Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Limbah Kulit Kopi Jadi Bahan Bakar Alternatif, Solusi Warga Lereng Ijen saat BBM Naik

Limbah Kulit Kopi Jadi Bahan Bakar Alternatif, Solusi Warga Lereng Ijen saat BBM Naik Ilustrasi tanaman kopi. ©2022 Merdeka.com/Dok. Kementerian Pertanian

Merdeka.com - Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi berkualitas. Kini, selain menjual biji kopi, banyak petani yang mengolah biji kopi menjadi bubuk siap saji yang banyak digemari konsumen.

Namun, proses pengolahan kopi dari biji menjadi bubuk siap saji menyisakan limbah berupa kulit kopi. Mirisnya, jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit karena mencapai 39 persen dari total produksi.

Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi

Sebelumnya, petani hanya memanfaatkan limbah kulit kopi menjadi pupuk. Namun, seiring berkembangnya produksi kopi, jumlah limbah kulit kopi semakin meningkat dan berpotensi menjadi masalah.

Kulit kopi yang bersifat asam tidak baik bagi kondisi tanah dan air. Sehingga, jika limbah kulit kopi dibuang ke sungai, maka dapat mencemari lingkungan hingga merusak biota sungai.

Berangkat dari fenomena tersebut, dosen dan peneliti dari Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (Unej) Soni Sisbudi Harsono mencoba untuk mencari solusi dari keberadaan limbah kulit kopi yang biasanya ditumpuk di kebun atau di tepi aliran sungai.

Bahan Bakar Alternatif

kulit kopi jadi biopellet

©2022 Merdeka.com

Berdasarkan riset yang Soni lakukan, limbah kulit kopi bisa diolah menjadi sumber bahan bakar alternatif terbarukan berupa biopellet.

Biopellet merupakan jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa berbentuk pelet yang memiliki ukuran lebih kecil dari briket.

Harapannya, biopellet dari limbah kulit kopi menjadi solusi mengatasi dampak buruk limbah kulit kopi bagi lingkungan. Sekaligus mendorong kemandirian warga desa sentra kopi di beberapa daerah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pascakenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Proses Pembuatan Mudah

ilustrasi tanaman kopi

©2022 Merdeka.com/Dok. Kementerian Pertanian

Proses pembuatan biopellet terbilang mudah dan murah. Pertama, kulit kopi dijemur hingga kadar airnya berkurang hanya menjadi 12 persen. Kulit kopi yang sudah kering kemudian dihaluskan hingga berbentuk seperti tepung.

Siapkan lem kanji dengan cara melarutkan tepung tapioca dengan air secukupnya. Kemudian, aduk bahan-bahan tersebut hingga tercampur rata dan siap untuk dicetak menjadi biopellet.

Komposisi ideal untuk membuat biopellet adalah 90 persen tepung kulit kopi ditambah 10 persen lem kanji. Jika bahan sudah siap, langkah selanjutnya adalah memasukkan ke alat pencetak biopellet hingga menghasilkan bahan bakar briket berbentuk silinder kecil.

Biopellet itu kemudian dijemur di ruang terbuka dengan memanfaatkan panas matahari selama kurang lebih dua hari atau hingga benar-benar kering. Jika seluruh tahapan sudah dilalui, biopellet siap digunakan sebagai bahan bakar.

Satu kilogram biopellet hanya memerlukan biaya produksi Rp2.500. Padahal, satu kilogram biopellet bisa digunakan untuk memasak nasi satu kilogram, atau memasak air dan lauk pauk selama delapan jam.

Menurut doktor teknik pertanian lulusan Humboldt University Berlin Jerman itu, memakai biopellet lebih hemat 25 persen daripada menggunakan kompor dengan sumber BBM berupa elpiji.

Cara pemakaian biopellet juga cukup mudah yakni seperti menggunakan arang, sehingga masyarakat awam bisa memakainya dengan aman.

Cita-Cita Mandiri Energi

kulit kopi jadi biopellet

©2022 Merdeka.com

Program pengolahan limbah kulit kopi menjadi biopellet diharapkan mewujudkan desa mandiri energi sehingga dapat menaikkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain menggunakan bahan limbah kulit kopi, biopellet juga dapat diproduksi menggunakan limbah organik lain seperti daun dan batang tanaman yang banyak dijumpai di perdesaan.

Kepala Desa Sukorejo Sumarni menyampaikan, dalam setiap panen raya kopi di desanya bisa menghasilkan limbah kulit kopi hingga 2 ribu ton. Biasanya limbah tersebut hanya diolah menjadi pupuk, sehingga keberadaannya mengganggu.

Adanya pelatihan pembuatan biopellet dan kompor biomassa yang diselenggarakan tim peneliti FTP Unej diharapkan dapat mengurangi limbah sekaligus mengurangi ketergantungan warga terhadap minyak tanah atau elpiji untuk kebutuhan sehari-hari. (mdk/rka)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
FOTO: Intip Pengolahan Puluhan Ton Sampah Sungai Ciliwung Menjadi Pupuk Kompos dan Bahan Bakar di TB Simatupang
FOTO: Intip Pengolahan Puluhan Ton Sampah Sungai Ciliwung Menjadi Pupuk Kompos dan Bahan Bakar di TB Simatupang

Selain diolah sebagai pupuk kompos, sampah-sampah ini juga dijadikan sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Selengkapnya
Pilu Warga Karawang Tak Bisa Mandi hingga Cuci Beras karena Air Bendungan Tercemar Limbah, Warna Berubah Hitam Pekat dan Berbau
Pilu Warga Karawang Tak Bisa Mandi hingga Cuci Beras karena Air Bendungan Tercemar Limbah, Warna Berubah Hitam Pekat dan Berbau

Bendungan ini menjadi tumpuan utama warga Jatisari dan sekitarnya. Sehari-hari, air dimanfaatkan untuk keperluan mandi, mencuci bahkan memasak

Baca Selengkapnya
Sungai di Jambi Diduga Tercemar Limbah Pabrik CPO, Warga Alami Gatal-Gatal
Sungai di Jambi Diduga Tercemar Limbah Pabrik CPO, Warga Alami Gatal-Gatal

Air berubah warna dan bau menyengat. Kondisi ini membuat banyak ikan mati dan warga mengalami penyakit gatal.

Baca Selengkapnya
Ubah Limbah Tahu Jadi Biogas, Kini Warga Desa Sambak Magelang Tak Ketergantungan Elpiji
Ubah Limbah Tahu Jadi Biogas, Kini Warga Desa Sambak Magelang Tak Ketergantungan Elpiji

Limbah tahu yang meresahkan warga sekitar, kini menjadi berkah hingga desa tersebut mendapat julukan desa mandiri energi.

Baca Selengkapnya
Asa Warga Jambi Menanti Air Bersih di Tengah Kali Tercemar Tambang Ilegal
Asa Warga Jambi Menanti Air Bersih di Tengah Kali Tercemar Tambang Ilegal

aktivitas pertambangan emas ilegal yang marak di sekitarnya membuat air menjadi keruh pekat dan menyebabkan gatal-gatal.

Baca Selengkapnya
FOTO: Dulu Meluap hingga Membanjiri Ibu Kota, Kini Kondisi Aliran Kali Ciliwung Menyusut dan Menghitam Akibat Banyak Sampah
FOTO: Dulu Meluap hingga Membanjiri Ibu Kota, Kini Kondisi Aliran Kali Ciliwung Menyusut dan Menghitam Akibat Banyak Sampah

Kondisi kali Ciliwung di musim kemarau saat ini sedang surut dan menghitam dengan banyak tumpukan sampah.

Baca Selengkapnya
Abu Batu Bara PLTU Tenyata Bisa Diubah Jadi Pupuk, Begini Caranya
Abu Batu Bara PLTU Tenyata Bisa Diubah Jadi Pupuk, Begini Caranya

Abu bata baru yang dimanfaatkan sebagai pupuk silika berasal dari PLTU Ombilin, di Kota Sawahlunto Sumatera Barat.

Baca Selengkapnya
Pengertian Limbah Organik, Jenis, dan Cara Mengolahnya yang Tepat
Pengertian Limbah Organik, Jenis, dan Cara Mengolahnya yang Tepat

Limbah organik merupakan sisa-sisa dari makhluk hidup dan bahan-bahan organik yang dapat terurai secara alami melalui proses biologis.

Baca Selengkapnya
Geger Air Sumur Warga Gunungsindur Bogor Berwarna Biru Seperti BBM, Terbakar saat Disulut Api
Geger Air Sumur Warga Gunungsindur Bogor Berwarna Biru Seperti BBM, Terbakar saat Disulut Api

Air sumur warga diduga tercemar BBM itu sudah berlangsung selama 7 tahun.

Baca Selengkapnya
Bukan Solusi Baik, Ini Penjelasan Pakar UGM Terkait Bahaya Membakar Sampah
Bukan Solusi Baik, Ini Penjelasan Pakar UGM Terkait Bahaya Membakar Sampah

Zat hasil pembakaran sampah dapat berisiko meningkatkan potensi kanker pada manusia.

Baca Selengkapnya
FOTO: Ide Kreatif Warga Trenggalek Memanfaatkan Kotoran Sapi untuk Diubah Menjadi Bahan Bakar Biogas Pengganti Elpiji
FOTO: Ide Kreatif Warga Trenggalek Memanfaatkan Kotoran Sapi untuk Diubah Menjadi Bahan Bakar Biogas Pengganti Elpiji

Warga di Desa Dompyong, Trenggalek menggunakan energi biogas yang berasal kotoran sapi.

Baca Selengkapnya
Pabrik Arang Batok Kelapa di Jaktim yang Disegel Bisnis Turun Temurun, Sudah Eksis Lebih dari 40 Tahun
Pabrik Arang Batok Kelapa di Jaktim yang Disegel Bisnis Turun Temurun, Sudah Eksis Lebih dari 40 Tahun

Pabrik yang berada di sisi Sungai Ciliwung itu saat ini masih disegel dengan garis kuning milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Baca Selengkapnya