Pengakuan Saksi Sempat Berniat Kenalkan 2 Rekan Polri ke Azis Syamsuddin
Menurut JPU, Azis menyuap Robin dan pengacara Maskur Husain dengan tujuan agar Robin dan Maskur untuk memuluskan pengurusan kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK terhadap kasus di Lampung Tengah.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan saksi Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Agus Supriyadi dalam sidang perkara dugaan suap penanganan kasus di Lampung Tengah dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin.
Dalam kesaksiannya, Agus mengaku pernah berniat mengenalkan dua temannya di KPK ke Azis Syamsuddin sebelum mengenalkan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin. Hal itu terungkap saat JPU KPK bertanya apakah Agus Supriyadi apakah pernah mengenalkan orang lain ke Azis.
-
Siapa yang ditahan KPK terkait kasus dugaan korupsi? Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin juga merespons penahanan politikus PKB Reyna Usman terkait kasus dugaan korupsi pengadaan software pengawas TKI di luar negeri.
-
Siapa yang diperiksa KPK terkait kasus korupsi SYL? Mantan Ketua Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI), Hanan Supangkat akhirnya terlihat batang hidungnya ke gedung Merah Putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (25/3) kemarin. Dia hadir diperiksa terkait kasus tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Syahrul Yasin Limpo (SYL).
-
Apa yang ditemukan KPK terkait dugaan korupsi Bantuan Presiden? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya dugaan korupsi dalam bantuan Presiden saat penanganan Pandemi Covid-19 itu. "Kerugian sementara Rp125 miliar," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, Rabu (26/6).
-
Bagaimana Karen Agustiawan melakukan korupsi? Firli menyebut, Karen kemudian mengeluarkan kebijakan untuk menjalin kerjasama dengan beberapa produsen dan supplier LNG yang ada di luar negeri di antaranya perusahaan Corpus Christi Liquefaction (CCL) LLC Amerika Serikat. Selain itu, pelaporan untuk menjadi bahasan di lingkup Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dalam hal ini Pemerintah tidak dilakukan sama sekali sehingga tindakan Karen tidak mendapatkan restu dan persetujuan dari pemerintah saat itu.
-
Apa yang disita KPK dari Syahrul Yasin Limpo? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyitaan terhadap aset milik terdakwa Syahrul Yasin Limpo (SYL) selaku mantan Menteri Pertanian (Mentan) yang terjerat kasus dugaan korupsi dan tengah menjalani persidangan. Adapun barang yang diamankan adalah sebuah mobil jenis minibus, yang ditemukan di daerah Sulawesi Selatan.
-
Kenapa Mulsunadi ditahan KPK? Untuk kebutuhan penyidikan tim penyidik melakukan penahanan MG untuk 20 hari pertama terhitung tanggal 31 Juli 2023 sampai dengan 19 Agustus 2023
"Berupaya tidak. Karena sepanjang Azis ngomong itu di Februari 2019, kemudian saya hubungi teman letting (angkatan) saya atas nama Soni dan Bisma, awalnya saya mau ajak makan," kata Agus dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Senin (13/12).
Dengan rencana mau ngajak makan Soni dan Bisma yang merupakan teman seletting (seangkatan), Agus sempat menawari mereka untuk bersilaturahmi dengan Azis sekali-kali.
"Mau makan tanya kabar setelah itu 'gimana pak nanti kita ke Jakarta kita ngobrol-ngobrol lah, oh iya gimana ada giat enggak?' terus saya bilang 'sekali-kali nanti main-lah ke tempat Pak Azis silaturahmi," tuturnya.
"Saat itu enggak sempat ketemu, karena memang jawaban mereka saya lagi sibuk mas. Jawaban mereka gitu," tambahnya.
Mendengar jawaban Agus, lantas JPU mengkonfirmasi terkait BAP Agus yang menyatakan rencananya untuk mengenalkan Azis ke Soni dan Bisma yang merupakan teman lettingnya di Polri.
"BAP 10: Dapat saya sampaikan selain dari Stepanus Robin Pattuju, saya enggak pernah kenalkan anggota Polri yang lain (penyidik kpk) kepada Azis, akan tetapi saya pernah menelepon teman saya di KPK antara lain saudara Soni, saudara Bisma untuk bertemu di Jakarta dan akan bertemu saudara saya," sebutnya.
"Saat saya telepon itu terjadi pertengahan 2019, dan akan dipertemukan saudara saya. Tetapi rekan saya tersebut tidak mau. Saudara yang saya maksudkan adalah tersangka Azis. Ini benar?" lanjut jaksa terkait BAP Agus.
Lantas, Agus menjelaskan jika kedua temannya itu dengan tegas menolak ketika dia hendak mengenalkan Azis Syamsuddin. Kedua itu menolak dengan alasan yang berbeda.
"Saat itu yang bersangkutan bilang 'tidak mau mas, kemudian ada juga yang bilang sibuk'. Jadi dua-duanya Bisma dan soni tidak bisa, Soni tidak mau, Bisma bilang sibuk," pungkas Agus.
Sekedar informasi jika perkenalan antara Azis dan Stepanus Robin Pattuju, diawali bantuan dari Agus Supriyadi yang mengenalkan keduanya berdasarkan permintaan dari Azis. Dimana Stepanus merupakan penyidik KPK berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 1584 Tahun 2019 tentang Pengangkatan Penyidik pada KPK tanggal 15 Agustus 2019.
Dakwaan Azis Syamsuddin
Sebelumnya, Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin didakwa memberi suap kepada mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju dan Pengacara Maskur Husain sebesar Rp3.099.887.000 dan USD36.000 menyangkut kasus penanganan perkara korupsi yang ditangani KPK di Lampung Tengah.
"Memberi atau menjanjikan sesuatu yaitu Terdakwa (Azis) telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp 3.099.887.000 dan dan USD36.000," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam dakwaannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (6/12).
Menurut JPU, Azis menyuap Robin dan pengacara Maskur Husain dengan tujuan agar Robin dan Maskur untuk memuluskan pengurusan kasus yang melibatkan Azis dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK terhadap kasus di Lampung Tengah.
Dalam dakwaan disebutkan sejak 8 Oktober 2019, KPK menyelidiki dugaan adanya tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.
Padahal, KPK telah mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sprin.Lidik-45/01/02/2020 tanggal 17 Februari 2020, atas dugaan adanya keterlibatan Azis dan Aliza Gunado sebagai pihak penerima suap.
"Bahwa mengetahui dirinya (Azis) dan Aliza Gunado ikut diduga sebagai pelaku tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan DAK APBN-P Kabupaten Lampung Tengah, terdakwa kemudian berusaha agar dirinya dan Aliza Gunado tidak dijadikan tersangka oleh KPK, dengan berupaya meminta bantuan kepada penyidik KPK," kata Jaksa KPK.
"Oleh karenanya terdakwa (Azis) lalu meminta bantuan Agus Supriyadi (polisi) untuk dikenalkan dengan penyidik KPK, dan akhirnya Agus Supriyadi berhasil mengenalkan Stepanus Robin Pattuju kepada terdakwa," tambah jaksa.
Di mana uang yang diberikan Azis dimaksud untuk diberikan kepada Robin selaku penyidik KPK, mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan atau kedudukan kedudukan Robin selaku penyidik KPK.
Atas perbuatannya, Azis diancam pidana pertama Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Serta, Kedua Pasal 13 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
Baca juga:
Di Depan Hakim, Azis Syamsuddin Kukuh Tak Pernah Bertemu Sopir Stepanus Robin
Sidang Azis Syamsuddin Simak Keterangan Saksi-Saksi
Saksi Sebut Robin Serahkan Uang dari Aziz Syamsuddin ke Pengacara di PN Jakpus
Saksi Sebut Aziz Syamsuddin Beri Uang ke Stepanus Robin Agar 'Aman' di KPK
Saksi Sebut Robin Ambil Uang di Rumah Aziz Syamsuddin Buat Amankan Persidangan
Sidang Kasus Azis Syamsuddin, Jaksa Hadirkan Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang