Ada di Tengah Permukiman Warga, Begini Kisah Masjid Kuno Kaujon Serang yang Dibangun Pada 1936
Ada simbol dua buah nanas di dalam masjid yang konon menggambarkan kondisi manusia.
Ada simbol dua buah nanas di dalam masjid yang konon menggambarkan kondisi manusia.
Ada di Tengah Permukiman Warga, Begini Kisah Masjid Kuno Kaujon Serang yang Dibangun Pada 1936
Sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam, Kota Serang di Banten memiliki ragam masjid kuno yang masih ada hingga sekarang. Salah satu di antaranya adalah Masjid Kuno Kaujon yang berlokasi di Kampung Kaujon, Kelurahan Serang.
Saat pertama kali datang, suguhan bangunan khas arsitektur kuno begitu kental dari masjid ini. Catnya berwarna hijau, dengan pintu dan jendelanya yang membentuk setengah lingkaran.
-
Kapan Masjid Pecinan Tinggi Banten dibangun? Tahun pembangunan diperkirakan pada 1552, atau empat tahun sebelum pendirian Masjid Agung Banten lama pada 1556.
-
Kapan Masjid Agung Banten dibangun? Dalam laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, disebutkan bahwa masjid besar ini mulai dibangun atas perintah Sultan Maulana Hasanuddin, Putra dari Sunan Gunung Jati, sekitar tahun 1552 – 1570 M.
-
Dimana masjid kuno ini ditemukan? Tim Arkeolog Israel menemukan sebuah masjid kuno langka di Kota Rahat, Badui Negev, Israel.
-
Kenapa Masjid Ats Tsauroh disebut Masjid Agung Serang? Penyematan nama Masjid Agung Serang sendiri karena pertimbangan posisi yang berada di tengah pusat kota, dengan kapasitas jemaah yang besar.
-
Di mana letak Masjid Agung Banten? Masjid Agung Banten menjadi destinasi religi utama yang ada di provinsi tersebut.
-
Kapan Masjid Raya Sumatra Barat diresmikan? Awal pembangunan masjid ini ditandai dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007 silam.
Dahulu masjid ini jadi saksi perkembangan Islam di Serang. Motif khas Timur Tengah banyak terlihat di dinding, terutama ruang imam. Usut punya usut, penamaan Kaujon berasal dari nama kampung tersebut, yakni Kaujon Kulon.
Yuk kenalan dengan Masjid Kuno Kaujon, Kota Serang.
Gambar: Youtube Mang Dhepi Channel
Dibangun Pada 1936
Salah satu penyebab masjid tersebut dianggap kuno adalah tertulisnya tahun pembangunan. Mengutip Youtube Mang Dhepi yang biasa memuat soal budaya dan sejarah Banten, di sana tertulis tahun pendiriannya pada 1936.
Kala itu, kawasan tersebut sudah dikenal sebagai daerah Islam. Banyak di antara kalangan Belanda yang mengakuinya bahkan menganggap daerah tersebut sebagai daerah taat beragama.
Namun niat membangun masjid sebagai tempat tetap terlaksana, karena masyarakat bahu membahu dan melakukan perlawanan terhadap pihak Belanda yang sempat menolak.
Padukan Budaya Jawa
Sisi unik dari masjid ini adalah di arsitekturnya. Secara utuh, sebagian besar inspirasi konstruksinya diambil dari Masjid Agung Demak.
Ciri ini terlihat dari bagian atapnya yang berbentuk atap tumpang tiga, dengan lengkungan di tiap ujungnya. Lalu di pucuk juga terdapat Memolo, yang berarti mahkota, simbol kebudayaan Jawa Islam di zaman kerajaan.
- Cerita di Balik Masjid Kuno Al Anwar Angke, Dibangun Tahun 1761 dan Jadi Tempat Rahasia Pejuang Kemerdekaan
- Mengenal Masjid Kuno Kenari di Serang, Dulu Tempat Peristirahatan Sultan Banten
- Melihat Jejak Kebudayaan Jawa di Masjid Agung Manonjaya Tasikmalaya, Ada Kubah yang Simbolkan Perdamaian
- Kisah di Balik Megahnya Masjid Sukalila di Serang yang Berusia Ratusan Tahun, Luasnya Satu Hektare dan Terdapat Makam Kuno
Dari bangunan utama, desain awal masjid juga tak banyak diubah dan hanya diperkokoh agar bentuk dan desainnya tetap sama seperti awal.
Terdapat Saka Guru
Kebudayaan Jawa juga bisa terlihat dari adanya empat saka guru atau tiang besar yang ada di tengah bangunan utama. Saka guru ini masing-masing berdiri tegak untuk menopang atap.
Terkait fungsi utamanya, saka guru biasa dijadikan sebagai penopang utama. Saka berarti tiang, dan guru artinya besar. Bisa disimpulkan bahwa tiang-tiang besar ini menjadi pondasi dari kekuatan Islam di masjid tersebut.
Selain mencuri perhatian, saka guru ini banyak diminati para penyuka sejarah karena saat ini sudah jarang ada masjid yang memakai gaya arsitektur tersebut.
Ada Simbol Buah Nanas di Tempat Imam
Jika jeli, di mihrab untuk tempat imam terdapat desain yang juga kuno. Bahkan, di sana terdapat hiasan dua jenis buah nanas. Pertama, buah nanas masih memiliki kulit dan kedua buah nanas yang sudah dikupas.
Buah nanas berkulit menyimbolkan manusia yang kotor dan penuh dosa, sementara nanas yang sudah terkupas kulitnya, menggambarkan manusia yang bersih karena telah bertaubat. Ini sekaligus menekankan fungsi masjid sebagai tempat untuk memohon kebaikan.
Nanas-nanas tersebut terlihat berwarna kuning, dan berada di kanan serta kiri mihrab Masjid Kaujon, Serang.
Pengingat kepada Allah SWT
Masjid Kaujon juga diketahui menyiratkan pesan keabadian karena usianya yang hampir satu abad. Ini menyimbolkan Allah yang abadi sebagai pengendali hidup manusia, agar selalu berada di jalan kebaikan.
Kemudian, masjid ini juga meminta kepada masyarakat yang sudah bertobat agar tidak kembali bermaksiat, sesuai simbol buah nanas yang ada di mihrab.
Selain untuk beribadah, masjid ini juga biasa menjadi lokasi wisata religi di Kota Serang. Kebanyakan orang tertarik dengan gaya arsitektur serta sejarahnya di masa silam.