan Psikologis Pengangguran
Tren ‘berpura-pura bekerja’ telah menarik banyak perhatian di media sosial, dengan topik terkait yang ditonton lebih dari 100 juta kali. Seorang pengamat daring mengatakan hal ini membantu meredakan tekanan psikologis pada pengangguran.
Namun, orang lain mengkritiknya karena mendorong pelarian dan berpendapat tren tersebut menghambat proses pencarian pekerjaan baru. Netizen lain membagikan kisahnya sendiri.
“Setelah saya di-PHK enam bulan lalu, orang tua saya membantu saya kembali ke kampung halaman. Orang tua akan selalu mendukung Anda, jangan pernah kehilangan rasa percaya diri,” tulis orang tersebut.
Pada Juni 2023, tingkat pengangguran pemuda di Tiongkok memecahkan rekor, mencapai 21,3 persen untuk kelompok usia 16-24 tahun. Angka ini mendorong pemerintah untuk menangguhkan publikasi data selama beberapa bulan dan kemudian mengubah metode perhitungan dengan mengecualikan siswa.
Hasilnya, pengangguran pemuda pada November 2023 tercatat turun menjadi 16,1 persen, melanjutkan tren penurunan selama tiga bulan berturut-turut.
Namun, fenomena mengejutkan muncul di tengah masyarakat, sejumlah orang muda dilaporkan menyembunyikan status pengangguran mereka dari keluarga, mencerminkan tekanan sosial yang semakin besar.