Pria Magelang Ini Rintis Budidaya Unggas Hias Sejak Masih Kuliah, Kini Hasilkan Cuan Melimpah
Harganya yang mahal bukan masalah bagi para konsumen atau pembeli unggas hias

Banyak inispirasi usaha yang bisa dilakukan guna meningkatkan taraf perekonomian. Usaha itu dijalankan bukan tanpa resiko. Namun dengan keberanian, kegigihan, dan rasa pantang menyerah pada satu titik usaha itu bisa mendatangkan keuntungan yang melimpah. Salah satu usaha yang bisa menjadi ladang cuan adalah usaha unggas hias.
Aditya Permana, pria asal Magelang, Jawa Tengah, merintis bisnis unggas hias sejak tahun 2016. Saat itu dia masih menjadi mahasiswa semester satu.
“Pada saat itu saya budidaya ayam kalkun hias dan lama-kelamaan semakin banyak dan mencoba memasarkannya melalui media sosial. Alhamdulillah dapat respons positif,” kata Aditya dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Rabu (9/10).
Berikut selengkapnya:
Budidaya Berbagai Jenis Unggas Hias

Pada saat membudidaya ayam kalkun hias, ada salah satu konsumennya yang menanyakan terkait aneka jenis unggas hias. Sejak saat itu ia berniat untuk membudidayakan unggas hias yang lain. Menurutnya unggas hias memiliki nilai jual yang sangat tinggi.
“Kalau di sini kami ternak dari kecil. Jadi ternak, setelah itu usia remaja, dan mulai produksi di usia satu tahunan, setelah itu beranak. Dan di usia satu bulan sudah siap jual,” kata Aditya.
Di rumahnya, Aditya membudidayakan beberapa jenis unggas hias di antaranya ayam brahma, Americah Silkie, Bebek Mandarin, Burung Merak India, dan unggas lainnya.
Konsumen Hingga Luar Daerah

Dalam sebulan, biasanya Aditya bisa menjual 20 ekor unggas hias. Harganya bervariasi tergantung usia dan jenis unggas hias. Biasanya harga itu berada di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp45 juta per pasang.
“Kalau yang beli macam-macam, mulai dari luar kota sampai luar pulau seperti Jakarta, Sorong, Sumatera, dan lain sebagainya,” kata Aditya.
Namun tak jarang telur yang dihasilkan oleh unggas-unggas yang ia ternak tidak menetas. Biasanya, hal itu terjadi karena induknya masih muda dan kurangnya nutrisi. Untuk mengantisipasinya biasanya Aditya memberi tambahan nutrisi seperti protein kepada induknya.
Harga Bukan Masalah

Walaupun mahal, harga tidak menjadi masalah bagi para konsumen yang membeli unggas hias milik Aditya. Selain dari sesama penghobi dan peternak, para konsumennya berasal dari pemilik villa dan pengelola tempat wisata.
Salah satu konsumen itu adalah Partingsih. Biasanya ia membeli unggas hias dari tempat Aditya untuk hiasan di taman rumahnya. Beberapa unggas hias yang dibudidayakan Aditya termasuk kategori hewan dilindungi. Oleh karena itu untuk menernaknya perlu disertai surat izin dari pihak terkait.
“Buat teman-teman, mau usaha di bidang apapun harus didasari dengan rasa suka. Ketika usaha kita didasari rasa suka, pasti tidak akan membosankan dan tentunya akan mendapat hasil maksimal,” tutup Aditya.