Saat ini, petugas melaporkan sekitar 20 pekerja meninggal dunia akibat kejadian tersebut, namun jumlah korban tewas kemungkinan masih bisa bertambah karena masih ada banyak pekerja yang hilang. Foto: REUTERS / Kim Hong-ji
Sepeti dilansir dari AFP, kebakaran ini terjadi di pabrik baterai lithium Aricell, produsen baterai utama di Korea Selatan, yang terletak di Hwaseong, selatan ibu kota Seoul. Foto: REUTERS / Kim Hong-ji
Kebakaran ini dimulai saat para pegawai mendengar serangkaian ledakan pada lantai dua pabrik, yang merupakan bagian dari tim inspeksi dan pengemasan baterai listrik. Foto: REUTERS / Kim Hong-ji
Namun, petugas pemadam kebakaran belum bisa langsung memasuki area pabrik karena dikhawatirkan terjadi ledakan lagi, mengingat karakteristik baterainya yang mudah terbakar. Foto: REUTERS / Kim Hong-ji
Presiden Korea Selatan sudah mengeluarkan instruksi darurat untuk memobilisasi semua personel dan peralatan yang ada guna menyelamatkan korban. Hingga saat ini, upaya pemadaman masih berlangsung dan penyebab kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan. Foto: REUTERS / Kim Hong-ji
Untuk diketahui, Korea Selatan merupakan produsen utama baterai di dunia, termasuk baterai untuk kendaraan listrik.
Akibat angin kencang dan kekeringan ekstrem, kebakaran dahsyat ini disebut memiliki skala dan kecepatan penyebaran yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri turut dilibatkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran di PT Priscolin dan PT Jati Perkasa Nusantara