Kisah Perawat Asal Amerika Serikat Putuskan Menjadi Mualaf Setelah Kunjungi Gaza
Kisah perawat asal AS yang putuskan jadi mualaf setelah lihat keimanan warga Gaza.

Seorang perawat asal Amerika Serikat (AS) bernama Wilhelmi Massay memutuskan menjadi mualaf dan memeluk agama Islam usai menyaksikan keteguhan dan keimanan warga di Jalur Gaza, Palestina.
Melansir dari laman middleeastmonitor, kisahnya bermula ketika Massay menjadi salah satu relawan yang diberangkatkan ke daerah kantong tersebut selama agresi militer Israel. Dia bersama empat relawan medis AS lainnya bertugas di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan dan di Rumah Sakit Indonesia di utara.
Massay mengatakan dalam sebuah podcast, bahwa ia awalnya belajar di sebuah lembaga keagamaan dan ingin menjadi seorang pendeta Katolik. Namun, setiap kali ia pergi ke Gaza, ia melihat keimanan orang-orang Palestina.

Pemandangan sehari-hari yang ia saksikan selama bertugas di Gaza membuat Massay bertanya pada dirinya sendiri tentang kehidupan dan tentang Tuhan orang-orang Palestina. Dia mengaku melihat besarnya keteguhan iman warga setempat meski kehidupannya dihancurkan oleh serangan bom yang tiada henti.
"Bayangkan seorang ayah atau ibu menggendong kedua anaknya dalam kantong plastik setelah Israel mengebom anak tersebut, dan mereka masih berkata, ‘Alhamdulillah!’ Ini adalah keimanan," kata Massay seperti dikutip dari laman middleeastmonitor (1/4).
Massay menggambarkan hal tersebut sebagai keimanan yang tidak dapat dibom atau dihancurkan oleh Israel. Karena hal-hal itulah yang membuat Massay kemudian tertarik mempelajari Islam.
Kondisi di Gaza
Israel selama bertahun-tahun secara konsisten terus mencaplok wilayah pendudukan Palestina. Pada 2024, Israel secara ilegal merampas 23,7 km persegi tanah Palestina di Tepi Barat yang diduduki, di tengah-tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza.
Pada 14 Mei 1948, para tentara zionis juga pernah mengusir sekitar 750.000 warga Palestina dan merebut 78 persen wilayah tersebut. Sisanya, 22 persen, dibagi-bagi ke Tepi Barat dan Jalur Gaza. Peristiwa ini disebut dengan Nakba.
Selama beberapa tahun ke depan, Israel terus mengambil wilayah-wilayah di Palestina. Pada 7 Oktober 2023, invasi besar-besaran kembali dilakukan. Israel melancarkan serangan brutal ke Jalur Gaza yang membuat wilayah tersebut kini hancur lebur.
Diketahui, jumlah korban tewas di Palestina akibat genosida Israel telah menyentuh angka lebih dari 48 ribu orang. Sebagian besar korban meninggal dunia ialah perempuan dan anak-anak.