Hidayat Nur Wahid tegaskan tak ada bendera HTI di reuni 212
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa bendera itu bukanlah milik HTI. Bendera itu bertuliskan kalimat 'Laailahaillallah' yang menurutnya tak ada hubungannya dengan HTI. Kalaupun di antara massa yang hadir ada dari bekas HTI, dia tidak mempersoalkan selama mengikuti aturan hukum.
Dalam acara reuni akbar alumni 212 di Monas, Sabtu (2/12), bendera berwarna hitam berkibar di tengah-tengah massa. Polemik muncul lantaran bendera itu disebut-sebut sebagai bendera ormas yang sudah dibubarkan pemerintah yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menegaskan bahwa bendera itu bukanlah milik HTI. Bendera itu bertuliskan kalimat 'Laailahaillallah' yang menurutnya tak ada hubungannya dengan HTI.
-
Apa yang dibahas Indonesia di Sidang Umum ke-44 AIPA di Jakarta? “AIPA ke-44 nanti juga akan membahas persoalan kesejahteraan, masyarakat, dan planet (prosperity, people, and planet),” kata Putu, Rabu (26/7/2023).
-
Siapa yang hadir di Upacara HUT ke-78 RI bersama Puteri Indonesia 2023? Selain para menteri dan beberapa artis, Putri Indonesia 2023 juga diundang menghadiri upacara HUT ke-78 RI di Istana Negara.
-
Kapan konser PREP di Jakarta berlangsung? Band Indie asal London menggelar konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (15/5/2024).
-
Dimana konser PREP di Jakarta diselenggarakan? Band Indie asal London menggelar konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Sabtu (15/5/2024).
-
Siapa saja yang hadir di acara perayaan HUT ke-78 Mahkamah Agung? Acara yang berlangsung dalam rangka merayakan HUT Mahkamah Agung tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, para Pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim AdHoc, PLH Sekretaris Mahkamah Agung, pejabat eselon 1 dan 2 serta undangan lainnya.
-
Apa yang dirayakan dalam acara tersebut? Acara ini merupakan bentuk syukur Syifa atas kelahiran anak keduanya ke dunia.
"Tulisan 'Laailahaillallah' saja itu bukan bendera HTI maupun bendera kelompok manapun. Itu adalah benderanya Rasulullah," jelasnya.
Kalaupun di antara massa yang hadir ada dari bekas HTI, dia tidak mempersoalkan selama mengikuti aturan. Karena Indonesia adalah negara hukum.
"Kalau ada HTI-nya ya silakan. Ini kan negara hukum ya silakan. Hukum laksanakan kewajibannya sesuai dengan aturan-aturan hukum kalau itu memang ada tulisan-tulisan yang terkait dengan kelompok yang misalnya dilakukan pembubaran oleh hukum Indonesia," jelasnya.
Terkait beberapa pihak yang menyebut reuni 212 tak perlu, Hidayat tak mempersoalkan. Tapi bagi dia pribadi, kegiatan tersebut perlu diikuti. "Kalau saya datang ke sini berarti itu perlu," ujarnya.
Aksi 212 yang dilakukan sejak 2016 lalu menurutnya bukan agenda politik. Politisi PKS ini menyebut agenda ini untuk memperkokoh persaudaraan umat, memperkokoh Indonesia dan menghadirkan Indonesia yang kuat. "Kalau hanya agenda politik dan dikaitkan dengan Pilgub DKI mungkin enggak perlu ada ini," jelasnya.
(mdk/noe)