Kisah Pilu Candra Wahyu, Pelatih Futsal Miliki Satu Kaki Berhasil Dirikan Sekolah
Candra Wahyu Aji harus rela kakinya diamputasi dan mengubur impiannya sebagai bintang lapangan. Bahkan, masa remajanya sempat terasa begitu suram akibat apa yang dialaminya itu.
Menjadi pemain sepak bola menjadi impian banyak anak laki-laki. Salah satu olahraga yang digemari tak cuma di Indonesia, tpi di seluruh dunia.
Hal itu juga berlaku bagi Candra Wahyu Aji. Namun, dia harus rela kakinya diamputasi dan mengubur impiannya sebagai bintang lapangan. Bahkan, masa remajanya sempat terasa begitu suram akibat apa yang dialaminya itu.
-
Siapa yang menginspirasi dengan kisahnya? Perempuan 22 tahun itu baru saja mengikuti program Singapore-Indonesia Youth Leaders Exhange Program (SIYLEP). Dia didapuk menjadi Duta Pemuda Indonesia 2023 dan mewakili Provinsi Banten di Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) yang diselenggarakan oleh Kemenpora RI. Kisahnya turut menginspirasi. Banten provinsi wisata dan budaya Disampaikan Sheila, dirinya bersama 34 perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia lainnya bertandang ke Singapura selama lima hari.SIEYLAP sendiri mengusung tema pariwisata yang dikenalkan secara maksimal oleh dirinya. "Sekaligus memperkenalkan tentang Banten dan mengenalkan potensi wisata Banten kepada delegasi Singapura.
-
Apa yang membuat kisah ini menjadi inspiratif? Kisah anak sopir berhasil lolos seleksi anggota Polri ini sontak mencuri perhatian publik.
-
Apa pesan utama yang ingin disampaikan oleh kata-kata inspiratif pengusaha muda? "Alasanku menjadi pebisnis karena mau membuka banyak lapangan kerja dan banyak bermanfaat buat orang lain."
-
Bagaimana kata-kata inspiratif pengusaha muda membantu dalam membangun bisnis? "Memulai perlu keberanian, membesarkan perlu ilmu. Itulah kuncinya dalam berbisnis."
-
Apa yang menginspirasi dari kisah bisnis pempek ini? Kisah bisnis istri polisi ini seketika menuai beragam tanggapan dari publik. Banyak apresiasi hingga dukungan yang dilayangkan bagi keduanya.
-
Bagaimana cara kata-kata inspiratif memotivasi seseorang? Kata-kata inspiratif singkat umumnya berupa kalimat sederhana. Namun di balik kalimat-kalimat sederhana itu, terdapat makna yang mendalam.
Seorang teman kemudian mengajaknya untuk bangkit dari keterpurukan. Kini ia berhasil menjadi pelatih futsal, sekaligus menjadi bintang di lapangan hijau sebagai gelandang dan kiper.
Penasaran dengan kisah inspiratif dari Candra Wahyu? Berikut selengkapnya.
Penyebab Diamputasi
Dilansir dari channel YouTube metrotvnews, dalam acara Kick Andy yang dibawakan oleh Andy F. Noya, sebuah kisah inspiratif datang dari seorang bintang tamu bernama Candra Wahyu Aji.
Ia menceritakan momen pertama kali kakinya mengalami musibah. Saat Candra bermain bola, kakinya sempat terbentur tiang gawang.
"Awalnya itu kebentur tiang gawang. Terus dinyatakan kanker tulang, karena telat pengobatan. Setelah benturan itu nggak langsung dicek ke dokter. Cuma diurut-urut itu saja. 3 minggu sampai 4 minggu, kalau jalan sekitar 100 sampai 200 meter. Kaki itu sudah ngerasa pegal, nyeri," cerita Candra seperti dikutip dari channel YouTube metrotvnews.
Amputasi Seluruh Kaki Kanan
Channel YouTube metrotvnews ©2020 Merdeka.com
Akibat penanganan yang terlambat, kaki Candra yang masih bisa untuk menapak itu kerap nyeri. Dia kemudian sempat jatuh lagi dan diajak ke tukang urut. Sebab ayahnya yang kala itu berprofesi sebagai buruh bangunan tak ada biaya lebih untuk membawanya ke dokter.
"Terus pas main bola lagi di rumah, sama teman-teman. Lagi loncat, salah numpu. Akhirnya nggak bisa ngapa-ngapain. Habis itu diurut lagi, bengkak. Terus tambah besar bengkaknya. Baru ditindak ke rumah sakit. Ternyata retak sudah lama," kata Candra.
Tak disangka, alih-alih sembuh, ternyata rasa sakitnya malah semakin parah. Di usia Candra yang masih 14 tahun, kaki kanannya harus diamputasi seutuhnya. Lantaran terjadi pembusukan dan menyebabkan tumor ganas.
"Di dukun urut di Bogor, dipaksa dilurusin. Nggak tahunya, pas diurut paksa itu ada daging di dalam yang keluar, jadi busuk. Ternyata jadi tumor ganas. Dipotong satu kaki habis," imbuhnya.
Putus Asa Lalu Bangkit
Channel YouTube metrotvnews ©2020 Merdeka.com
Sebagai anak remaja yang bercita-cita menjadi pemain bola profesional, tentu musibah itu membuatnya terpuruk. Candra kerap termenung berputus asa.
Kendati demikian, masih tersimpan semangat di benaknya. Hingga Candra meyakinkan diri untuk belajar berjalan dengan tongkat, dan mencoba bermain bola dengan satu kaki.
"Setelah diamputasi nggak pernah mikirin masa depan. Jadi, yaudah nggak bisa ngapa-ngapain. Tinggal nunggu waktu saja, yah kapan meninggal. Pertama belajar pakai tongkat. Setelah lancar, akhirnya ikutan main bola," ungkap Candra.
Iseng Melatih Bola
Channel YouTube Surya Citra Televisi (SCTV) ©2020 Merdeka.com
Semenjak kecil, Candra memang sudah belajar di sekolah khusus sepak bola. Melihat anak kecil di sekitar rumahnya bermain bola, ia iseng melatih mereka dengan teori yang sudah dipelajarinya dulu.
"Di rumah banyak anak kecil, inisiatif ngelatih dari hasil Candra belajar dulu. Candra terapin, walau teori ada anak yang ngerti. Terus bisa dipraktekin. Akhirnya muncul perasaan, ternyata aku bisa berguna buat orang lain," ucap Candra senang.
Semangatnya untuk mengabdi pada sepak bola, mulai bangkit lagi. Candra terpikir untuk jadi pelatih bola.
Diajak Kerja Sama
Tak disangka keinginannya tersebut mendapat respons positif dari temannya. Salah seorang teman mengajak Candra bekerja sama sebagai pelatih bola.
"Pertama kali main keluar. Tiba-tiba ada teman yang ngajakin, 'Coba Can, memotivasi atau ngasih teori ke anak-anak. Biar saya yang praktekin dan melatih anak-anak Candra'," paparnya.
Pesan yang sangat menyentuh dari sahabatnya kala itu. Meski impian sudah pupus jadi bintang sepak bola, masih ada kesempatan untuk menciptakan pemain bintang yang baru.
"Saya makin termotivasi dengan kata-kata dia, 'Kita nggak bisa menjadi pemain bintang. Tapi kita bisa mencetak pemain bintang'," ujar Candra dengan semangat.
Punya Sekolah Bola
Channel YouTube Surya Citra Televisi (SCTV) ©2020 Merdeka.com
Pria asal Tangerang, Banten, ini pernah menerima penghargaan dari Liputan Awards 2016. Berkat perjuangan dan semangatnya yang begitu menginspirasi banyak pihak.
Kesuksesan menghampiri Candra. Dia berhasil mendirikan 'Sekolah Sepak Bola Putra Garuda Muda' sejak 2015. Meski masih sederhana terbentur biaya sewa lapangan.
Tim Amputasian Juara di Malaysia
Channel YouTube metrotvnews ©2020 Merdeka.com
Selain menjadi pelatih futsal untuk anak-anak, Candra juga masih menjadi pemain lapangan. Saat bermain dengan teman normal lain, ia bertugas sebagai kiper.
Sedangkan saat bermain dengan Tim Amputasian, Candra menjadi pemain gelandang. Tim sepak bola inilah yang berhasil membawanya juara sampai di Malaysia.
"Waktu 2018 kita juara dua di Malaysia. Jadi kita berdiri bulan Maret 2018. Bulan Juni benar-benar diundang. Padahal kita baru 3 bulan dan bisa ngalahin Timnas Malaysia yang udah berdiri 3 tahun," ungkap Candra.