Cerita Carrefour di Sleman jual Hiu Martil, satwa dilindungi
Dari pantauan bayi Hiu Martil tersebut sempat ditata di blok ikan Carrefour.
Kemarin ada berita mengagetkan, dimana bayi Hiu Martil dijual bebas di Carrefour Ambarukmo, Sleman, Yogyakarta. Padahal ikan itu merupakan satwa yang dilindungi.
Berdasarkan konvensi tentang Perdagangan Internasional Satwa yang Terancam Punah (CITES) Ke-16, Maret 2013, di Bangkok jenis Hiu Martil merupakan hiu yang dilindungi.
Dari pantauan bayi Hiu Martil tersebut sempat ditata di blok ikan Carrefour. Namun sejak kemarin, Senin (24/11), bayi hiu tersebut sudah tidak di didisplay lagi.
Namun saat merdeka.com mencoba menanyakan bayi Hiu Martil tersebut pada penjaga blok ikan, penjaga blok ikan kemudian mengambilkan seekor bayi Hiu Martil dari ruangan di belakang blok penjualan.
Bagaimana cerita Carrefour di Sleman sampai bisa menjual bayi Hiu Martil yang dilindungi itu? Berikut ini ceritanya:
-
Kapan Dewi Sartika meninggal? Dewi Sartika meninggal pada 11 September 1947 di Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat.
-
Di mana Dewi Sartika meninggal? Dewi Sartika meninggal pada 11 September 1947 di Cineam, Tasikmalaya, Jawa Barat.
-
Siapa Sanggramawijaya Tunggadewi? Sosok Sanggramawijaya Tunggadewi, Putri Mahkota Kerajaan Medang Kahuripan yang Memilih Jadi Pertapa dan Tak Menikah Ia meninggalkan kemewahan duniawi demi tujuan besar. Putri Sulung Raja Sanggramawijaya Tunggadewi merupakan putri sulung Raja Airlangga. Ia punya dua adik laki-laki yang kelak terlibat perang saudara.
-
Siapa Naja Dewi? Berikut adalah gambar Naja Dewi Maulana, anak tunggal Armand Maulana dan Dewi Gita.
-
Apa itu sujud sahwi? Sujud sahwi adalah sujud tambahan yang bisa dilakukan jika terjadi kesalahan, kelalaian, atau keraguan dalam melaksanakan rukun salat.
-
Siapa Mbak Dewi? Atha Dewi Prihantini (38) jadi salah satu pelestari adrem yang belakangan mulai terangkat ke permukaan.
Dijual dengan bukti struk ikan Cucut
Bayi Hiu Martil di jual bebas di Carrefour, Ambarukmo Plaza Yogyakarta. Padahal Hiu Martil sendiri merupakan salah satu hiu yang dilindungi.
Divisi Manager Carrefour Edi Santoso mengatakan pihaknya membenarkan adanya penjualan Hiu Martil tersebut. Dia mengaku baru mendapatkan contoh bayi Hiu Martil, Minggu (23/11).
"Baru kemarin kami menyediakan karena banyak yang nyari. Kemarin ini diberikan 3 ekor, baru nyoba kemarin," kata Edi saat ditemui merdeka.com, Senin (24/11).
Edi menegaskan pihaknya tidak mengetahui jika Hiu Martil tersebut merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi.
"Kami tidak tahu kalau itu dilindungi, kalau iya mesti kami nggak berani. Labelnya masih pakai ikan Cucut karena baru dan kita belum punya itemnya di sistem," ujarnya.
Dari pantauan merdeka.com, satu ekor bayi Hiu Martil dengan berat 6 ons dijual dengan harga Rp 24.125. Dalam struk pembelian, yang tertera merupakan label ikan Cucut bukan Hiu Martil.
Dapat pasokan dari Pantai Depok, Yogyakarta
Carrefour Ambarukmo Plaza, Sleman, Yogyakarta mengaku mendapat pasokan bayi Hiu Martil dari salah seorang pemasok (supplier) mereka di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta.
Menurut divisi Manager Carefour Ambarukmo Plaza Yogyakarta, Edi Santoso, mereka baru pertama menerima pasokan Hiu Martil dari pemasok mereka bernama Meldi.
"Kami baru pertama kali ini, sebelumnya tidak pernah, kemarin itu hanya sample tiga ekor," kata Edi saat ditemui di Carrefour, Senin (24/11).
Selama ini, lanjut Edi, Meldi hanya mengirim ikan Gurami hidup saja. Namun Minggu (23/11) kemarin dia memberikan contoh ikan Hiu Martil. "Sebelumnya hanya ikan Gurami hidup, dia juga itu mengambil dari nelayan di pantai Depok," tandasnya.
Sementara itu sales ikan Carrefour Ambarukmo Plaza, Sumpeno, mengatakan pihaknya tidak tahu jika ikan Hiu Martil tersebut merupakan salah satu ikan dilindungi. Menurut pengalamannya, ikan tersebut sudah banyak dijual bebas di pasar.
"Banyak kok Hiu Martil, di Jakarta banyak, di Pantai Depok juga, kalau tahu dilindungi kita juga nggak berani jual di sini," tambahnya.
Meski demikian pihak Carefour sudah tidak menjual bayi Hiu Martil. "Ini tadikan lihat sendiri sudah tidak kita display lagi," kata Edi.
Hiu Martil termasuk ikan dilindungi
Bayi Hiu Martil yang sempat dijual di Carrefour Ambarukmo Plaza, Sleman, Yogyakarta, diduga merupakan jenis hiu Smooth Hammerhead yang dilindungi. Hal tersebut diungkapkan oleh aktivis Jogja Animal Friends (JAF), Angelina saat dihubungi merdeka.com, Senin (24/11).
Menurut Angelina, saat dia melihat foto bayi Hiu yang dijual dia yakin bahwa hiu tersebut termasuk langka dan dilindungi. "Kalau lihat fotonya tadi itu ya Smooth Hammerhead, itu yang termasuk dilindungi. Per September lalu sudah ditetapkan," kata Angelina.
Menyikapi hal tersebut menurut Angelina, pihak Animal Friends Indonesia (AFI) sudah menyurati Carrefour pusat untuk meminta penjelasan. Sementara itu JAF sendiri saat ini akan mendatangi Carrefour Ambarukmo Plaza.
"Meski hanya sempat di display tetap saja itu hiu, kami ingin memastikan bahwa Carrefour tidak melakukannya lagi," terang Angelina.
Carrefour mengaku tidak tahu Hiu Martil dilindungi
Divisi Manager Carrefour Ambarukmo Plaza Edi Santoso mengatakan sudah mendapatkan peringatan ketika pertama kali mendisplay bayi Hiu Martil di blok ikan Carrefour Ambarukmo Plaza, Minggu (23/11).
Menurut Edi, begitu mendapat masukan tersebut pihaknya langsung menarik bayi Hiu Martil dari display. "Hari ini sudah tidak kami display karena ada masukan," kata Edi saat ditemui di Carrefour Ambarukmo Plaza Yogyakarta, Senin (24/11).
Dia mengaku sebelumnya memang ada pelanggan yang menanyakan bayi Hiu Martil, sehingga ketika diberikan sample dari pemasok langsung mendisplay. "Kami hanya menerima sample baru coba kemarin, ada 3 ikan hiu, baru di display sudah ada yang beli," ujarnya.
Sementara itu supplier ikan Carrefour, Meldi saat dihubungi membenarkan bahwa dia baru pertama kali memasok ikan Hiu Martil ke Carrefour. Namun dia mengaku tidak tahu berapa jumlah yang dipasok karena dia hanya penghubung saja.
"Saya hanya penghubung saja antara Carrefour dengan nelayan, kalau jumlahnya tanya ke Carrefour saja," ujar Meldi.