Titik Terang Identitas Korban Mutilasi Bekasi, Makam Anaknya Dibongkar
Penyidik Polda Metro Jaya membongkar sebuah makam di tempat pemakaman umum kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (5/1). Makam tersebut milik seorang anak dari wanita korban mutilasi di Bekasi.
Penyidik Polda Metro Jaya membongkar sebuah makam di tempat pemakaman umum kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (5/1). Makam tersebut milik seorang anak dari wanita korban mutilasi di Bekasi.
Identitas wanita korban mutilasi pelaku M Ecky Listhianto kian terang. Kakak korban mutilasi, Turyono Wahadi H mengakui, bahwa makam yang dibongkar adalah milik anak dari korban mutilasi tersebut.
-
Apa yang viral di Babelan Bekasi? Viral Video Pungli di Babelan Bekasi Palaki Sopir Truk Tiap Lima Meter, Ini Faktanya Beredar video pungli di Babelan Bekasi. Seorang sopir truk yang melintas di kawasan Jalan Raya Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat merekam banyaknya aktivitas pungli baru-baru ini.
-
Kenapa aksi wanita ini viral di TikTok? Video yang diunggah oleh pemilik akun @memomedsos ini mencuri perhatian warganet.
-
Apa yang dilakukan para wanita di video viral itu? Pada awal video, terlihat wanita perekam video menyoroti jalanan yang dipenuhi banyak orang di pinggir jalan. Rupanya, ia datang tepat saat ada ajang balap liar. Tanpa merasa panik, si wanita dan teman-temannya justru tampak membubarkan balapan ilegal tersebut dengan cara menghampiri orang-orang tersebut.
-
Mengapa kejadian ini viral? Tak lama, unggahan tersebut seketika mencuri perhatian hingga viral di sosial media.
-
Bagaimana mutasi virus Corona pada pria tersebut terjadi? Selama masa infeksi, dokter berulang kali mengambil sampel dari pria tersebut untuk menganalisis materi genetik virus corona. Mereka menemukan bahwa varian asli Omicron BA1 telah mengalami lebih dari 50 kali mutasi, termasuk beberapa yang memungkinkannya untuk menghindari sistem kekebalan tubuh manusia.
-
Kolak apa yang viral di Mangga Besar? Baru-baru ini ramai di media sosial war kolak di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Sebagaimana terlihat dalam video yang tayang di akun Instagram @noonarosa, warga sudah antre sejak pukul 14:00 WIB sebelum kedainya buka.
Makam tersebut dibongkar guna penyelidikan polisi untuk mengambil sampel DNA. Sampel tersebut nantinya bakal dicocokkan kepada korban mutilasi.
"Betul kasus yang di Bekasi," kata Turyono saat dihubungi merdeka.com.
Turyono saat ini masih mendampingi penyidik dalam proses pembongkaran makam anak dari korban. Anak itu tewas terjun dari sebuah apartemen di Rasunan Said tahun 2018 lalu.
Sebelumnya, Polisi tengah melakukan proses pemeriksaan DNA korban mutilasi oleh tersangka M Ecky Listhianto (34) yang ditemukan di dalam box dalam kontrakan di Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
"Saat ini sedang melakukan pemeriksaan sero biologi melekuler untuk memastikan identitas mayat," Kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi.
Hengki menjelaskan, pencarian fakta mengenai indentitas mayat tidak selalu dilakukan dengan meminta keterangan saksi dan pelaku. Namun juga dapat dilakukan dengan pencocokan DNA.
"Kita tidak boleh hanya bergantung kepada pengakuan tersangka," imbuhnya.
Dirinya bahkan mengakui, karena kondisi jenazah yang dikatakannya sudah cukup lama dan sudah tidak berbentuk membuat identitas korban menjadi sulit.
Adapun usai semua hasil yang didapatkan, pihaknya akan segera memberikan penjelasan secara lengkap. "Kalau identitas mayat sudah terkonfirm maka kami akan memberikan penjelasan lanjutan secara komprehensif," ujarnya.
"Jenazah ini di perkirakan lama, oleh karenanya tingkat kesulitan cukup tinggi. Perlu ketelitian dan kehati hatian," sambungnya.
Sebelumnya, Polisi masih mendalami untuk mengungkap identitas jasad perempuan korban dimutilasi. Korban ditemukan di kontrakan Kampung Buaran, Desa Lambangsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/12).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi menerangkan, petugas sedang membuktikan secara ilmiah identitas dari body part yang ditemukan pada saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Salah satunya menggunakan metode pencocokan DNA.
"Puslabfor membandingkan DNA terduga dengan DNA keluarga," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Sabtu (31/12).
Hengki tidak menampik, pihaknya memang menemukan kartu identitas yang diduga milik korban. Dalam penggeledahan kontrakan tersebut, ditemukan juga sejumlah pakaian wanita, termasuk seragam minimarket milik wanita.
"Oleh karenanya kita mengundang laboratorium forensik dan juga mendapatkan bantuan dari kedokteran forensik untuk menentukan DNA, apakah benar jenazah yang ada di dua kontainer ini cocok dengan identitas yang ditemukan di TKP," ujar Hengki.
(mdk/rnd)