Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi kembalikan 9.081 paspor korban penipuan First Travel

Polisi kembalikan 9.081 paspor korban penipuan First Travel Barang bukti First Travel. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Polisi sejauh ini sudah mengembalikan sebanyak 9.081 paspor milik para calon jamaah umrah yang menjadi korban penipuan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel). Akan tetapi, jumlah pelapor masih terus berdatangan karena dirinya telah ditipu oleh First Travel.

Kabagpenum Divhumas Mabes Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan bahwa jumlah korban yang sudah melapor ke polisi melalui e-mail per hari ini mencapai 9.309. Sedangkan, untuk pelapor langsung ke polisi mencapai angka 24.760.

"Hingga hari ini penyidik Bareskrim mendapatkan data terbaru seperti itu," kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (15/9).

Lebih dalam, Martinus menyebut bahwa penyidik masih terus melakukan pendalaman terkait aset-aset milik dari ketiga tersangka penipuan terhadap calon jamaah umrah yang kini sudah ditahan di Polda Metro Jaya menjadi tahanan Bareskrim Polri.

Selain itu, penyidik juga masih terus meminta keterangan terhadap para calon jamaah umrah yang menjadi korban penipuan First Travel dan yang sudah melakukan pelaporan terhadap polisi.

"Menggali, apakah ketiga tersangka ini memiliki aset di tempat-tempat yang belum disampaikan oleh tersangka," ujarnya.

Sampai saat ini, polisi sudah melakukan penyitaan terhadap beberapa aset milik atau yang terkait dengan First Travel.

Berikut aset First Travel yang sudah disita oleh polisi yaitu rumah:

Satu unit rumah di Jalan Venesia Selatan No. 99 Sentul City Rt 001/005, Sumur Batu, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat. Satu unit rumah atau kantor First Travel di Jalan Radar Auri No. 1 Cimanggi, Depok, Jawa Barat.

Satu unit rumah di Cluster Vasa Kebagusan Jalan Kebagusan Dalam IV No. 550 , Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Satu unit rumah di Jalan RTM, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Sedangkan untuk delapan Perusahaan yang disita antara lain:

PT. Interculture Tourindo.

PT. Yamin Duta Makmur.

PT. Hijrah Bersama Taqwa.

PT. Bintang Balindo Semesta.

PT. Anugerah Nusantara Mandiri Prima.

PT. Anugerah Karya Teknologi.

PT. Anniesa Hasibuan Fashion

Yayasan First.

Bukan hanya rumah dan perusahaan saja yang sudah disita, polisi juga telah menyita lima mobil, lalu memblokir 13 rekening dengan rincian tiga rekening atas nama tersangka Andika, dua atas nama tersangka Anniesa, satu atas nama Kiki Hasibuan. Lalu, tiga rekening atas nama PT Anniesa Hasibuan dan empat rekening atas nama PT First Anugerah Travel. (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Selundupkan 12 Paspor, Dua WN Malaysia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta
Selundupkan 12 Paspor, Dua WN Malaysia Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

Pelaku mengaku menyelundupkan 12 paspor itu atas perintah seorang WN Malaysia lainnya dengan upah Rp3 juta.

Baca Selengkapnya
Perhiasan hingga Uang Penumpang Pesawat di Koper Dicuri, Petugas Bagasi sampai Porter Terlibat
Perhiasan hingga Uang Penumpang Pesawat di Koper Dicuri, Petugas Bagasi sampai Porter Terlibat

Barang berharga tersebut, yakni satu buah cincin emas, dua cincin emas berlian, uang USD 300 dan uang SGD 300.

Baca Selengkapnya
Tumpukan Uang Hervey Moeis yang Disita Karena Kasus Korupsi Timah Rugikan Negara Rp300 Triliun
Tumpukan Uang Hervey Moeis yang Disita Karena Kasus Korupsi Timah Rugikan Negara Rp300 Triliun

Pantauan di lokasi, terlihat Harvey maupun Helena mengenakan rompi merah muda dengan borgol yang membelit kedua tangan

Baca Selengkapnya