Pengakuan Suami Alasan Terlantarkan Istri hingga Seperti Mayat Hidup, Penuh Kutu dan Bau hingga Tewas
Istrinya diterlantarkan selama satu tahun. Hingga fisiknya seperti mayat hidup, tinggal tulang berbalut kulit. Rambutnya dipenuhi ribuan kutu.

Polisi akhirnya menangkap WS (25), suami yang menelantarkan istrinya, CN (26), hingga tewas. Ternyata, motif pelaku melakukan hal sekeji itu karena dipicu masalah sepele.
Istrinya diterlantarkan selama satu tahun. Hingga fisiknya seperti mayat hidup, tinggal tulang berbalut kulit. Rambutnya dipenuhi ribuan kutu.
"Suami korban sudah kami tangkap dan ditetapkan tersangka," ungkap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Selasa (28/1).
Harryo mengungkapkan, awalnya korban mengalami gangguan pernapasan yang membuat badannya lemah. Meski kondisinya terus menurun, tersangka masih enggan membawanya berobat.
Kesal ajakan berhubungan badan selalu ditolak, membuat tersangka semakin tak peduli kepada korban. Kondisi kesehatan korban terus menurun dan tak bisa lagi beraktivitas seperti biasa.
"Motif karena jengkel yang bersangkutan tidak mau menuruti untuk hubungan suami istri yang pada akhirnya memuncak sehingga tidak memberikan bantuan medis ke istrinya yang mengalami sakit," kata Harryo.
Lagi Sakit Diajak Hubungan Suami Istri

Sakit yang diderita korban semakin parah. Tersangka hanya menaruh makanan di samping tempat tidur istrinya yang terbaring dan tidak menyuapinya.
Tersangka juga sempat menghilangkan bau badan korban yang menyengat dengan cara dilap pakai air dan kain. Selama sakit lama, korban sebelumnya tak pernah dimandikan.
Sikap baik tersangka bertujuan agar korban bersedia diajak berhubungan badan. Namun kondisi fisik yang tak memungkinkan membuat korban tidak bisa menuruti kemauan tersangka.
"Tersangka memandikan istrinya siang harinya, dilap katakanlah, telah disuapi, tersangka menginginkan untuk melakukan hubungan suami istri, tapi ditolak karena kondisi korban yang tidak memungkinkan," kata Harryo.
Dibawa ke RS Lalu Meninggal

Pada 21 Januari 2025, korban mengalami sesak napas sehingga tersangka menghubungi tetangga untuk menanyakan alat bantu infus. Warga dan ketua RT setempat akhirnya membujuk tersangka membawa korban ke rumah sakit untuk dirawat.
"Dan korban meninggal dunia dua hari kemudian," kata Harryo.
Kasus ini bermula setelah kakak korban, PR, dihubungi WS untuk datang ke rumah dengan alasan darurat pada Selasa (21/1) malam.
Setiba di rumah korban di Kertapati Palembang, PR kaget karena warga berkerumun.
Awal Mula Keluarga Tahu

PR makin panik lantaran warga menyebut adiknya terbaring di kamar rumah dengan kondisi mengenaskan, seperti mayat hidup dan berbau menyengat.
PR tak sanggup menahan sedih melihat tubuh korban tinggal tulang, rambut gimbal, dan dipenuhi banyak kutu. Alhasil, korban segera dievakuasi ke rumah sakit.
Kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis (23/1).
PR menduga adik kandungnya tersebut disekap dan sengaja ditelantarkan suaminya. Hal itu berdasarkan dengan kondisi korban dan keterangan tetangga.
"Adik saya ditelantarkan, disekap, tidak diberi makan dan minum, dibiarkan begitu. Kami tahu setelah dia sudah kritis dan meninggal dunia di rumah sakit," ungkap PR, Senin (27/1).