Bang Yos Pelaku Mutilasi Pria Bertato di Solo
Merdeka.com - Polres Sukoharjo, Jawa Tengah berhasil menangkap pelaku mutilasi dengan korban Rohmadi (51) alias Madun Bin Ratiman, warga Keprabon Wetan RT 002 RW 003, Kelurahan Keprabon, Banjarsari Solo.
Berdasarkan serangkaian penyelidikan yang dilakukan, tim gabungan melakukan gelar perkara dengan hasil menetapkan tersangka atas nama Suyono alias Bang Yos Bin Sunarto, warga Laweyan Solo.
"Setelah lakukan pemeriksaan saksi sebanyak 21, mengarah pada salah satu tersangka atas nama Suyono (50) alias Yono, kerjaannya buruh, tinggalnya di wilayah Laweyan," kata Kapolda Jawa Tengah Kombes Ahmad Luthfi saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Selasa (30/5).
-
Bagaimana pelaku ditangkap? Pelaku ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Pelaku LL warga Kelurahan Kefamenanu Selatan ditangkap di Weain, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka pada Selasa (18/10) kemarin.
-
Apa yang dilakukan polisi setelah disekap? 'Korban beralasan akan menjual mobil miliknya sehingga para tersangka melepaskan korban dari ikatan dan membiarkannya pulang untuk menjual mobilnya,' kata Mikael.
-
Bagaimana polisi menangkap mereka? Penangkapan ini tidak lepas dari kegiatan patroli rutin yang ditingkatkan di wilayah Kepolisian Resor Kota Besar Medan dan jajaran untuk membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
-
Apa yang terjadi saat penggerebekan? Di sana lah penyerangan terhadap anggota polisi terjadi dan diduga dilakukan keluarga GS. Polisi diserang karena tersangkameronta dan berteriak sehingga mengundang perhatian orang-orang di sekelilingnya. 'Itu bukan orang tidak dikenal itu, keluarga tersangka (yang menyerang). Ditangkap di rumah, kemudian dibawa, diborgol teriak-teriak dia. Begitu ceritanya,' kata dia.
-
Bagaimana penangkapan para pelaku TPPO? Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan dari masyarakat sekitar mengenai adanya aktivitas mencurigakan oleh ketiga pelaku.
"Pada hari Minggu tanggal 23 Mei 2023 sekira pukul 13.00 WIB petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka di kuburan Dukuh Wldororejo, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo," imbuhnya.
Saat penangkapan, petugas melakukan tindakan tegas terukur karena sempat melakukan perlawanan. Kemudian tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Sukoharjo untuk proses penyidikan lebih lanjut.
"Motifnya dendam dan ingin menguasai harta milik korban (sepeda motor). Modus operandinya, menghilangkan nyawa korban yang didahului dengan perencanaan dan disertai dengan secara melawan hukum menguasai barang milik korban," terangnya.
Selain tersangka, Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam No. Pol AD 4761 KS (milik korban). 1 potong pipa besi panjang 70 cm,1 bilah pisau pemotong daging panjang ± 40 cm,1 buah helm, 1 potong kaos pendek warna biru kerah hitam (milik pelaku), 1 potong celana jeans warna biru (milik pelaku).
"Tersangka kita kenakan Pasal 340 KUH Pidana atau pasal 338 KUH Pidana atau Pasal 339 KUH Pidana atau Pasal 365 ayat (3) KUH Pidana. Ancaman hukuman maksimal hukuman mati," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Gibran ikut bereaksi atas kelakuan pelaku merundung suporter Persib Bandung
Baca SelengkapnyaAnggota TNI bernama Sersan Mayor Suprayito jadi korban pengeroyokan.
Baca SelengkapnyaPelaku HS (29) warga Desa Pohijo ditangkap melakukan penganiayaan.
Baca SelengkapnyaTersangka ditembak karena melawan ketika diminta menunjukkan lokasi pelaku lain.
Baca SelengkapnyaPeristiwa itu terjadi di Desa Teluk Pandak, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo pada September 2024 lalu.
Baca SelengkapnyaPengeroyokan itu terjadi di Jalan Raya Banjaran-Soreang, Rabu (20/12) lalu.
Baca SelengkapnyaDari hasil interogasi, pelaku melakukan penusukan sebanyak dua kali di bagian bahu kanan dan perut bagian bawah kanan.
Baca SelengkapnyaBerdasarkan video rekaman kamera CCTV yang viral di media sosial itu terlihat kejadian tersebut terjadi di tepi jalan raya.
Baca Selengkapnya