Menyelami Makna Hari Raya Unduh-unduh yang Digelar Umat Kristiani di Kota Santri, Cara Unik Mensyukuri Kekayaan
Tradisi Unduh-unduh sudah dilaksanakan oleh jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang sejak tahun 1939. Tradisi ini merupakan cara mensyukuri kekayaan.

Tradisi ini tak bisa ditemukan di daerah lain

Menyelami Makna Hari Raya Unduh-unduh yang Digelar Umat Kristiani di Kota Santri, Cara Unik Mensyukuri Kekayaan

GKJW Jemaat Mojowarno Jombang merupakan salah satu gereja tertua di Jawa Timur. Sejak tahun 1939, jemaat gereja ini punya tradisi unik untuk mensyukuri kekayaan mereka, namanya tradisi Unduh-unduh.
(Foto: Instagram @sarah_narti2604)
Kendati berada di lingkungan yang mayoritas masyarakatnya muslim, GKJW Jombang tetap berkembang pesat. Hal ini terjadi karena adanya sikap toleransi antar umat beragama. Setiap tahun, tradisi Unduh-unduh digelar di halaman gereja dengan meriah.
(Foto: Kemdikbud RI)


Tujuan utama tradisi Unduh-unduh adalah sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. Meskipun diinisiasi oleh umat kristiani, namun pelaksanaan Unduh-unduh melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
(Foto: Instagram @sarah_narti2604)
Berbagai hasil bumi seperti padi, sayur-sayuran, dan buah-buahan dihias di atas gerobak besar kemudian diarak keliling kampung. Parade arak-arakan hasil panen itu dimulai dari halaman GKJW Mojowarno Jombang.
(Foto: Instagram @sarah_narti2604)


Selain hasil bumi, berbagai hewan ternak juga diarak keliling desa. Hewan ternak besar seperti sapi dibuat dalam bentuk patung agar memudahkan arak-arakan.

Mengutip dari laman resmi kebudayaan.kemdikbud.go.id, ada tujuh blok hasil bumi yang diarak. Enam blok dari jumlah dusun yang ada di Desa Mojowarno, ditambah satu blok dari Rumah Sakit (RS) Kristen Mojowarno.
(Foto: Instagram @sarah_narti2604)

Unduh-unduh yang diarak akan dilelang untuk memenuhi kebutuhan gereja serta kegiatan sosial
