'Sumpah Demi Tuhan Aku Takut, Aku Cuma Mau Pergi'
Bengisnya serangan tentara Israel hingga anak kecil begitu ketakutan dan trauma.
Bengisnya serangan tentara Israel hingga anak kecil begitu ketakutan dan trauma.
'Sumpah Demi Tuhan Aku Takut, Aku Cuma Mau Pergi'
Memasuki bulan Ramadan yang sedang dijalankan oleh warga Gaza, serangan Israel tetap tak berhenti. Tentara zionis tetap melakukan genosida terhadap warga sipil tak berdosa dengan dalih melumpuhkan kekuatan Hamas.
Ada sebuah pemandangan yang memilukan di video yang diunggah akun Instagram @trtworld.
Nampak seorang anak laki-laki yang terus menangis ketakutan di tengah gedung-gedung yang baru saja dibom oleh tentara Israel.
- Trauma Luar Biasa Kekejaman Israel, Anak Wanita 8 Tahun di Gaza ini Rambutnya Sampai Rontok Parah hingga Alami Kebotakan
- Serangan Udara Israel Tewaskan 17 Warga Palestina di Gaza, Termasuk 4 Anak-Anak dan Satu Bayi Kepalanya Terpenggal
- Warga Gaza Banyak Dibunuh Israel, Bocah ini Sengaja Mengubur Diri Ingin Tahu Dikubur jadi Orang Meninggal
- Warga Israel di Perbatasan Halangi Puluhan Truk Bantuan Masuk ke Gaza
Berdasarkan informasi dari keterangan video, bocah tersebut menangis ketakutan saat melarikan diri dari Rumah Sakit Al Shifa Gaza yang diserang Israel pada 18 Maret di kompleks medis yang menampung ribuan pengungsi Palestina.
Sambil menangis anak sekecil itu berjalan dengan membawa sesuatu miliknya. Dengan wajah penuh ketakutan, dia mengungkapkan rasa takutnya sambil menangis.
"Aku bersumpah kepada Tuhan aku takut, aku bersumpah kepada Tuhan. Aku tidak bisa melakukan apapun," ucapnya.
"Aku bersumpah demi Tuhan aku takut. Aku hanya ingin pergi," tangisnya.
Video tersebut langsung menjadi perhatian warganet dan disukai 64.118.
"Ini adalah pembantaian, Barat yang harus disalahkan," komentar @budv***
"Mengapa kita tidak bisa melakukan apa-apa. Saya benar-benar menyesal melihatnya setiap hari kemudian merasa bersalah membiarkan Palestina sendirian. Mengapa mereka tidak bisa mendapat dukungan setidaknya dari seluruh negara muslim. Maafkan kami ya Allah. Astaghfirullah Kami hanya bisa berdoa dan berbagi semoga dorongan untuk bertindak lalu bantu Palestina. #freedompalestine," tulis @kikiss_r***
"Amerika apakah Anda bahagia ketika anak-anak Anda sendiri aman dan anak-anak di Gaza harus menderita setiap detik setiap hari,"
tulis @beeratothewo***.
100 Warga Palestina Wafat Dalam 24 Jam
Dilansir Aljazeera, Kamis (21/3/2024), lebih dari 100 warga Palestina telah meninggal akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para senator AS dari Partai Republik, Israel akan melanjutkan perang dengan dalih untuk mengalahkan Hamas.
Penggerebekan Israel terhadap Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza memasuki hari keempat dengan puluhan warga Palestina yang terbunuh dan terlantar yang berlindung di sana menggambarkan penahanan dan pelecehan yang berkepanjangan.
Dilansir middleeasteye, Senin (18/3/2024) waktu setempat, militer Israel mengakui telah menangkap 80 orang dari Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, selama penggerebekan yang sedang berlangsung.
Rumah sakit, tempat pasien dan ribuan keluarga berlindung, diserang tepat setelah pukul 02.00 waktu setempat.
Militer mengulangi klaimnya bahwa rumah sakit tersebut baru-baru ini digunakan sebagai "pusat komando" oleh anggota Hamas tanpa memberikan bukti yang mendukung klaim tersebut.
Menurut media Israel, militer mengatakan mereka telah 'menetapkan kendali' atas rumah sakit tersebut.
Warga Gaza Ditangkap dengan Mata Tertutup & Bekas Luka Siksaan
Dalam sebuah video yang direkam warga Prancis yang menjadi tentara Israel terungkap, perlakuan keji tentara zionis kepada warga Gaza, Palestina, yang mereka tangkap.
Akun instagram @khaledyousry22 mengunggah video yang menayangkan warga Gaza, Palestina, yang ditangkap tentara Israel diturunkan dari truk.
Dengan mata tertutup diikat kain, mereka diturunkan dari truk lalu dikumpulkan. Mereka nampak diperlakukan tak manusiawi.
Perekam video terdengar terus berbicara dalam bahasa Prancis saat warga Gaza, Palestina, diturunkan dari truk. Dia juga sempat menyorot punggung warga Gaza dan menyebutnya telah disiksa oleh tentara Israel. Dalam video tersebut memang tanpak punggung warga Gaza Palestina memar dan luka-luka.
"Seorang tentara Prancis di tentara pendudukan Israel memfilmkan video tahanan Palestina yang diculik dari dalam Jalur Gaza. Dalam video itu, dia berkata: "Lihatlah punggungnya, mereka (rekan-rekannya di tentara pendudukan Israel) telah menyiksanya!"
demikian keterangan dalam unggahan video di akun instagram @khaledyousry22, Selasa (19/3/2024).
Tak cuma itu, @khaledyousry22 juga hanya menerjemahkan bagian di mana penyiksaan disebutkan. Sebab, mayoritas video berisi hinaan terhadap warga Gaza Palestina yang ditahan tersebut dan dirinya tidak ingin mengungkapkannya.
"Saya hanya menerjemahkan bagian yang menyebutkan penyiksaan, karena sebagian besar videonya adalah mengutuk tahanan yang tidak ingin saya sebutkan," tulisnya.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan Israel telah membunuh setidaknya 81 warga Palestina dan melukai 116 lainnya dalam 24 jam terakhir di delapan insiden terpisah yang digambarkan sebagai 'pembantaian'.
Jumlah tersebut menambah total korban wafat warga Palestina menjadi lebih dari 31.726 orang dalam lima bulan terakhir, dan setidaknya 73.792 orang terluka serta diperkirakan 8.000 orang hilang, diyakini terkubur di bawah puing-puing. Pejabat kesehatan melaporkan bahwa lebih dari 70 persen korban adalah anak-anak dan wanita.