Pentingnya Melakukan Medical Check-up Usai Liburan Panjang
Usai liburan panjang berakhir, saatnya kembali ke kesibukan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan medical check-up terlebih dahulu.
Usai liburan panjang berakhir, saatnya kembali ke kesibukan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan medical check-up terlebih dahulu.
-
Kapan Ariyo Wahab melakukan medical check up? Rutin medical check up yang pasti. Nggak cuma saya, tetapi juga istri. Anak juga tapi lebih ke aku sama istri dulu," kata Ariyo di RS Brawijaya Saharjo, Jakarta, Rabu (13/9/2023).
-
Kenapa kesehatan lidah penting? Seiring dengan fungsinya yang kompleks, kesehatan lidah dapat mencerminkan kondisi keseluruhan dari kesehatan seseorang. Perubahan warna, tekstur, atau adanya gejala seperti luka, bintik, atau pembengkakan pada lidah bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan yang lebih serius.
-
Kapan kita harus segera periksa mata ke dokter? Oleh karena itu, jika Anda mengalami penglihatan kabur, sebaiknya segera periksakan mata Anda ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
-
Kenapa penting untuk rutin mengecek kesehatan pendengaran? Ingatlah, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Jaga kesehatan pendengaran Anda dengan baik dan terapkan langkah-langkah pencegahan di atas saat berada di lingkungan yang sangat bising.
-
Bagaimana caranya untuk mendapatkan medical check up gratis? Ada medical check up gratis bagi masyarakat umum," tutur Ariyo.
-
Kenapa Ariyo Wahab melakukan medical check up secara rutin? Dari pihak istriku, ada keturunan kanker. Dengan medical check up setidaknya kita bisa deteksi dini. Tahu lebih dini mengenal penyakit yang diderita, itu lebih baik agar bisa ditangani sejak dini pula," jelas dia.
Pentingnya Melakukan Medical Check-up Usai Liburan Panjang
Liburan panjang akhir tahun seringkali menyertai kita dengan kenikmatan makanan lezat dan kurangnya aktivitas fisik. Dokter spesialis gizi dari Klinik Universitas Indonesia, dr. Luciana Sutanto MS Sp.GK, menegaskan pentingnya untuk melakukan evaluasi kesehatan dan mengecek berat badan setelah periode liburan.
"Pemeriksaannya gimana sih kadar lemak darah kita, gula darah kita dan hal lain yang terkait, misalnya ditimbang berat badannya atau lingkar pinggangnya diukur besar nggak, kalau membesarnya sudah melewati berat badan sehat atau asalnya sudah gemuk perhatikan naik berapa kilogram kemarin," jelas Luciana.
Tingkat kenaikan berat badan pasca-liburan kerap berhubungan dengan peningkatan kadar kolesterol, terutama karena konsumsi makanan yang berlebihan selama periode tersebut. Aktivitas fisik yang terbatas selama liburan juga menjadi faktor utama yang berkontribusi pada peningkatan berat badan dan lingkar perut.
- Mulai 2025 Masyarakat Dapat Tiket Medical Check-up Gratis Saat Ulang Tahun, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
- Gaya Santai Jenderal Polisi Bintang 3 saat Lakukan Medical Check Up sebagai Syarat Pilkada, Hanya Pakai Kaos Oblong
- Bakal Cagub-Cawagub Jateng Jalani Tes Kesehatan di Paviliun Garuda RS Kariadi Besok
- Manfaat Medical Check Up Rutin, Berguna untuk Cegah Berkembangnya Penyakit
Memantau kenaikan berat badan dan mengadopsi kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri atau melalui laboratorium menjadi langkah penting.
Luciana menekankan, "Kalau berat badan meningkat tapi kita olahraga lingkar perutnya nggak naik, beratnya naik jadi otot, kalau liburannya outbound bisa ototnya naik, tapi kan kita naik mobil, duduk, ngobrol, jadinya penumpukan lemak."
Agar tubuh pulih kembali dan tetap sehat setelah liburan, disarankan untuk kembali menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, terdiri dari karbohidrat, sayur, lauk pauk, dan buah, sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu, bagi yang mengalami kurang istirahat dan pola makan yang tidak teratur selama liburan, disarankan untuk kembali menjaga istirahat yang cukup dan merawat masalah pencernaan seperti maag dengan pola makan yang tepat.
Luciana juga menyoroti aspek penggunaan suplemen dalam menjaga kesehatan. Dia menegaskan bahwa jika asupan makanan sudah mencukupi kebutuhan gizi, penggunaan suplemen vitamin dan mineral tidak terlalu diperlukan. Bahkan, penggunaan yang berlebihan tanpa dosis yang tepat dapat menjadi racun dalam tubuh.
Meskipun demikian, bagi individu yang sedang menjalani terapi karena kekurangan vitamin atau mineral tertentu, penggunaan suplemen yang diresepkan oleh dokter gizi diperlukan.
Luciana menyoroti kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pemeriksaan kadar vitamin dan mineral dalam tubuh, namun menyarankan penggunaan makanan atau suplemen yang mengandung vitamin D terutama bagi masyarakat Indonesia yang cenderung kurang terpapar sinar matahari.
Bagi lansia, Luciana menyarankan penggunaan suplemen harian dalam dosis kecil. Dia juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter gizi jika mengalami keluhan seperti sering pusing atau sedang menjalani diet rendah kalori untuk mendapatkan dosis yang tepat.
"Kalau untuk orang tua dosis kecil untuk konsumsi harian boleh dikonsumsi, tapi kalau dosis tinggi harus konsultasi dengan dokter, kalau dosis tinggi sudah harus diagnosis dokter, sudah jelas ada defisiensi baru terapi dengan vitamin," tutup Luciana Sutanto.
Walau bisa menyehatkan penting untuk menggunakan penggunaan suplemen dengan bijak sesuai dengan kebutuhan tubuh dan panduan dari tenaga medis terkait.