Baru Bebaskan 90 Warga Palestina karena Gencatan Senjata, Israel Kembali Tangkap 64 Warga Tepi Barat, Termasuk Bocah 7 Tahun
Setelah angkat kaki dari Jalur Gaza, kekejaman Israel kini beralih ke Tepi Barat.

Tentara Israel menangkap 64 warga Palestina, termasuk bocah berusia 7 tahun, di Qalqilya timur, Tepi Barat utara. Penangkapan ini dilakukan hanya sehari setelah Israel membebaskan 90 tawanan Palestina dalam pertukaran tawanan dengan Hamas, sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada Minggu (19/1).
Pasukan penjajah Israel menyerbu kota Azzun, memaksa para pemilik toko menutup usaha mereka, seperti diungkapkan jurnalis dan aktivis Fares Al-Azzouni kepada Anadolu.
"Pasukan penjajah menyerbu rumah-rumah dan salah satu masjid, menangkap 64 penduduk, termasuk anak-anak," jelasnya, dikutip dari Anadolu, Kamis (23/1).
Azzouni menambahkan, anak-anak yang ditangkap adalah seorang bocah berusia 7 tahun.
Warga yang ditangkap dipaksa berbaring telungkup di lapangan umum sebelum digiring dan disuruh berjalan dengan dengan tangan di bahu orang di depannya sambil melihat ke bawah. Mereka kemudian dibawa ke kamp militer di gerbang utara kota tersebut, menutut Azzouni.
Israel Bunuh 850 Warga Palestina
Saat penyerbuan tersebut terjadi bentrok, di mana pasukan penjajah Israel menembakkan peluru tajam dan gas air mata ke daerah permukiman warga. Azzouni mengatakan tiga warga dilarikan ke rumah sakit setelah dipukul tentara Israel di gerbang utara menuju Azzun pada Minggu malam.
Ketegangan meningkat di Tepi Barat sejak perang genosida Israel di Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan, pasukan Israel membunuh 850 warga Palestina di Tepi Barat dan melukai lebih dari 6.700 lainnya sejak 7 Oktober 2023.
Pada Juli, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan tanah Palestina oleh Israel adalah ilegal dan memerintahkan evakuasi seluruh permukiman warga Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.