Pemerintah akan permudah izin penggunaan pemain asing
Merdeka.com - Banyaknya pemain sepak bola asing yang belum memiliki persyaratan administratif, baik IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing) maupun KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara), Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Hukum dan HAM melakukan rapat terbatas pembinaan penggunaan tenaga kerja asing sektor keolahragaan, khususnya pemain sepak bola, di kantor Kemnaker, Kamis, (20/4).
Seusai rapat Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kemnaker Maruli Hasoloan mengatakan, pemerintah berjanji izin bagi pemain sepak bola asing tidak akan dipersulit.
"Hasil dari pertemuan ini adalah, pemerintah akan mempermudah perizinan bagi pemain sepakbola asing. Semangatnya adalah sepak bola nasional harus maju," kata Maruli.
-
Apa yang diminta Kemnaker kepada pemerintah? Anggota Komisi IV DPR, Alimin Abdullah meminta pemerintah menaikan anggaran sektor pertanian.
-
Bagaimana Kemnaker melindungi pekerja migran? Ida mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan untuk pekerja migran diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI (Permenaker) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Jaminan Sosial Pekerja Migran Indonesia.
-
Bagaimana Kemnaker bantu pekerja migran? 'Pedoman ini diperlukan untuk memperkuat ketahanan pekerja migran dan keluarganya dalam konteks kesiapsiagaan dari kondisi krisis, baik itu berupa respons maupun pemulihan dari krisis tersebut,' katanya.
-
Apa solusi Kemnaker atasi kesenjangan pasar kerja? Sebagai solusi mengurangi kesenjangan pasar kerja, pihaknya telah membuat kebijakan link and match yang mengarah pada kebijakan membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja yang terpadu.
-
Siapa yang diajak Kemnaker berkolaborasi? Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya mahasiswa untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam meraih bonus demografi.
Maruli juga menyampaikan kalau pihaknya menjamin pengurusan izin nantinya bisa diproses dengan mudah, cepat dan, transparan. Namun, terkait kapan izin bagi pemain asing itu terbit, Maruli mengembalikan sepenuhnya kepada klub sebagai pengguna atau penjamin pemain asing mengajukan izin.
"Kalau permohonan sudah masuk, maksimal dua hari IMTA sudah terbit," sebutnya.
Sementara itu, Friment mengatakan izin penggunaan pemain asing bukan hanya terkait KITAS yang dikeluarkan Dirjen Imigrasi, namun juga IMTA yang dikeluarkan oleh Kemnaker. "KITAS akan turun jika sudah ada IMTA," tegasnya.
Dia juga meminta kepada klub untuk mematuhi regulasi yang ada terkait penggunaan pemain asing. Hal ini untuk menghindari persepsi public seolah Kemnaker dan Imigrasi menghambat penggunaan pemain asing.
Pertemuan tersebut juga menyepakati, untuk pemain asing yang akan mengikuti uji coba (sebelum kontrak dengan klub), diperbolehkan datang ke Indonesia hanya menggunakan ITAS maksimal 30 hari. Namun kemudahan ini hanya untuk uji coba dan pertandingan tidak resmi (non liga) PSSI.
"Namun ITAS harus dilaporkan ke BOPI dan Kemenpora, serta tak dapat diperpanjang dan tak dapat dikonversi ke izin yang lain," kata Friment.
Kemudian, selaku induk sepak bola Indonesia, PSSI, melalui Joko Driyono, menyambut baik hasil pertemuan tersebut. "Kami optimis, para klub akan segera mengajukan perizinan sebagaimana ketentuan yang ada," kata Joko Driyono.
Hasil rapat itu juga menjelaskan rangkaian pengurusan izin pemain sepak bola asing. Rangkaiannya, klub mengajukan Rencana Penggunaan Tenaga Kersa Asing (RPTKA) ke Kemnaker.
Dari pengajuan tersebut, Kemnaker akan menerbitkan IMTA. Untuk mempermudah pengurusan izin, jika sebelumnya para klub melampirkan rekomendasi dari BOPI, pertemuan itu menyepakati klub langsung mengajukan IMTA ke Kemnaker tanpa perlu rekomendasi BOPI.
Setelah mendapatkan IMTA, klub mengajukan permohonan Visa Izin Tinggal Sementara (VITAS) dan Izin Tinggal Sementara (ITAS) ke Dirjen Imigrasi Kemenkum dan HAM, yang wajib ditembuskan kepada BOPI, sedangkan Kemenpora sebagai bahan pengawasannya di lapangan.
Meski sepakat memberikan kemudahan perizinan, namun pertemuan juga menyepakati bahwa pemain asing yang belum memiliki IMTA dan ITAS, akan dilakukan penindakan, baik oleh aparat Imigrasi maupun Kemnaker sesuai dengan aturan yang berlaku. (mdk/ibs)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Pemerintah menilai ada substansi yang kurang pas hingga perlu diluruskan.
Baca SelengkapnyaAboe Bakar berpesan pada Kemenpora untuk tidak banyak mengambil pemain naturalisasi.
Baca SelengkapnyaSupratman berharap agar dukungan yang diberikan kepada timnas dapat mengangkat nama baik Republik Indonesia.
Baca SelengkapnyaPSSI diminta untuk mengurangi naturalisasi pemain buat Timnas Indonesia.
Baca SelengkapnyaWapres Ma'ruf mengingatkan agar masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, melalui jalur resmi.
Baca SelengkapnyaNaturalisasi istimewa tidak dapat diberikan kepada orang asing yang setelah pemberian status WNI, malah memiliki kewarganegaraan ganda.
Baca SelengkapnyaKebijakan naturalisasi diambil lantaran PSSI dan pemerintah Indonesia memiliki target untuk memperbaiki prestasi sepak bola Indonesia.
Baca SelengkapnyaPemerintah mengingatkan kepada WNI yang ingin bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur dan mekanisme yang benar.
Baca SelengkapnyaKemudahan pembebasan PPN dan PPnBM diberikan melalui perubahan mekanisme pemberian fasilitas yang semula manual menjadi elektronik.
Baca SelengkapnyaShin Tae-yong menyinggung masalah pemain naturalisasi di Timnas Indonesia.
Baca SelengkapnyaJerry memastikan, impor terhadap produk tekstil tetap dapat terkendali.
Baca SelengkapnyaImpor barang pekerja migran diberikan pembebasan bea masuk.
Baca Selengkapnya