Spiral Misterius di Langit Eropa: Fenomena Alam dari Roket SpaceX
Spiral misterius di langit Eropa disebabkan oleh sisa bahan bakar roket Falcon 9 SpaceX yang membeku dan memantulkan cahaya matahari.

Pada Senin, 24 Maret 2025, langit Eropa dihiasi oleh fenomena unik berupa spiral biru yang menarik perhatian banyak orang. Spiral ini terlihat di berbagai negara, termasuk Inggris, Prancis, Italia, Kroasia, Polandia, dan Hongaria. Awalnya, banyak spekulasi tentang asal-usul fenomena ini, mulai dari UFO hingga fenomena supranatural. Namun, penjelasan yang lebih ilmiah kemudian muncul.
Fenomena spiral ini disebabkan oleh roket Falcon 9 milik SpaceX yang diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, untuk misi rahasia NROL-69 bagi National Reconnaissance Office (NRO) Amerika Serikat. Setelah melepaskan muatannya, tahap atas roket membuang sisa bahan bakarnya, yang membeku dengan cepat di ketinggian tinggi. Gerakan berputar roket saat membuang bahan bakar menciptakan pola spiral, dan kristal es yang terbentuk memantulkan cahaya matahari, sehingga terlihat sebagai spiral yang bersinar di langit.
Kejadian ini menimbulkan kehebohan di media sosial, dengan banyak orang yang awalnya berspekulasi tentang UFO atau fenomena supranatural. Namun, berbagai badan meteorologi dan astronomi dengan cepat mengklarifikasi penyebabnya. Fenomena spiral yang disebabkan oleh roket SpaceX ini bukanlah yang pertama kali terjadi; kejadian serupa telah dilaporkan sebelumnya di berbagai belahan dunia.
Sumber Fenomena: Roket Falcon 9
Roket Falcon 9 milik SpaceX diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, pada pukul 17:48 GMT (24 Maret 2025) untuk misi rahasia NROL-69. Misi ini bertujuan untuk mengirimkan satelit bagi National Reconnaissance Office (NRO) Amerika Serikat. Detail tentang muatan satelit ini tidak diungkapkan secara publik karena sifatnya yang rahasia.
Setelah peluncuran, roket Falcon 9 melepaskan muatannya dan melanjutkan perjalanan ke orbit. Tahap atas roket kemudian membuang sisa bahan bakarnya, yang membeku dengan cepat di ketinggian tinggi. Proses ini menciptakan pola spiral yang terlihat di langit.
Mekanisme Pembentukan Spiral
Mekanisme pembentukan spiral ini melibatkan beberapa faktor. Pertama, sisa bahan bakar roket yang dibuang membeku dengan cepat di ketinggian tinggi. Kedua, gerakan berputar roket saat membuang bahan bakar menciptakan pola spiral. Ketiga, kristal es yang terbentuk memantulkan cahaya matahari, sehingga terlihat sebagai spiral yang bersinar di langit.
Proses ini sering disebut sebagai "SpaceX spiral" karena telah terjadi beberapa kali sebelumnya setelah peluncuran roket Falcon 9. Fenomena ini menunjukkan kompleksitas interaksi antara teknologi manusia dan fenomena alam di atmosfer bumi. Meskipun awalnya tampak misterius, penjelasan ilmiahnya memberikan pemahaman yang lebih baik tentang peristiwa tersebut dan bagaimana teknologi luar angkasa dapat berinteraksi dengan atmosfer bumi dalam cara yang tak terduga. Studi lebih lanjut tentang fenomena ini dapat memberikan wawasan berharga tentang dinamika atmosfer pada ketinggian tinggi dan perilaku bahan bakar roket di lingkungan tersebut. Selain itu, transparansi dari badan antariksa seperti SpaceX dalam menjelaskan fenomena tersebut penting untuk mencegah kesalahpahaman dan spekulasi yang tidak berdasar.