Tiga Gunung di Dunia yang Pernah Menjadi Dasar Lautan
Pergerakan dua lempeng besar menghasilkan gunung-gunung yang ada saat ini, sementara tingginya permukaan laut di masa lalu menyebabkan banyak gunung tenggelam.

Apakah kamu tahu bahwa beberapa gunung yang sekarang menjulang tinggi ke langit dulunya berada di dasar laut? Proses geologis yang berlangsung selama jutaan tahun telah menyebabkan perubahan besar pada permukaan Bumi.
Tabrakan antara dua lempeng besar menghasilkan gunung-gunung yang kita kenal saat ini, sementara permukaan air laut yang lebih tinggi di masa lalu menyebabkan banyak gunung tenggelam.
Berikut adalah beberapa gunung di dunia yang dulunya merupakan dasar lautan seperti dikutip dari Liputan6, Selasa (25/2).
1. Gunung Everest
Gunung Everest, dengan ketinggian 8.849 mdpl, diakui sebagai gunung tertinggi di dunia. Berdasarkan informasi dari laman International Commission on Geoheritage pada Senin (24/2), puncak gunung ini dulunya adalah bagian dari dasar Laut Tethyan yang ada di wilayah tersebut sekitar 400 juta tahun yang lalu.
Segalanya berubah ketika lempeng besar Eurasia dan lempeng Indo-Australia bertabrakan sekitar 65 juta tahun yang lalu. Tabrakan ini tidak hanya menghilangkan Laut Tethyan, tetapi juga mengangkat material dari dasar laut ke puncak tertinggi.
Hal ini terungkap setelah para peneliti melakukan studi terhadap batuan yang ada di puncak Everest. Batuan yang terdapat di puncak Everest terdiri dari batu kapur, marmer, granit, intrusi pegmatit, serta batuan metamorf yang lebih tua.
Selain itu, puncak gunung raksasa ini juga dipenuhi dengan fosil hewan laut purba seperti brakiopoda, konodon, dan krinoid yang kini sudah punah.
2. Gunung Etna
Gunung Etna adalah gunung tertinggi di Eropa, dengan ketinggian mencapai 3.350 mdpl. Gunung yang terletak di Sisilia, Italia ini dulunya merupakan bagian dari dasar laut sekitar 100.000 tahun yang lalu.
Gunung Etna berada di antara lempeng Eurasia dan lempeng Afrika. Sebelumnya, kawasan ini adalah teluk yang sangat luas. Namun, sistem patahan ekstensional yang terjadi di bawah laut menyebabkan magma naik dari mantel Bumi dan memicu aktivitas vulkanis.
Menurut banyak ahli geografi, lava tertua di Gunung Etna diperkirakan berusia sekitar 300.000 tahun yang lalu. Lava ini bukanlah lava biasa, melainkan lava bantal yang terbentuk ketika magma panas bersentuhan dengan air dan kemudian mengeras.
Keberadaan lava bantal ini menunjukkan bahwa Gunung Etna dulunya adalah gunung bawah laut yang terangkat ke permukaan akibat pergerakan lempeng Bumi.
3. Mauna Kea
Mauna Kea memiliki ketinggian 4.205 meter di atas permukaan laut, tetapi sekitar 6.005 meter dari "tubuhnya" terletak di bawah Samudra Pasifik.
Jika dihitung secara keseluruhan, Mauna Kea memiliki ketinggian total 10.210 meter. Gunung ini terbentuk dari akumulasi aliran lava yang berasal dari dasar laut.
Ketika Lempeng Pasifik bergerak di atas titik panas Hawaii ribuan tahun yang lalu, kolom batuan panas dan cair dari mantel Bumi mencapai permukaan, menciptakan gunung berapi baru.