Terjadinya Kekerasan pada Anak Bisa Sebabkan Dampak yang Tak Bisa Disepelekan
Sekali anak mengalami kekerasan, hal ini akan menempel di otak mereka dan menimbulkan dampak yang tak bisa disepelekan.
Kekerasan pada anak bukanlah masalah yang dapat dianggap remeh. Dampaknya terhadap psikologis anak bisa sangat serius dan berkepanjangan. Psikolog anak dan keluarga, Sani B. Hermawan dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa anak yang menjadi korban kekerasan sering kali menunjukkan berbagai dampak psikologis yang mengganggu kesejahteraan mereka.
"Ketika anak sudah mengalami kekerasan dan ada dampak psikologis, biasanya anak menjadi sensitif, mudah menangis, tidak percaya pada orang baru, atau takut bertemu orang dewasa. Di sinilah perlunya kita hadir untuk menenangkan dan mendampinginya," kata Sani, yang juga merupakan Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani, dilansir dari Antara.
-
Mengapa menjaga kesehatan rambut penting untuk anak? Bagi anak-anak, rambut yang sehat sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kenyamanan dalam beraktivitas sehari-hari.
-
Bagaimana cara agar mata anak tetap sehat? Paparan sinar matahari, terutama cahaya alami, diyakini dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko masalah penglihatan.
-
Mengapa penting menjaga kesehatan saluran cerna anak? Sederhananya, sistem saluran cerna ini memiliki peran untuk menjaga daya tahan si kecil. Yup, sekitar 70% sistem imun manusia sebenarnya berasal dari organ pencernaan, seperti usus.
-
Apa manfaat pelukan bagi kesehatan fisik anak? Dalam konteks ini, Dr. Bruce D. Perry, seorang ahli neurosains anak, mengungkapkan, "Ketika anak merasa nyaman dan aman melalui kontak fisik seperti pelukan, produksi kortisol dalam tubuhnya akan berkurang, sehingga ia lebih mampu mengatasi stres dan mengembangkan kepercayaan diri yang kuat."
-
Bagaimana cara menjaga kesehatan rambut anak selain dengan makanan? Kebiasaan ini mungkin terbilang sederhana namun dapat merusak rambut anak. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu dihindari: 1. Sering KeramasKeramas memang penting untuk menjaga kebersihan rambut, namun jika terlalu sering, kebiasaan ini justru bisa merusak rambut serta menyebabkan kulit kepala gatal dan kering. Terlalu sering keramas juga bisa menghilangkan pelembap alami rambut. 2. Jarang KeramasSebaliknya, jarang keramas juga dapat merusak rambut. Jika tidak keramas secara teratur, kulit kepala dapat menjadi berminyak, yang dapat menyebabkan ketombe dan membuat rambut lebih lengket. 3. Mengeringkan Rambut dengan Pengering RambutMengeringkan rambut dengan pengering rambut atau mencatok rambut bisa memicu kebotakan dini. Penggunaan alat-alat ini dapat membuat rambut semakin rontok dan rapuh. Sebaiknya, keringkan rambut dengan bantuan kipas atau angin alami. 4. Menyisir Rambut Saat BasahMenyisir atau menata rambut saat basah bisa merusak rambut. Pada saat basah, rambut cenderung meregang, dan jika disisir, kutikula rambut dapat rusak. Oleh karena itu, sebaiknya sisir rambut setelah rambut kering. 5. Tidur dengan Rambut BasahTidur dengan rambut yang masih basah dapat menyebabkan rambut rapuh dan mudah kering. Rambut basah terlalu lama dapat menyebabkan hygral fatigue, yaitu rambut kehilangan lapisan terluar akibat batang rambut terlalu lembap. Efeknya, rambut pun rapuh dan mudah kering. 6. Tidur dengan HairsprayMembiarkan hairspray semalaman juga merusak rambut. Hairspray dapat mengeringkan batang rambut dan menggumpal di kulit kepala, menyebabkan gatal, ketombe, hingga rambut rontok. Sebaiknya, membersihkan hairspray segera setelah penataan rambut. 7. Mengikat Rambut Saat TidurMengikat rambut saat tidur juga dapat merusak rambut. Mengikat rambut terlalu ketat dapat menyebabkan rambut patah atau rontok, serta membuat kulit kepala gatal.
-
Bagaimana cara agar badan bayi padat dan sehat? Untuk membantu bayi mendapatkan tubuh yang padat dan sehat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua atau pengasuh: Berikan Asupan Nutrisi yang Cukup dan Seimbang: Pastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan usianya.
Trauma yang dialami oleh anak-anak korban kekerasan tidak mudah hilang. Mereka akan membawa bekas luka emosional yang dalam, dan proses pemulihannya memerlukan waktu serta perhatian khusus. Kasus dugaan penganiayaan balita di sebuah daycare di Depok, Jawa Barat, menjadi contoh nyata betapa seriusnya masalah ini.
Untuk membantu anak-anak yang mengalami trauma akibat kekerasan, Sani menyarankan agar mereka diberikan banyak kegiatan yang disukai. Ini bisa membantu anak perlahan-lahan melupakan dampak kekerasan yang dialami. Bermain bersama teman-teman dengan didampingi oleh orang dewasa juga merupakan langkah yang baik.
"Secara perlahan, anak bisa dikenalkan kepada komunitas dan orang baru. Saat anak mulai merasa nyaman dan kepercayaannya terhadap orang dewasa telah pulih, orang tua dapat mempertimbangkan memasukkan anak ke daycare yang lebih kredibel," ungkap Sani.
Langkah-langkah ini tidak hanya penting untuk pemulihan anak, tetapi juga untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak di masa depan. Adapun langkah pertama yang bisa diambil saat anak mengalami kekerasan di daycare, menurut Sani, adalah segera mengeluarkan anak dari tempat tersebut. Orang tua juga perlu memberikan testimoni agar publik mengetahui kejadian itu, serta mencegah adanya korban baru.
Selain itu, anak yang mengalami kekerasan memerlukan dukungan penuh dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Memberikan perhatian khusus, mendengarkan keluh kesah mereka, dan mengajarkan cara menghadapi rasa takut adalah beberapa langkah penting yang dapat diambil. Orang tua harus berperan aktif dalam memantau kondisi emosional anak dan memberikan rasa aman yang mereka butuhkan.
Kekerasan pada anak tidak hanya berdampak pada aspek emosional, tetapi juga dapat mempengaruhi perkembangan sosial dan akademis mereka. Anak yang mengalami kekerasan sering kali mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan teman sebaya, merasa cemas, dan tidak bisa berkonsentrasi dengan baik di sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa anak mendapatkan bantuan profesional, seperti psikolog anak, untuk mendukung proses pemulihan mereka.