Bisnis Tak Disengaja, Omzet Kerajinan Dewi Kini Raup Rp5 Juta per Bulan
Dewi mengatakan, dia mulai menyukai kerajinan tangan ketika masih duduk di bangku SMP, di sekolahnya dia diajarkan bagaimana membuat berbagai produk handicraft.
Berawal dari hobi membuat kerajinan tangan, Dewi Arisanti pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berhasil membangun sebuah bisnis rumahan bernama Boyan Craft and Accessoris di Pontianak yang omzetnya bisa mencapai Rp5 jutaan per bulan.
"Saya tidak sengaja menggeluti usaha ini dari dulu memang sudah suka membuat kerajinan tangan. Awalnya hanya untuk dipakai dan dikoleksi secara pribadi. Namun, waktu itu secara tidak sengaja ada teman yang melihat salah satu karya saya kemudian ia meminta untuk dibuatkan kerajinan tersebut. Mulai dari situ saya kembangkan dan tekuni kerajinan tangan," ujar Dewi saat ditemui Antara di rumahnya di Jalan Tabrani Ahmad, Minggu.
-
Kapan tips ini dibagikan? Ingin tahu caranya? Simak penjelasan lengkapnya yang disajikan pada Jumat (7/6/2024) berikut ini.
-
Bagaimana kata-kata inspiratif pengusaha muda membantu dalam membangun bisnis? "Memulai perlu keberanian, membesarkan perlu ilmu. Itulah kuncinya dalam berbisnis."
-
Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh kata-kata inspiratif pengusaha muda? "Alasanku menjadi pebisnis karena mau membuka banyak lapangan kerja dan banyak bermanfaat buat orang lain."
-
Apa yang dikatakan oleh kata-kata motivasi bisnis tentang keberhasilan? Kesuksesan datang dari rasa ingin tahu, konsentrasi, ketekunan, dan kritik diri.
-
Apa saja yang diperlukan untuk menjadi seorang pengusaha sukses? Kesuksesan datang dari rasa ingin tahu, konsentrasi, ketekunan, dan kritik diri.
-
Apa kunci sukses dalam hidup? Kamu adalah kesuksesan sejati jika kamu dapat mempercayai diri sendiri, mencintai diri sendiri, dan menjadi diri sendiri.
Dewi mengatakan, dia mulai menyukai kerajinan tangan ketika masih duduk di bangku SMP, di sekolahnya dia diajarkan bagaimana membuat berbagai produk handicraft.
"Dasarnya saya membuat kerajinan tangan dari SMP. Di sekolah pada salah satu mata pelajaran kita diajarkan cara menciptakan suatu benda yang layak jual, jadi sekarang hanya perlu menggembangkan nya," tutur nya.
Dia mulai merintis usahanya pada tahun 2011 dan baru fokus menjalankan bisnis nya pada tahun 2013. Pada saat baru memulai usaha, dia sempat mengalami suatu kendala yaitu sulitnya mencari karyawan yang memenuhi kriteria.
"Ketika baru memulai usaha, kendala nya yaitu mencari karyawan yang bagus dan rapi dalam membuat kerajinan tangan. Kalau yang bisa banyak tapi dapat menghasilkan produk dengan kualitas baik belum tentu," katanya.
Produk-produk yang sudah dia hasilkan hingga kini antara lain rajutan, yang berupa bunga, kotak tisu, bros, dan lain-lain. Mayoritas produknya dibuat dari bahan baru, tapi ada juga yang menggunakan barang bekas. Produk yang ia buat berkisar Rp5 ribuan - Rp250 ribuan.
"Mayoritas kerajinan yang saya buat dari bahan baru. Akan tetapi ada juga yang dari barang bekas, misalnya tas, dompet, dan gantungan kunci," katanya.
Untuk pemasarannya, dia upload foto produknya ke sosial media, mengikuti pameran-pameran dan memasukkan karyanya ke UMKM Center.
"Penjualannya online dan offline, bisa langsung datang ke rumah. Saya juga memasarkan produk saya lewat sosial media dan bersyukur juga banyak yang memesan. Produk saya dapat dibeli secara grosiran maupun per buah. Untuk pembelinya sendiri ada juga yang dari luar kota misalnya Sintang," tutur nya.
Dia juga menambahkan modal yang dihabiskan untuk memulai usahanya sekitar Rp300 ribu, dengan pendapatan tiap Rp2 juta hingga Rp5 jutaan.
"Modal yang diperlukan kira-kira hanya Rp300 ribu karena bahan yang digunakan hanya benang dan beberapa benda yang murah dan mudah ditemukan," papar nya.
Dalam menjalankan usahanya dia dibantu oleh saudara, teman, dan seorang pelajar yang ia latih membuat kerajinan tangan sendiri. Konsep dan desain produk yang akan dibuat dia sendiri yang menentukan.
Dewi berharap untuk ke depan usahanya dapat lebih maju lagi, terutama dalam kapasitas produksi dan penambahan karyawan. Selain itu, dia juga bercita-cita suatu hari dapat memiliki toko kerajinan sendiri.
"Harapan saya ke depannya kapasitas produksi dapat meningkat tiap bulan, memiliki karyawan yang mempunyai keterampilan di bidang kerajinan tangan, serta mempunyai toko sendiri agar dapat membuka lapangan kerja baru," harapnya.
Baca juga:
Kisah Sukses Muhammad Feriadi, Berambisi Bawa JNE Rajai Bisnis Pengiriman RI
Berawal Hobi, Disyon Toba Sukses Dirikan Consina Bermodal Rp 50.000
Deretan Kota Terbaik di Dunia untuk Pengusaha Wanita, Jakarta Peringkat Berapa?
Modal Rp8 Juta Bisa Buka Waralaba Makanan Ini, Keuntungan Sebulan Rp4,7 Juta
Bisnis Paling Cocok Dijalankan Milenial dengan Modal Rp10 Juta, 3 Bulan Balik Modal
AFI Gelar Pameran Waralaba di JCC, Transaksi Diprediksi Capai Rp800 M