Irjen Herry Heryawan: Masuk Polda Riau Sangat Memprihatinkan
"Saya masuk ke sini dan menemukan data yang sangat memprihatinkan," ungkap Irjen Herry Senin (24/3).

Kapolda baru, Irjen Herry Heryawan, tegas menyatakan perang terhadap narkoba di tubuh kepolisian. Data mencengangkan terungkap 429 anggota Polda Riau terjerat kasus narkoba dalam lima tahun terakhir. 29 di antaranya telah dipecat dengan tidak hormat (PTDH).
"Saya masuk ke sini dan menemukan data yang sangat memprihatinkan," ungkap Irjen Herry Senin (24/3).
Herimen, sapaan akrabnya, mengaku akan melakukan bersih-bersih di internal Polda Riau terlebih dahulu. Kemudian, dia akan memberantas peredaran narkoba di Riau hingga ke akar-akarnya.
"Jumlah anggota yang terlibat narkoba sangat tinggi, dan ini tidak bisa dibiarkan. Kami akan lakukan bersih-bersih besar-besaran sampai ke akar-akarnya dari bahaya narkoba," tegas Herimen.
Bukan Cuma Ancaman

Langkah tegas ini bukan sekadar ancaman kosong. Herry telah membuktikan komitmennya dengan memecat puluhan anggota yang terbukti terlibat. Ia menegaskan, tidak ada ruang bagi pengkhianat di institusi kepolisian, terutama dalam kasus narkoba.
"Narkoba adalah musuh negara, dan polisi seharusnya menjadi garda terdepan dalam pemberantasannya, bukan malah terlibat. Siapa pun yang terbukti terlibat, akan saya usulkan untuk dipecat," ucap jenderal Densus 88 Anti Teror ini.
Herimen ingin memulihkan citra kepolisian dan memberantas peredaran narkoba. Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Jumlah anggota yang terlibat narkoba masih sangat tinggi, dan jaringan peredaran narkoba di Riau terbilang kompleks.
Siapkan Strategi Khusus

Herimen menyadari hal ini, dan ia telah menyiapkan strategi khusus untuk memberantasnya.
"Kami tidak akan berhenti sampai Riau benar-benar bersih dari narkoba. Kami akan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk masyarakat, untuk mencapai tujuan ini," katanya.
Aksi ‘bersih-bersih’ ini menjadi bukti komitmen Polda Riau dalam memberantas narkoba, baik di kalangan masyarakat maupun di internal institusi.
Dia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi anggota yang terbukti menggunakan atau terlibat dalam peredaran narkotika.