Rahasia Warna Merah Mars Akhirnya Terungkap Berkat Temuan Ini
Studi terbaru membuktikan ferrihydrite, mineral kaya air, jadi penyebab debu merah di Mars, membuka peluang baru pencarian jejak air kuno di Planet Merah.

Mars dikenal sebagai Planet Merah yang sering terlihat dengan mata telanjang dari Bumi. Namun, misteri mengapa Mars berwarna merah telah membingungkan ilmuwan sejak lama. Kini, sebuah studi terbaru akhirnya mengungkap jawaban yang diyakini paling akurat, seperti dikutip dari Indy100, Sabtu (1/3).
Tim peneliti dari Brown University dan University of Bern menemukan bahwa mineral ferrihydrite — senyawa besi yang kaya air — merupakan kunci utama di balik warna merah khas Mars. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Nature Communications.
Sebelumnya, ilmuwan menduga warna merah Mars disebabkan oleh hematit, mineral kering yang proses terbentuknya mirip karat. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa ferrihydrite jauh lebih dominan di permukaan Mars.
"Analisis kami menunjukkan bahwa ferrihydrite ada di mana-mana dalam debu Mars, bahkan kemungkinan juga di formasi batuannya," ujar Adomas Valantinas, peneliti postdoktoral di Brown University yang memulai studi ini saat masih menjadi mahasiswa doktoral di University of Bern.
Menurutnya, ini bukan kali pertama ferrihydrite dicurigai sebagai penyebab merahnya Mars. Tetapi baru kali ini hipotesis tersebut dibuktikan dengan data observasi langsung dan metode laboratorium inovatif yang mampu mereplikasi debu Mars secara realistis di laboratorium.
Petunjuk Keberadaan Air dan Potensi Kehidupan
Temuan ini bukan sekadar menjawab soal warna, tetapi juga menjadi petunjuk penting tentang sejarah air di Mars.
Ferrihydrite terbentuk di lingkungan yang mengandung air dingin, yang menandakan Mars pernah memiliki kondisi yang memungkinkan adanya air cair — faktor utama pendukung kehidupan.
"Studi ini membuka pintu baru," kata Jack Mustard, penulis senior dalam riset tersebut. "Dengan memahami prinsip pembentukan mineral ini, kita bisa menelusuri sejarah Mars jauh ke masa lalu."
Lebih penting lagi, temuan ini dapat segera dikonfirmasi lewat sampel langsung yang saat ini sedang dikumpulkan oleh rover Perseverance di permukaan Mars. Ketika sampel tersebut kembali ke Bumi, ilmuwan bisa membandingkan secara langsung dengan hasil laboratorium.
Perseverance Temukan Tekstur Aneh di Mars
Sementara itu, NASA melaporkan bahwa rover Perseverance baru-baru ini menemukan tekstur batuan unik yang belum pernah terlihat sebelumnya di Mars. Foto-foto terbaru juga menunjukkan fenomena langit Mars yang dipenuhi awan berwarna-warni.
Dengan kombinasi penelitian laboratorium, data dari rover, serta observasi terbaru, teka-teki warna merah Mars mulai terjawab. Temuan ini bukan hanya memperkaya pemahaman tentang Mars, tetapi juga membuka peluang baru menelusuri jejak air kuno dan potensi kehidupan di masa lalu.