Sindiran Pedas Ahmad Dhani untuk Ariel Noah soal Royalti Pencipta Lagu: Dia Cuma Mikirin Diri Sendiri!
Ahmad Dhani memberikan tanggapan terhadap pernyataan Ariel NOAH mengenai izin penggunaan lagu.

Pernyataan Ariel NOAH mengenai izin penggunaan lagu-lagunya mendapat kritik tajam dari Ahmad Dhani. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Senayan, Jakarta Pusat, Dhani menyatakan keputusan Ariel untuk memperbolehkan semua musisi menyanyikan lagu-lagunya tanpa izin langsung adalah tindakan yang egois.
Dia menekankan Ariel seharusnya lebih mempertimbangkan dampak keputusan tersebut terhadap nasib pencipta lagu lain yang bisa terkena imbas dari sistem yang diusulkan.
Sebelumnya, Ariel NOAH menjelaskan royalti dari penggunaan lagu-lagunya akan dikelola oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sesuai dengan peraturan yang berlaku. Namun, Ahmad Dhani menolak pendekatan tersebut.
Dhani menilai sistem royalti seharusnya lebih menguntungkan bagi pencipta lagu dengan adanya lisensi langsung, sehingga royalti dapat diterima langsung oleh pencipta tanpa melalui perantara.
"Ariel memikirkan diri sendiri, dia tidak tercipta memikirkan orang lain dan hajat orang banyak," kata Ahmad Dhani,dikutip Minggu (23/3).
Melalui Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) yang didirikannya bersama Piyu Padi Reborn, Dhani berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak pencipta lagu yang sering kali terabaikan.
Alasan Dhani Kritik Ariel Noah

Ariel NOAH menyatakan semua musisi diperbolehkan menyanyikan lagu-lagunya tanpa harus meminta izin secara langsung. Menurutnya, Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sudah cukup berwenang dalam mengatur royalti yang akan diterima oleh para pencipta lagu.
Namun, pernyataan tersebut memicu reaksi dari Ahmad Dhani. Dhani menilai sikap Ariel menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap nasib pencipta lagu lainnya.
"Saya dan Piyu memikirkan banyak pencipta lagu, dan kalau tidak memikirkan pencipta lagu, jangan sok kaya," ujar Dhani.
Dalam situasi ini, Dhani meminta Ariel untuk lebih sensitif terhadap hak-hak pencipta lagu lain yang mungkin terancam oleh sistem yang diusulkan. Ia menegaskan pentingnya dukungan antar musisi dalam memperjuangkan hak-hak bersama.
Menurutnya, solidaritas di antara para musisi sangatlah penting agar semua pencipta lagu mendapatkan perlindungan yang layak. Dengan begitu, mereka dapat berkontribusi secara maksimal tanpa merasa terpinggirkan. Dhani berharap agar Ariel dapat memahami dan mengapresiasi kontribusi rekan-rekannya di dunia musik, sehingga tercipta lingkungan yang lebih adil bagi semua pihak.
Perjuangan AKSI

Ahmad Dhani, bersama Piyu dari Padi Reborn, mendirikan organisasi bernama AKSI untuk memperjuangkan hak-hak para pencipta lagu. Tujuan utama dari organisasi ini untuk melindungi kepentingan para pencipta lagu serta memastikan mereka mendapatkan royalti yang sesuai dengan karya yang telah mereka hasilkan.
Piyu juga menekankan sering kali pencipta lagu mengalami penindasan dalam dunia musik.
"Kasihan pencipta lagu yang menggantungkan hidupnya sama lagu ciptaannya saja," ungkapnya.
AKSI berkomitmen untuk terus memperjuangkan hak-hak pencipta lagu, termasuk memberikan dukungan bagi mereka yang berani mengambil langkah hukum jika diperlukan.
Usulan Royalti Versi Ahmad Dhani
Sistem royalti musik di Indonesia masih menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan para musisi. Ahmad Dhani mengajukan ide untuk menerapkan sistem lisensi langsung, artinya pencipta lagu dapat menerima royalti secara langsung tanpa adanya perantara.
Konsep ini dianggap lebih adil dan transparan bagi para pencipta lagu. Dhani menekankan sistem yang berlaku saat ini sering kali merugikan pencipta lagu, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses atau koneksi dengan lembaga manajemen kolektif (LMK).
"Mereka yang bilang silahkan nyanyi lagu tanpa izin, jangan sok kaya, belum tentu kayanya ngalahin saya," ujar Dhani.
Dhani berharap dapat mendorong perubahan yang positif dalam industri musik di Indonesia. Dukungan dari organisasi seperti AKSI diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi hak cipta dan royalti para pencipta lagu.