Menilik Sidoarjo sebagai Pusat Peradaban Islam di Jawa Timur, Pendiri NU Pernah Nyantri di Sini
Saat ini adalah lebih dari 1.000 masjid dan lebih dari 4.000 musala berdiri di Sidoarjo

Saat ini adalah lebih dari 1.000 masjid dan lebih dari 4.000 musala berdiri di Sidoarjo

Menilik Sidoarjo sebagai Pusat Peradaban Islam di Jawa Timur, Pendiri NU Pernah Nyantri di Sini

Keberadaan lebih dari 5.000 masjid dan musala di Kabupaten Sidoarjo menandakan bahwa daerah ini merupakan kawasan penting bagi perkembangan islam di Jawa Timur. Bahkan, Kiai Hasyim Asy'ari pernah nyantri di salah satu pondok pesantren di Kota Delta ini.
Masuknya Islam
Sejarah masuknya Islam ke Sidoarjo tidak bisa dipisahkan dari perkembangan masuknya Islam ke Surabaya, yakni Ampel Denta.
Mengutip situs resmi Pemkab Sidoarjo, masuknya Islam ke Sidoarjo diperkirakan setelah kedatangan Sunan Ampel ke Ampel Denta Surabaya.
Lebih lanjut, melihat prasasti masjid Masjid Jami` Al Abror yang berdiri tahun 1678 masehi, maka Islam masuk ke Sidoarjo langsung ke pusat kota yakni Kauman. Pasalnya, sampai saat ini belum dijumpai masjid lain yang lebih tua dari Masjid Jami` Al Abror.

Pondok Pesantren
Pada abad 18-19 Sidoarjo mencapai puncak keemasannya dalam bidang pendidikan Islam. Sidoarjo menjadi salah satu pusat pendidikan Islam dan dikenal sebagai kota santri, khususnya di Jawa Timur.
Kiai Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang tercatat pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Sono, Kabupaten Sidoarjo.Selain Mbah Hasyim, sejumlah kiai besar lain juga pernah belajar mendalami Islam di Pesantren Sono. Di antaranya Kiai Abdul Karim (Mbah Manab), pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri; Kiai Djazuli Utsman, pendiri Pesantren Al Falah Ploso Kediri; dan sejumlah ulama lainnya.

Sementara itu, aktivis NU, Muhammad Mahbub melalui Instagramnya @em_mahbub menyebut Kiai Hasyim Asy'ari dulunya merupakan santri Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah Siwalan Panji Sidoarjo.
Kondisi Terkini
Mengutip Instagram @pemkabsidoarjo, hingga tahun 2018 terdapat 1.143 masjid di kabupaten ini. Sementara jumlah musalanya mencapai 4.492.
Adapun berdasarkan data BPS, jumlah pondok pesantren di Sidoarjo mencapai 98 pesantren yang tersebar di 18 kecamatan.
Hingga tahun 2020, tercatat ada 14.992 santri yang belajar di Kabupaten Sidoarjo. Para santri tidak hanya berasal dari Sidoarjo, banyak juga yang berasal dari luar kota, seperti Gresik, Pasuruan, Madura, Kediri, dan kota-kota lain.

Berdirinya ribuan masjid dan musala menandakan bahwa mayoritas warga Kabupaten Sidoarjo beragama Islam.
Sementara itu, berdasarkan data BPS tahun 2018, jumlah rumah ibadah agama lain di Sidoarjo sebagai berikut. Gereja sebanyak 32 bangunan, Pura sejumlah empat bangunan, dan Klenteng sebanyak dua bangunan.
