Panji Petualang Dituduh Penyebab Kematian Pawang yang Dipatok King Cobra
Kasus meninggalnya pawang ular di Kalimantan Barat karena digigit seekor King Cobra kini berbuntut panjang. Banyak yang beranggapan, orang-orang terobsesi bisa memiliki dan menaklukkan binatang buas ini seperti yang dilakukan oleh Panji.
Kasus meninggalnya pawang ular di Kalimantan Barat karena digigit seekor King Cobra masih menjadi perbincangan. Banyak masyarakat menuding bahwa kematian sang pawang ular akibat dari viralnya Panji Petualang bersama King Cobra peliharaannya yang bernama Garaga.
beberapa orang beranggapan, orang-orang terobsesi bisa memiliki dan menaklukkan binatang buas ini seperti yang dilakukan oleh Panji. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Simak informasi selengkapnya:
-
Bagaimana ular kobra tersebut menyerang pengamen? Namun di tengah atraksi, ular tersebut menggigit hidung korban dan akhirnya dibawa ke klinik terdekat namun tidak tertolong dan akhirnya meninggal dunia.
-
Bagaimana anaconda ini ditemukan? Kulitnya setebal ban mobil."Bersama 14 ilmuwan lainnya dari sembilan negara, kami menemukan spesies ular terbesar di dunia, anaconda hijau.," jelas Vonk.
-
Apa bentuk khas Kue Petulo Kembang? Kue petulo kembang ini terbilang unik karena bentuknya seperti mi gulung yang memiliki beragam warna.
-
Di mana pengamen tersebut melakukan atraksi dengan ular kobra? Viral sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pemuda asal Grobogan, Jawa Tengah.
-
Kapan efek gigitan ular king kobra mulai muncul? Biasanya muncul 15-30 menit setelah gigitan.
-
Kenapa KEK Singhasari penting? KEK Singhasari berkonsentrasi pada platform ekonomi digital untuk bersinergi dengan perkembangan antara bisnis pariwisata dan ekonomi digital.
Pawang Meninggal di Gigit King Cobra
Kejadian tewasnya seorang pawang ular karena digigit King Cobra ini terjadi di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Norjani, sang pawang ular akhirnya tewas setelah dipatuk oleh king cobra peliharaannya, Sabtu (25/1).
2020 Merdeka.com
Norjani tewas digigit king cobra saat dirinya sedang melakukan atraksi dengan mengalungkan dan membiarkan ular tersebut meliuk-liuk di tubuhnya.
Ada Beberapa Kasus Tewas Digigit King Cobra
Selain Norjani, melalui akun Instagram pribadinya @panjipetualang_real, ia juga mengunggah sebuah foto yang berisi sebuah aduan masyarakat terkait viralnya Garaga.
Instagram/@panjipetualang_real 2020 Merdeka.com
"Okey.. karena viralnya GARAGA/PANJI ? Mulai hari ini kalian masih akan kualahan, karena konten kreator yg interaksi dengan king cobra bukan cuma saya, Dan belum tentu bisa memberi himbauan seperti apa yang selalu saya lakukan ? #Byegaraga," tulis Panji dalam keterangan fotonya.
Panji Disalahkan Atas Kematian Korban
Akibat kejadian tewasnya beberapa orang karena ular, Panji justru disalahkan dan dikatakan sebagai salah satu penyebab para korban digigit ular berbisa. Beberapa orang mengatakan jika banyak orang yang terobsesi menjadi seperti Panji sehingga meniru aksinya.
Klarifikasi Panji
Melalui video yang diunggah di akun Youtube-nya yang berjudul "DI G1G1T ULAR| PANJI YANG DISALAHKAN??", ia memberikan klarifikasi atas tuduhan-tuduhan yang diberikan kepadanya.
Panji mengatakan jika kejadian pawang yang tewas tersebut dikarenakan sang pawang yaitu Norjani tidak langsung melakukan imobilisasi atau pertolongan pertama. Norjani justru terlihat tertawa dan melanjutkan aksinya selama beberapa saat.
"Pawang tersebut tidak langsung melakukan imobilisasi untuk perlakukan pertolongan pertama tapi dia malah masih berkomunikasi dengan rekannya dan masih memegang ularnya," ucap Panji.
Padahal, di setiap videonya Panji hampir selalu mengatakan jika imobilisasi harus dilakukan apabila seseorang terkena gigitan ular, tak peduli siapa pun korbannya. Dengan melakukan metode ini maka racun tidak dengan segera menjalar ke seluruh tubuh.
Cara Melakukan Imobilisasi
Pertolongan pertama dengan melakukan imobilisasi yaitu bekas gigitan digips agar tidak bisa banyak bergerak. Semakin banyak bergerak, maka racun akan lebih mudah menyebar.
"Bisa ular itu tidak langsung masuk dan menjalar lewat darah, melainkan akan tertahan dulu di kelenjar getah bening...jadi semakin bagian tubuh yang tergigit bergerak maka semakin bisa tersebut menyebar kemana-mana", kata Panji.
Imbauan dari Panji
Panji juga menanggapi kasus yang terjadi kepada anak sekolah dasar yang meninggal karena gigitan ular, ia mengatakan jika konten yang dia sajikan di akun Youtubenya memang bukan diperuntukkan untuk anak-anak.
"Ketika ada contoh yang tidak baik tentu anak akan meniru dan itu sifatnya berbahaya, apapun itu. Makanya disini peran aktif orang tua itu sangat dibutuhkan. Saya sendiri membuat konten untuk Youtube itu bukanlah untuk anak melainkan untuk orang dewasa. Saya sudah menegaskan di pengaturan Youtube bahwa konten saya bukan untuk anak," jelas Panji.
Selain itu, Panji juga kerap memperingatkan untuk tidak melakukan atau berinteraksi dengan ular berbisa tanpa didampingi ahli yang berpengalaman, atau tanpa menggunakan pengaman.
Panji Katakan Garaga akan Dilepas Liar
Melalui video-nya yang lain, Panji juga mengatakan jika dirinya akan melepas Garaga ke alam liar demi kebaikan banyak orang agar tidak meniru aksinya.
"Karena posisinya ada kasus ini maka Panji memutuskan untuk melepaskan segera Garaga ke alam. Meski prosesnya agak panjang karena kita harus mencari lokasi yang sesuai, tapi mudah-mudahan ini yang terbaik," tutur Panji.
Youtube/PANJI PETUALANG 2020 Merdeka.com
Diketahui Panji Petualang tengah membangun taman reptil yang dibuat di samping rumahnya. Ia bahkan sedang membangun sebuah kandang besar yang di-desain khusus seperti habitat asli King Cobra. Pembangunan bahkan di targetkan akan selesai bulan depan. Tetapi, ia terpaksa harus melepas liarkan Garaga ke alam liar karena hal ini.