Sejarah Bika Ambon, Kue Tradisional Khas Medan yang Populer
Bika Ambon adalah kue tradisional Medan yang memiliki sejarah menarik dan beragam versi asal-usulnya.

Bika Ambon adalah salah satu kue tradisional yang sangat terkenal di Indonesia, khususnya di Medan, Sumatera Utara. Meskipun namanya mengandung kata 'Ambon', kue ini bukan berasal dari Ambon, Maluku. Dengan tekstur lembut dan berongga, Bika Ambon telah menjadi favorit banyak orang dan memiliki sejarah yang menarik untuk diungkap.
Asal Usul Bika Ambon
Sejarah Bika Ambon masih menjadi perdebatan di kalangan para pencinta kuliner. Namun, ada beberapa hal yang disepakati. Pertama, Bika Ambon adalah pengembangan dari kue bika atau bingka tradisional Melayu. Kue ini mengalami modifikasi dengan penambahan nira atau tuak enau sebagai bahan pengembang.
Proses ini menghasilkan tekstur berongga yang menjadi ciri khas Bika Ambon. Asal nama 'Ambon' juga menjadi topik yang menarik. Terdapat dua versi utama mengenai asal usul nama tersebut. Versi pertama menyebutkan bahwa nama 'Ambon' berasal dari lokasi pertama kali kue ini dijual dan populer, yaitu di persimpangan Jalan Ambon-Sei Kera di Medan. Versi kedua mengklaim bahwa 'Ambon' merupakan singkatan dari 'Amplas Kebon', yang merujuk pada daerah di Medan yang banyak terdapat kebun.
Perkembangan dan Popularitas
Seorang buruh migran dari Jawa yang tinggal di daerah Amplas dipercaya sebagai perintis pembuatan dan penjualan Bika Ambon. Kue ini kemudian menjadi populer, terutama di kalangan orang Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, seorang pedagang keturunan Tionghoa turut memasarkan Bika Ambon, sehingga kue ini semakin dikenal luas di berbagai kalangan masyarakat.
Bukti historis mengenai keberadaan Bika Ambon dapat ditemukan dalam iklan di koran De Locomotief Semarang pada 26 Agustus 1933, yang mencantumkan 'bikang ambon' sebagai salah satu kue yang dijual. Hal ini menunjukkan bahwa kue ini sudah ada sejak masa kolonial dan telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia.
Variasi Rasa dan Penyajian
Kini, Bika Ambon sangat populer di Medan dan sekitarnya, bahkan telah menyebar ke daerah lain di Indonesia. Kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, berongga, dan memiliki rasa manis yang khas. Berbagai variasi rasa juga tersedia, seperti pandan, cokelat, dan keju, yang semakin menambah daya tarik kue ini. Keberadaan Bika Ambon tidak hanya menjadi simbol kuliner Medan, tetapi juga menjadi salah satu oleh-oleh yang banyak dicari oleh wisatawan. Banyak toko kue di Medan yang menjual Bika Ambon dengan berbagai variasi rasa, dan seringkali menjadi salah satu destinasi utama bagi para pengunjung yang ingin mencicipi kue khas ini.
Secara singkat, meskipun asal-usul Bika Ambon masih diperdebatkan, kue ini merupakan salah satu kue khas Medan yang telah ada sejak lama. Bika Ambon berkembang dari kue bika Melayu dan namanya mungkin berasal dari lokasi penjualannya atau singkatan dari nama daerah di Medan. Dengan popularitasnya yang terus meningkat, Bika Ambon tetap menjadi bagian penting dari warisan kuliner Indonesia.